BeritaInspirasiJateng

Kelas Menulis IMM An-Nahl Umkla : Ikhtiar Meneguhkan Intelektualitas Mahasiswa

KABARMUH.ID, KLATEN – Dialektika hangat antara narasumber dan belasan peserta kelas penulisan menghiasi pembukaan dan pertemuan pertama Kelas Menulis Essai dan Opini bertema “Pena Berkemajuan: Dari Gagasan Menuju Perubahan” yang diadakan Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah An-Nahl (PK IMM An-Nahl) Universitas Muhammadiyah Klaten pada hari Sabtu, 22 November 2025 di ruang meeting Universitas Muhammadiyah Klaten.

Acara bertajuk kelas penulisan yang spesifik mempelajari essai dan opini populer ini diikuti dari mahasiswa umum, kader IMM Klaten, dan personalia PK IMM An-Nahl sendiri. Dalam prakata pembuka Iksan selaku ketua umum PK IMM An-Nahl menuturkan bahwa kelas menulis ini merupakan realisasi konsep intelektualitas melekat pada Tri-Kompetensi dasar IMM yang hendak diikhtiarkan PK IMM An-Nahl secara partisipatif dengan mahasiswa lainnya. iksan juga berharap melaui karya dan gagasan sebagai output dari kelas penulisan dapat menjadi kontribusi yang bermanfaat bagi banyak pihak khususnya mahasiswa UMKLA dan Masyarakat secara luas.

“melalui medium berupa tulisan, mahasiswa secara partisipatif dapat berperan sebagai problem solver terhadap masalah yang sedang dihadapi atau isu-isu konteksnya dekat dengan mahasiswa sehingga perlu direspons secara positif melalui narasi-narasi termuat dalam tulisan nantinya. langkah tepat PK IMM An-Nahl dalam membuka ruang literasi kritis dan mendorong mahasiswa untuk menyuarakan gagasannya secara konstruktif.” Al-Faiz, narasumber pada pertemuan pertama, menegaskan bahwa tulisan merupakan medium penting bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan dan berkontribusi secara positif.

Usman Abdullah selaku peserta kelas menulis ini mengaku mendapatkan pengalaman dan wawasan yang baik dan jarang ditemui di kursi perkuliahan, “sangat berkesan dengan kelas menulis ini, bagi saya pengalaman dan wawasan yang disampaikan narasumber sangat jarang ditemui di kursi perkuliahan dan penting di masifkan agar semakin banyak mahasiswa mendapat ruang untuk belajar menulis secara kritis.”

Pertemuan pertama berlangsung secara interaktif selama 1 jam 30 menit yang diikuti oleh belasan peserta. Pembahasan difokuskan pada pengenalan penulisan opini serta peran strategisnya di ruang publik, sehingga peserta memperoleh pemahaman awal yang kuat sebelum memasuki materi-materi lanjutan.

Editor: Alfarabi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button