Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » IMM Shabran UMS Ajak Mahasiswa Renungi Makna Hidup Lewat “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati”

IMM Shabran UMS Ajak Mahasiswa Renungi Makna Hidup Lewat “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati”

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • visibility 222
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA— Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pondok Hajjah Nuriyah Shobron Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) adakan bedah buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” yang ditulis oleh Brian Khrisna dan diterbitkan pertama kali pada Januari 2025 lalu. Agenda ini bertempat di Taman Djazman Kampus 1 UMS pada Senin, (24/11).

Pemas, selaku pemantik pertama, mengatakan bahwa sesi diskusi ini berpegang pada QS. Al-Ahzab ayat 21 yang membahas mengenai seorang Uswatun Hasanah atau teladan yang baik.

“Menjadi teladan yang baik itu penting, karena kami sebagai pimpinan harus menjadi uswatun hasanah. Dalam konteks diskusi ini, Shobron adalah ikon, dan anak-anak Shobron memang dikenal dengan tradisi diskusinya.” Ungkapnya. Senin, (24/11).

Ia juga sebutkan alasannya ingin membedah buku tersebut, yaitu karena dalam buku tersebut berisi banyak hal hal yang relevan dengan kehidupan kita.

“Buku ini membahas tentang pelajaran yang sangat relevan dan relate terhadap kehidupan yang kita jalani sekarang ini,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga menyebutkan hikmah yang ia dapat dari membaca buku tersebut.

“Dari membaca buku ini saya yakin bahwa hal yang selama ini kita anggap remeh itu, ternyata dampaknya besar. Karena buku ini membahas tentang parenting, menghargai diri sendiri, bersyukur dan harus punya teman dan banyak lagi pelajaran yang kita ambil dari buku ini,” paparnya.

Hibatullah Al Mubarak selaku pemantik kedua, menceritakan keseluruhan kisah dalam buku tersebut. Ia membuka pemaparannya dengan kalimat

“Laki-laki tidak bercerita, tiba-tiba pilih bunuh diri,” tegasnya.

Ia menceritakan bagaimana Ale, yang merupakan tokoh utama dalam buku tersebut, menderita depresi karena hidup tanpa adanya dukungan dari keluarga maupun dari teman-temannya. Ale pun memutuskan untuk mengakhiri hidupnya pada usianya yang genap 37 tahun, namun sebelum itu, ia merencanakan untuk memakan seporsi mie ayam sebelum mengakhiri hidupnya.

Ternyata warung mie ayam langganannya itu tutup, sehingga rencananya untuk memakan seporsi mie ayam agar tidak mati dalam keadaan lapar itu gagal. Namun hal itu justru membawanya ke perjalanan yang membuatnya memutuskan untuk tetap hidup.

Kembali ke pemantik pertama, Pemas menekankan bahwa keluarga seharusnya menjadi tempat pulang yang aman, bukan sumber tekanan mental. Ia menyoroti bagaimana Ale justru menjadi tulang punggung keluarga, tetapi tetap mendapatkan cacian dan perbandingan dengan adiknya.

“Kita tidak bisa hidup sendiri. Orang yang menyakiti dirinya bukan selalu ingin mati, tetapi ingin didengar,” terang Pemas.

Di penghujung diskusi, Pemas memberikan refleksi dari kutipan buku.

“Kunci untuk bertahan hidup bukan selalu berpikir positif, tetapi memiliki kemampuan untuk menerima. Menerima bahwa tidak semua hari akan berjalan baik, tidak semua rencana akan berjalan lancar, dan tidak semua orang akan bersikap baik meskipun kita telah berbuat baik kepada mereka dan semua itu tidak apa-apa,” tutupnya.

