Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Inkubasi Selai Buah Naga Jadi Langkah Nyata Eco Bhinneka Jaga Pangan Lokal dan Bumi

Inkubasi Selai Buah Naga Jadi Langkah Nyata Eco Bhinneka Jaga Pangan Lokal dan Bumi

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • visibility 71
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Banyuwangi – Upaya merawat bumi dan menghadapi krisis iklim dapat dimulai dari langkah sederhana di tingkat masyarakat. Hal inilah yang dilakukan SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi melalui kegiatan Kick Off Inkubasi Ecosociopreneur Selai Buah Naga yang digelar di rumah Indri Ratna Sari, Dusun Sumberjambe, Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, Ahad (10/5/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi anak muda lintas agama, perempuan, dan masyarakat lokal untuk belajar mengembangkan potensi pangan lokal berbasis usaha berkelanjutan. Peserta yang hadir berasal dari berbagai organisasi dan komunitas, mulai dari, Nasyiatul Aisyiyah, pemuda lintas agama, APUNA (Asosiasi Pengusana Nasyiatul Aisyiyah) Banyuwangi, (Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia) hingga komunitas AMONG (Anak Muda Eco Bhinneka Blambangan).

Focal Point SMILE Eco Bhinneka Banyuwangi, Zahrotul Janah, menjelaskan bahwa Desa Temurejo memiliki potensi besar melalui komoditas buah naga yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat. Melalui program inkubasi ini, masyarakat didampingi mulai dari proses produksi, keamanan pangan, standar kualitas, pengemasan, hingga pemasaran digital agar produk lokal mampu memiliki nilai tambah ekonomi.

“Desa Temurejo sangat lekat dengan pertanian buah naga sebagai komoditas utama. Hari ini kita belajar bersama bagaimana buah naga dapat diolah menjadi produk lain seperti selai dan makanan olahan lain sehingga memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa menjaga pangan lokal dan membangun usaha ramah lingkungan merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap bumi.

“Mengatasi krisis iklim tidak selalu dimulai dari hal besar; menjaga pangan lokal, mencintai bumi, dan membangun usaha yang berkelanjutan adalah bentuk perlawanan nyata yang bisa dimulai dari langkah kecil bersama,” tambahnya.

Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur, Desi Ratnasari, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun Eco Bhinneka Muhammadiyah bersama pemuda lintas iman dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi hijau masyarakat.

Menurutnya, ecosociopreneur tidak hanya berbicara tentang keuntungan ekonomi, tetapi juga bagaimana usaha yang dijalankan dapat turut menjaga keseimbangan lingkungan dan melestarikan potensi lokal.

“Ada potensi lokal yang harus dijaga dan dikembangkan secara kreatif dan kolaboratif sehingga dapat melahirkan pengusaha perempuan yang mandiri, inovatif, dan peduli lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Program Eco Bhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan, menyampaikan bahwa perubahan iklim telah berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat, termasuk menurunnya hasil panen dan hilangnya berbagai pangan lokal akibat cuaca yang tidak menentu.

Ia menilai pengolahan buah naga menjadi produk pangan berkelanjutan merupakan salah satu bentuk perlawanan terhadap krisis iklim sekaligus edukasi kepada masyarakat untuk lebih mencintai bumi.

“Tidak semata tentang jual beli, tetapi membangun rasa cinta terhadap bumi dan menghadirkan produk olahan yang tidak memperparah krisis iklim,” katanya.

Dalam sesi praktik, peserta mendapatkan pendampingan langsung dari Nina Rosita dari Departemen Ekonomi dan Kewirausahaan PDNA Banyuwangi mengenai produksi selai buah naga berbasis zero waste. Seluruh bagian tanaman buah naga dimanfaatkan, mulai dari buah, kulit, hingga batangnya sehingga tidak meninggalkan sampah produksi.

Selain praktik produksi, peserta juga didorong menggunakan kemasan ramah lingkungan seperti botol kaca dan konsep membawa wadah sendiri guna mengurangi sampah plastik.

