Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Karang Tangguh Diresmikan di NTB, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Gaungkan Ketahanan Iklim dari Desa

Karang Tangguh Diresmikan di NTB, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Gaungkan Ketahanan Iklim dari Desa

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Sumbawa – Dalam rangka memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana dan perubahan iklim, Program SIAP SIAGA meluncurkan inisiatif “Karang Tangguh” dalam Workshop dan Kick-Off Rencana Kerja Tahunan 2025 yang digelar di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Program “Karang Tangguh” merupakan program kolaboratif antara Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) atau Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah.

Inisiatif ini hadir sebagai bentuk dukungan Muhammadiyah terhadap percepatan implementasi Peraturan Gubernur NTB Nomor 84 Tahun 2022 tentang Desa Tangguh Bencana (DESTANA), sekaligus langkah konkret dalam mendorong integrasi pengurangan risiko bencana ke dalam perencanaan pembangunan desa. Ketua LRB/MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, hadir langsung untuk menandatangani peresmian kerjasama program ini pada Rabu, 11 Juni 2025.

Indrayanto, Wakil Ketua LRB/MDMC PP Muhammadiyah, menjelaskan bahwa Program Karang Tangguh. (11/6)

Wakil Ketua LRB/MDMC PP Muhammadiyah, Indrayanto, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk menciptakan desa tangguh bencana melalui penguatan ketahanan pangan dan adaptasi perubahan iklim yang inklusif serta berkelanjutan.

“Program ini kami rancang untuk memperkuat daya lenting masyarakat desa terhadap bencana, khususnya dengan membangun ketahanan pangan yang terintegrasi dengan adaptasi perubahan iklim,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program ini juga menekankan pentingnya penguatan komunitas dan kelompok rentan.

“Selain itu, kami juga ingin mendorong pelibatan lebih besar dari jaringan Muhammadiyah di berbagai daerah agar menjadi bagian dari solusi berbasis komunitas,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua LLHPB PP ‘Aisyiyah, Rahmawati Husein, menegaskan komitmen ‘Aisyiyah dalam mendorong pembentukan desa tangguh iklim bersama MDMC melalui pendekatan komunitas.

“Kami akan fokus pada penanaman mangrove serta penguatan ketahanan pangan berbasis kelautan sebagai bentuk adaptasi komunitas terhadap perubahan iklim,” jelasnya.

Ia juga menekankan peran sentral perempuan dalam pembangunan ketangguhan.

“Perempuan, melalui gerakan ‘Aisyiyah, bukan hanya menjadi penerima dampak, tapi juga aktor utama dalam membangun ketangguhan bersama masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapannya agar inisiatif ini dapat berkembang dan direplikasi di berbagai wilayah.

“Kami berharap program ini menjadi percontohan yang bisa direplikasi secara mandiri di wilayah lain,” tutupnya.

Kick-Off ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi multipihak dalam implementasi pengurangan risiko bencana yang terintegrasi dan berkelanjutan. Program SIAP SIAGA sendiri merupakan bentuk kemitraan antara Pemerintah Indonesia (BNPB) dan Pemerintah Australia yang berfokus pada penguatan sistem kelembagaan penanggulangan bencana, khususnya BPBD di tingkat provinsi dan kabupaten.

Kegiatan ini dihadiri lebih dari 70 peserta dari berbagai kalangan, termasuk perwakilan BNPB, Kedutaan Besar Australia, SIAP SIAGA Nasional, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa, seperti BPBD, Bappeda, Dinas PMD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas P3AP2KB, Diskominfo, serta unsur masyarakat sipil seperti Forum PRB dan Forum Perguruan Tinggi PB.