Kontributor: Choiril Amirah Farida

Editor: Nurul Ramadhani

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa UMS Kenalkan Budaya Batik Nusantara kepada Anak Sanggar Bimbingan di Malaysia

    Mahasiswa UMS Kenalkan Budaya Batik Nusantara kepada Anak Sanggar Bimbingan di Malaysia

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 47
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Mahasiswa delegasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergabung dalam program KKN Internasional: Mangunsari Goes Abroad kembali melaksanakan program kerja edukatif di Sanggar Bimbingan (SB) Kampung Melayu Sungai Buloh, Malaysia, Selasa (12/5). Melalui praktik membatik sederhana, mahasiswa UMS memperkenalkan budaya batik Nusantara kepada anak-anak usia 6 hingga 12 tahun. Kegiatan yang berlangsung di […]

  • Berlandaskan Moral dan Kemanusiaan, Morality Movement Foundation Gelar Aksi Sosial

    Berlandaskan Moral dan Kemanusiaan, Morality Movement Foundation Gelar Aksi Sosial

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 58
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukabumi, Morality Movement Foundation (MMF) merupakan komunitas yang bergerak di ranah moral dan kemanusiaan dengan misi menegakkan nilai etika, keadilan, serta memberikan perlindungan bagi masyarakat yang terdampak ketidakadilan maupun keterbatasan ekonomi. Dengan visi mewujudkan keadilan sosial yang bermartabat dan berkelanjutan, MMF hadir sebagai wadah transformatif yang mendorong generasi muda menjadi agen perubahan melalui program-program […]

  • Muhammadiyah dan NU Dipersoalkan sebagai Civil Islam

    Muhammadiyah dan NU Dipersoalkan sebagai Civil Islam

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 57
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) Jakarta menggelar diskusi yang mempertanyakan relevansi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai civil Islam. Diskusi tersebut diadakan 23 Januari 2026 di Gerak Gerik Coffe & Bookstore, Ciputat, Tangerang Selaatan. Turut diundang sebagai narasumber dalam kegiatan ini Andar Nubowo (Direktur Eksekutif Maarif Institute), Rifma Ghulam (Akademisi UHAMKA) dan […]

  • Pesantren Berkemajuan Dimulai dari Kepengasuhan Tanpa Perundungan: Refleksi Diklat Kepengasuhan Zero Bullying

    Pesantren Berkemajuan Dimulai dari Kepengasuhan Tanpa Perundungan: Refleksi Diklat Kepengasuhan Zero Bullying

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 35
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kebumen – Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menyelenggarakan Pelatihan Kepengasuhan Pesantren Zero Bullying di Pesantren Modern Wiriosoedarmo Muhammadiyah (TrenMu) Gombong, Kebumen, melalui Korwil Karesidenan Banyumas. Selasa (27/01/26) Kegiatan ini diikuti oleh 90 peserta yang merupakan perwakilan Pesantren Muhammadiyah se-Korwil Karesidenan Banyumas meliputi Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen. Setiap […]

  • UMS dan APU Malaysia Jalin Kolaborasi, Tingkatkan Penelitian Berdampak

    UMS dan APU Malaysia Jalin Kolaborasi, Tingkatkan Penelitian Berdampak

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 34
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Lembaga Riset dan Inovasi (LRI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan profesor tamu (visiting professor) Prof. Dr. Mohammad Falahat dari Asia Pacific University of Technology Innovation, Malaysia. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pusat studi di UMS pada Selasa (22/7) di Ruang Seminar Pascasarjana, Kampus 2 UMS. Wakil Rektor V UMS Prof. Supriyono, Ph.D., […]

  • Tak Henti Membina Kader Muhammadiyah, Lazismu dan MPKSDI Salurkan 475 Beasiswa untuk Kader Terbaik

    Tak Henti Membina Kader Muhammadiyah, Lazismu dan MPKSDI Salurkan 475 Beasiswa untuk Kader Terbaik

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 44
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Pekan kedua Juli 2025, pengumuman pembukaan beasiswa kader Muhammadiyah resmi dibuka. Akun resmi Lazismu Pusat dan MPKSDI (Majelis Pemberdayaan Kader dan Sumber Daya Insani) diburu netizen. Admin Instagram Lazismu mengaku terjadi keterlibatan pengguna dalam interaksi yang tinggi di linimasa-nya. Opsi pesan langsung yang dikirim netizen juga meningkat di akun kedua UPP Muhammadiyah […]

expand_less