Dukung Pendirian Sekolah Lansia ’Aisyiyah Colomadu, Dosen FK UMS Latih Kader Kesehatan Unggulan
- account_circle Muhammad Faisal Dwi Rifqi
- calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id bekerja sama dengan Pimpinan Cabang ’Aisyiyah (PCA) Colomadu merintis pendirian Sekolah Lansia ’Aisyiyah Colomadu. Program ini dihadirkan sebagai wadah terstruktur untuk mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan bertakwa di wilayah Kecamatan Colomadu.
Sebagai fondasi utama rintisan Sekolah Lansia tersebut, Tim P2M FK UMS menggelar pelatihan intensif berbasis Kedokteran Keluarga dan nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) bagi 29 kader kesehatan ’Aisyiyah se-Kecamatan Colomadu.
Ketua Tim Pengabdian FK UMS, Dr. dr. Anika Candrasari, M.Kes., Sp.KKLP, mengungkapkan bahwa Colomadu memiliki populasi lansia yang cukup besar dengan tantangan tingginya angka penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes melitus, sementara rasio fasilitas dan tenaga kesehatan masih terbatas.
“Pendirian Sekolah Lansia ’Aisyiyah di Colomadu ini hadir sebagai solusi konkret di tingkat komunitas. Melalui pendekatan Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer yang holistik, para kader dilatih tidak hanya untuk pendampingan fisik dan psikologis, tetapi juga mengintegrasikan nilai dakwah birrul walidain atau berbakti kepada orang tua,” terang Anika, Kamis (15/10/2026).
Salah satu peserta, Dian, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan ini. “Sebelumnya kami hanya melakukan pemeriksaan kesehatan secara insidental. Sekarang kami memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik untuk mendampingi lansia,” ujarnya.
Dalam persiapan pembukaan Sekolah Lansia ini, para kader dari berbagai Pimpinan Ranting ’Aisyiyah (PRA) seperti Tohudan, Blulukan, Ngasem dan Baturan digembleng dengan berbagai materi teoretis dan praktis, di antaranya pemahaman fisiologi & patofisiologi lansia untuk mengenali tanda-tanda penyakit kronis. Untuk praktiknya berupa materi keterampilan skrining kesehatan dasar, meliputi pemantauan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, hingga penentuan status gizi dan lingkar perut, serta panduan aktivitas fisik aman.
Pelatihan yang terselenggara pada Jumat (25/9/2026) tergolong berbeda dari pelatihan lainnya. Kali ini, tim pengabdian mengintegrasikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Para kader diajarkan untuk menanamkan nilai ihsan, amanah, ta’awun, rahmah, dan birrul walidain dalam setiap pendampingan kepada lansia. Hal ini sejalan dengan visi ‘Aisyiyah yang tidak hanya menyehatkan fisik, tetapi juga memperkuat spiritualitas lansia.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan kader yang signifikan. Nilai rata-rata tes peserta melesat dari 8,34 menjadi 9,17. Peningkatan tertinggi terlihat pada aspek interpretasi lingkar perut, dari 58,6% menjadi 96,6%, dan penanganan nyeri saat latihan fisik, dari 51,7% menjadi 72,4%.
Demi menjamin keberlanjutan Sekolah Lansia Colomadu sebagai amal usaha baru PCA, Tim FK UMS menyerahkan bantuan berupa KIT Skrining Kesehatan berupa tensimeter digital, alat tes darah, alat ukur berat dan tinggi badan, perangkat olahraga sederhana, poster edukasi, serta buku modul “Panduan Kader Kesehatan Lansia Berbasis AIK”.
Anika Candrasari berharap program ini dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas. “Kami berkomitmen untuk terus mendampingi kader dan PCA Colomadu. Harapan kami, Sekolah Lansia ini tidak hanya menjadi program temporer, tetapi menjadi amal usaha yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kualitas hidup lansia di Colomadu,” pungkasnya.
Sementara anggota tim pengabdi, Dr. dr. Yusuf Alam Romadhon, M.Kes., Sp.KKLP., menambahkan bahwa Sekolah Lansia ini akan menjadi sarana rutin pemeriksaan kesehatan, senam, edukasi gizi, hingga pembinaan spiritual.
Program P2M Batch III Tahun 2026 ini diperkuat oleh jajaran dosen multidisiplin UMS, yaitu dr. Rochmadina Suci Bestari, M.Sc., Dr. Riandini Aisyah, S.Si., M.Sc., dr. Nining Lestari, MPH, Azizah Fatmawati, S.T., M.Cs., serta dibantu oleh mahasiswa FK UMS. Pimpinan PCA Colomadu mengapresiasi penuh sinergi akademisi UMS ini dan siap meluncurkan Sekolah Lansia secara berkala sebagai wujud komitmen pelayanan persyarikatan untuk masyarakat. (Maysali/Humas)
- Penulis: Muhammad Faisal Dwi Rifqi