Dengan kolaborasi erat antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan mitra pembangunan, Program Karang Tangguh diharapkan menjadi model pendekatan komunitas yang mampu menjawab tantangan krisis iklim dan memperkuat ketahanan lokal secara inklusif dan berkelanjutan.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diskusi Spiritual Changemakers: Aktivis Lintas Iman Serukan Empati Jadi Aksi Nyata

    Diskusi Spiritual Changemakers: Aktivis Lintas Iman Serukan Empati Jadi Aksi Nyata

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Peluncuran buku Spiritual Changemakers: Lentera Perubahan dari Keberagaman untuk Bumi dan Kemanusiaan tidak hanya menjadi momentum perayaan karya kolaboratif lintas iman, tetapi juga ruang refleksi melalui diskusi publik. Sesi diskusi menghadirkan aktivis lingkungan sekaligus tokoh lintas iman, yaitu Prigi Arisandi, Parid Ridwanuddin dari GreenFaith Indonesia, dan Pdt. Meilany Risamasu dari GPIB Karang […]

  • UMS Teguhkan Peran Dosen dan Tendik untuk Pengembangan AUM Muhammadiyah

    UMS Teguhkan Peran Dosen dan Tendik untuk Pengembangan AUM Muhammadiyah

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan Workshop dan Pelatihan bertajuk “One Dosen – One Tendik – One AUM”. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 16 Mei 2026, bertempat di Ruang Seminar Lantai 7, Gedung Induk Siti Walidah UMS. Diikuti oleh segenap dosen dan tenaga kependidikan (tendik) […]

  • Pelajar, Pemerintah dan Rakyat

    Pelajar, Pemerintah dan Rakyat

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Oleh : Hakim Muttaqie Azka Ketua Advokasi dan Kebijakan Publik Pimpinan Daerah IPM Kota Tasikmalaya Tidak sama halnya dengan lagu “Aku, kamu dan Samudra” yang dirilis oleh band Rebellion Rose di albumnya yang berjudul Partai Anarki, dalam lagunya mereka mengangkat tema-tema seperti ketidakadilan sosial, perjuangan, kebebasan dan kisah cinta yang penuh tantangan. Sebuah narasi tentang […]

  • Pesantren Al Mujahidin Balikpapan Mantap Menuju Standar Nasional lewat Akreditasi LP2PPM

    Pesantren Al Mujahidin Balikpapan Mantap Menuju Standar Nasional lewat Akreditasi LP2PPM

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Pondok Pesantren Al Mujahidin Balikpapan, Kalimantan Timur, resmi menjalani proses akreditasi oleh Lembaga Pengembangan Pesantren, Pendidikan, dan Majelis (LP2PPM). Proses ini menjadi bagian dari program akreditasi gelombang pertama yang diikuti oleh 9 dari total 444 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) pesantren di seluruh Indonesia. Langkah akreditasi ini menjadi upaya nyata pesantren dalam memastikan […]

  • Eco Bhinneka Muhammadiyah Angkat Potensi Lokal dan Inovasi Komunitas di Muktamar Nasyiatul Aisyiyah

    Eco Bhinneka Muhammadiyah Angkat Potensi Lokal dan Inovasi Komunitas di Muktamar Nasyiatul Aisyiyah

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA — Eco Bhinneka Muhammadiyah menggelar talkshow bertajuk “Menggerakkan Potensi Lokal, Menguatkan Komunitas” dalam rangkaian Tanwir III dan Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Hotel Dwangsa Lorin, Surakarta, Kamis (6/8/2026). Sesi ini menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai bagaimana pengetahuan dan potensi lokal dapat dikembangkan menjadi kekuatan untuk mendorong perubahan sosial, lingkungan, dan ekonomi di tingkat […]

  • Pendidikan Jasmani FKIP UMS Libatkan Stakeholder Solo Raya Susun Kurikulum Berdaya Saing

    Pendidikan Jasmani FKIP UMS Libatkan Stakeholder Solo Raya Susun Kurikulum Berdaya Saing

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Kurikulum Pendidikan Jasmani pada Senin (9/2). Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) bidang pendidikan jasmani dan olahraga se-Solo Raya sebagai upaya memperkuat daya saing lulusan. FGD tersebut merupakan langkah strategis […]

expand_less