Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » SUICIDE BOMBING : SELAMATKAN PERSATUAN!

SUICIDE BOMBING : SELAMATKAN PERSATUAN!

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 1 Apr 2021
  • visibility 959
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Andi Rezti Maharani

Kabar terorisme mulai menyapa kita lagi. Telah terjadi pengeboman di Gereja Katedral, Makassar pada Ahad pagi. Sontak, kejadian ini pun memicu banyak kontroversi.

Guys, tentu kita tau bahwa terorisme selalu dikaitkan dengan seruan Jihad. Kalau kataku, terorisme itu bukan Jihad tapi Jahad. Kenapa jahad? Karena terorisme merupakan tindakan yang menciptakan ketakutan. Bahkan, nabi bersabda dalam haditsnya, “Tidak halal bagi seorang muslim untuk menakut-nakuti saudara muslim lainnya” (HR. Muslim:2616) .

Selain itu, terorisme pun menimbulkan banyak kerusakan di bumi. Dalam hal suicide bombing, bentuk kerusakannya adalah hilangnya keamanan negara dan munculnya kekacauan. Hancurnya bangunan. Terbunuhnya nyawa. Bunuh diri. Mengkafirkan sembarangan. Menghilangkan wibawa pemimpin dan memberontak terhadap mereka. Mencemarkan keindahan agama islam. Menghalangi manusia dari jalan Allaah. Menimbulkan perpecahan di kalangan umat Islam. Dan tekanan kepada kaum muslimin dan yayasan-yayasan Islam. Hal ini sebagaimana dituturkan oleh Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi dalam bukunya yang berjudul, “Pengeboman Jihad atau Terorisme?”

TERORISME SEBAGAI BENTUK JIHAD?

Jihad adalah salah satu ibadah dan amalan yang paling agung dan mulia di sisi Allaah. Dalam karyanya An Nihayah fi Ghoribil Hadits, Ibnul Atsir menyebutkan bahwa Jihad secara bahasa adalah mencurahkan kemampuan baik ucapan maupun perbuatan. Sedang, menurut Al Kasani, jihad secara istilah yaitu mencurahkan kemampuan dalam perang di jalan Allaah dengan jiwa, harta, lisan, dan sebagainya.

Hukum Jihad adalah fardu kifayah dengan kesepakatan para ulama. Namun, bisa menjadi fardu ‘ain dalam beberapa keadaan. Jihad sendiri tak hanya sebatas peperangan. Terlebih lagi, Indonesia merupakan negara damai. Tak terlibat pertikaian atau konflik apapun. Al Hafizh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah mengatakan bahwa jihad sendiri memiliki empat tingkatan, diantaranya jihad melawan hawa nafsu, jihad melawan setan, jihad melawan orang kafir, dan jihad melawan orang munafik. Maka, orang yang hanya membatasi jihad hanya dalam lingkup peperangan maka pemikirannya telah menyimpang.

Dalam kacamata islam, terorisme bukan bagian dari jihad. Selain menyebabkan kerusakan yang sudah dibahas di awal. Terorisme khususnya kegiatan pengeboman juga menyebabkan pembunuhan terhadap 4 golongan yang haram untuk dibunuh. Siapa aja sih golongan itu?

Nah, dijelaskan dalam Al Qoulul Mufid oleh Syeikh Muhammad bin Sholih al Utsaimin,terdapat  4 golongan yang haram dibunuh. Golongan itu adalah muslim, dzimmi (orang kafir yang tinggal di negeri Islam, hidup dengan aman dan di bawah perlindungan pemerintah muslim, dengan syarat membayar upeti sebagai jaminan keamanannya), mu’ahad (orang kafir yang tinggal di negerinya tetapi terdapat perjanjian damai di antara kita untuk tak saling memerangi selama waktu yang disepakati), dan musta’min (orang kafir yang masuk ke negeri Islam dengan jaminan keamanan, baik untuk berdagang, ziarah, atau kepentingan lainnya).