Melalui kegiatan ini, Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi berharap lahir pengusaha muda berbasis pangan lokal yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mampu menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat solidaritas lintas iman, dan membangun masa depan bumi yang lebih berkelanjutan.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KAJIAN RAMADHAN UAD, HADIS-HADIS TENTANG ILMU

    KAJIAN RAMADHAN UAD, HADIS-HADIS TENTANG ILMU

    • calendar_month Rabu, 13 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 208
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Masjid islamic center UAD sebagai tempat penyelenggaraan berbagai rangkaian agenda kegiatan Ramadan di kampus selalu bisa mendatangkan antusiasme dari mahasiswa hingga masyarakat umum. Agenda Ramadan di kampus berupa pembagian takjil dan kajian menjelang berbuka seolah menjadi agenda yang paling diminati. Melihat ramainya jamaah yang datang untuk berbuka dan mendengarkan kajian pada hari […]

  • Indonesia Seharusnya Bisa! Mimpi Besar Menuju 2045

    Indonesia Seharusnya Bisa! Mimpi Besar Menuju 2045

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Oleh: Rohmad Mucharom Indonesia adalah negara yang dikaruniai kekayaan luar biasa. sumber daya alam berlimpah, keberagaman budaya, letak geografis strategis, dan jumlah penduduk muda yang besar. Namun, kenyataan hari ini jauh dari potensi tersebut. Negara ini masih bergulat dengan ketergantungan pada ekspor mentah, lemahnya industrialisasi, impor pangan, serta akses pendidikan dan kesehatan yang belum merata. […]

  • Drumband Surya Nada Mula MIM 09 Hipnotis Ribuan Pasang Mata pada Karnaval Pendidikan Desa Labuhan

    Drumband Surya Nada Mula MIM 09 Hipnotis Ribuan Pasang Mata pada Karnaval Pendidikan Desa Labuhan

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 89
    • 0Komentar

    KABARMUH.I, LABUHAN – Suasana Karnaval Pendidikan Desa Labuhan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 mendadak riuh dan penuh haru pada Sabtu (22/7/2026). Gemuruh tepuk tangan dan decak kagum ribuan penonton pecah saat group drumband legendaris Surya Nada Mula dari MI Muhammadiyah 09 Labuhan (MI MULA) unjuk gigi membelah jalanan desa. […]

  • Mantapkan Arah Gerak, PC IMM Sukoharjo 2026 Resmi Dilantik

    Mantapkan Arah Gerak, PC IMM Sukoharjo 2026 Resmi Dilantik

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 96
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pelantikan & Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sukoharjo periode 2026 sukses digelar dengan khidmat dan penuh semangat kepemimpinan pada Minggu, (5/4), bertempat di Auditorium Moh. Djazman Kampus 1 UMS. Acara dimulai dengan pembukaan yang diikuti oleh seluruh peserta, tamu undangan, serta kader IMM dari berbagai Komisariat. […]

  • SISTEM BANK DAN SOLUSINYA DALAM BUKU PENDIDIKAN KAUM TERTINDAS

    SISTEM BANK DAN SOLUSINYA DALAM BUKU PENDIDIKAN KAUM TERTINDAS

    • calendar_month Jumat, 1 Apr 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 703
    • 0Komentar

    Oleh : Salsabila Rahmadhani Utami (202110230311006) Pendidikan adalah salah satu hal yang penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Pendidikan harusnya menghasilkan individu yang memiliki rasa kemanusiaan, produktif, bertanggung jawab, dan membawa perubahan dalam masyarakat. Pendidikan juga harus membebaskan manusia dari segala ketidaktahuan dan membebaskan diri memberi pendapat. Maka pendidikan yang baik sejatinya membebaskan dari segala rintangan, […]

  • Inovasi Rekayasa Geoteknik, Tim UMS Raih Juara 3 Civil Innovation Challenge 2025

    Inovasi Rekayasa Geoteknik, Tim UMS Raih Juara 3 Civil Innovation Challenge 2025

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Tim GEOTERRA CUBE dari Program Studi Teknik Sipil berhasil meraih Juara 3 pada ajang Civil Innovation Challenge (CIC) 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) Tahun 2025. Tahun ini, CIC mengusung tema “Rekayasa Geoteknik Guna Membebaskan Indonesia dari Barier Interaksi antar Daerah”. […]

expand_less