Jihad sendiri merupakan syariat islam yang paling indah. Bukan untuk menakuti. Bukan untuk menyerang saudara sendiri. Islam pun merupakan agama yang rahmatan lil ‘alamin. Agama yang penuh dengan kasih sayang. Agama yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah berbagai bentuk kemungkaran. Dalam kitab Ad-Durrotul Mukhtasharah fi Mahasini Diin Islami oleh Syeikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di, beliau berkata tentang keindahan syariat islam,

“Termasuk keindahan syariat agama islam adalah syariat jihad karena jihad dalam Islam bertujuan untuk menolak dan membendung serangan orang yang hendak melanggar hak-hak agama ini dan menolak ajakannya. Bukan bertujuan untuk melampiaskan hawa nafsu, dendam atau kepentingan pribadi.”

Gimana? Adem banget kan?

BAGAIMANA MENCEGAHNYA?

Aku sempat membaca salah satu media massa yang menyebutkan bahwa kedua pelaku suicide bombing merupakan generasi milenial. Sangat kita sayangkan, bahwa generasi milenial sudah tersusupi pemikiran-pemikiran yang menyimpang. Oleh karena itu, diperlukan adanya upaya preventif agar kasus-kasus seperti ini tak terjadi lagi khususnya di Indonesia.

Jadi, aku kudu apa?

Hal yang dapat kita lakukan sebagai generasi penerus bangsa, yang pertama adalah menyebarkan ilmu syar’I serta memperkuat aqidah kita. Aqidah ahlus sunnah wal jamaah. Mengikuti kajian-kajian sunnah oleh para asatidzah agar mampu membentengi diri dari aqidah yang menyimpang.

Yang kedua, bertaubat kepada Allaah serta memperbaiki diri dari aqidah, ibadah, dan akhlak. Serta selalu berdoa kepada Allaah agar diberikan jalan yang lurus dalam beragama Islam,

Yang ketiga, selektif memilih lingkungan dan pergaulan. Suatu saat nanti, kita akan menjadi orangtua. Disini, kita berperan dalam memilih lingkungan dan pergaulan yang baik untuk anak. Jangan sampai anak terjerumus dalam lingkaran pergaulan yang salah. Mendidik anak dengan cara memberikan pemahaman agama yang benar dan lurus. Siap-siap ya bund, and paps 😀

UJIAN KESABARAN

Iya, aku tau kok, kita semua mendambakan negara yang aman. Tak mengapa, saat ini kita sedang menghadapi ujian. Bukankah ujian merupakan tanda cinta Rabb kepada hambaNya?

Kita sadar saat ini sedang berada di ujung tanduk perpecahan. Tak perlu sibuk saling menyalahkan. Indonesia dibangun di atas persatuan yang dibingkai dalam dasar Pancasila. Terorisme merupakan sebuah pemikiran yang merusak perlahan. Terorisme merupakan ancaman. Dan tugas kita adalah menuntaskan. Kalau perlu, sampai ke akar-akarnya. Bi idznillaah!

Saat ini yang kita butuhkan adalah kekuatan. Kekuatan akan persatuan. Kekuatan untuk bangkit. Rapatkan barisan untuk melawan segala bentuk kemungkaran. Selamatkan persatuan! Musuh kita kali ini benar-benar nyata di hadapan kita. Musuh dari golongan kita sendiri.

Oleh karena itu, sabar adalah kunci utama dalam menghadapi problematika yang saat ini terjadi. Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyeru kita untuk berpegang teguh di atas sunnah dengan penuh kesabaran. “Akan datang suatu masa, orang yang bersabar berpegang pada agamanya, seperti menggenggam bara api” (Hr. Tirmidzi)

Pun perlu diingat. Teroris bukan hanya orang yang bercadar, bercelana cingkrang, dan menghidupkan sunnah nabi yang lain. Pakaian syar’I tak bisa menjadi indikasi. Jangan pernah kita samaratakan. Bukankah tak adil jika hanya menggeneralisasi sesuatu yang dzahir?

Akhirul kalam,

Semoga Allaah melindungi kita semua dari pemikiran menyimpang dan memberikan hidayah untuk kembali kepada pemahaman yang lurus. Aamiin Allahumma Aamiin.

Ed : MA

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resepsi Milad Lazismu, Dampak Sinyal Integrasi Data Pengentasan Kemiskinan Jadi Sorotan

    Resepsi Milad Lazismu, Dampak Sinyal Integrasi Data Pengentasan Kemiskinan Jadi Sorotan

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 125
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID JAKARTA – Belum tuntas mengupas dampak program pemberdayaan, arena gerakan filantropi malah dikabarkan oleh Kemenag RI akan dibuatkan tampilan data visual (dashboard) bersama yang berbasis waktu nyata dalam agenda pengentasan kemiskinan. Badan dan lembaga amil zakat akan bersama-sama menyajikan data itu dari aksi layanannnya. Kendati jalan program pemberdayaannya berbeda-beda, tujuannya sama yaitu pengentasan kemiskinan […]

  • Di Milad Aisyiyah, Machnun Uzni Serukan Dakwah Lingkungan untuk Masa Depan Hijau

    Di Milad Aisyiyah, Machnun Uzni Serukan Dakwah Lingkungan untuk Masa Depan Hijau

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 82
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, dakwah lingkungan dinilai menjadi bagian penting dari ikhtiar menjaga keberlanjutan kehidupan. Pesan tersebut disampaikan oleh Machnun Uzni, S.I.Kom., dalam rangkaian Milad ke-109 Aisyiyah yang digelar melalui peluncuran program “1.000 Cahaya Aisyiyah” dan dukungan terhadap gerakan Sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di […]

  • Pilihanmu Adalah Rute yang Harus Kau Tempuh

    Pilihanmu Adalah Rute yang Harus Kau Tempuh

    • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 283
    • 3Komentar

    Oleh: Alfin Nur Ridwan Hidup adalah pilihan. Mungkin kalimat singkat itu pernah terdengar di telinga kita baik dari teman, orang lain, ataupun dari quotes-quotes yang berseliweran di media sosial. Jika dicermati lebih lanjut kalimat tersebut memanglah memiliki makna yang mendalam dan mempunyai arti penting jika diimplementasikan dalam kehidupan. Karena dalam menjalani kehidupan ini kita sebagai […]

  • Tingkatkan Kepedulian Sosial, BikersMu Chapter Sragen Gelar Aksi Donor Darah

    Tingkatkan Kepedulian Sosial, BikersMu Chapter Sragen Gelar Aksi Donor Darah

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Choiril Amirah Farida
    • visibility 80
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, SRAGEN – BikersMu Chapter Sragen menggelar aksi donor darah di PMI Kabupaten Sragen, Minggu, 28 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya komunitas meningkatkan kepedulian sosial sekaligus membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat. Para anggota BikersMu Chapter Sragen mengikuti proses donor darah secara bergantian dengan difasilitasi oleh petugas PMI Kabupaten Sragen. Kegiatan berlangsung tertib […]

  • Demi Mewujudkan kader Berdaya dan Berkarya IMM PBII laksanakan DAD 2024

    Demi Mewujudkan kader Berdaya dan Berkarya IMM PBII laksanakan DAD 2024

    • calendar_month Minggu, 14 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 345
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat PPKN, Bahasa Inggris, dan Indonesia (PBII) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan Darul Arqam dasar (DAD) Pada 3-6 Juli 2024 bertempat di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Pleret Yogyakarta. Kegiatan tersebut Mengusung tema “Internalisasi Nilai Ikatan Mewujudkan Kader yang Berkarya dan Berdaya”. DAD IMM PBII merupakan agenda rutin tahunan […]

  • MIM Digdaya Bolon Peringati Hari Guru dengan Khidmat

    MIM Digdaya Bolon Peringati Hari Guru dengan Khidmat

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 97
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bolon, Colomadu – Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Digdaya Bolon menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional dengan khidmat Pada Selasa (25/11/2025). Acara spesial ini dihadiri oleh seluruh guru, tenaga kependidikan dan seluruh siswai dan siswi dari kelas 1 hingga kelas 6. Kehadiran istimewa datang dari Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Colomadu, Bapak Seni Arianto yang […]

expand_less