Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kemendiktisaintek Dorong PTMA Perkuat Ekosistem Riset dan Internasionalisasi Kampus

Kemendiktisaintek Dorong PTMA Perkuat Ekosistem Riset dan Internasionalisasi Kampus

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Upaya meningkatkan daya saing perguruan tinggi Indonesia di kancah global menjadi sorotan dalam forum pertemuan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Direktur Kelembagaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek), Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M., menegaskan bahwa internasionalisasi bukan semata tentang peringkat dunia, melainkan tentang membangun ekosistem riset dan inovasi yang berdaya saing global.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan “Annual Meeting Asosiasi Kantor Urusan Internasional (ASKUI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) 2025”, di ruang meeting Hotel Alana, pada Senin-Rabu (20-22/10), dengan dihadiri oleh delegasi dari 45 PTMA dari berbagai daerah di Indonesia.

Guru besar yang akrab disapa dengan Najib itu menyebut, saat ini terdapat sekitar 4.300 institusi pendidikan tinggi di Indonesia, jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan dengan Tiongkok yang hanya memiliki sekitar 2.400 institusi. Namun, jumlah yang besar itu tidak serta-merta berbanding lurus dengan kualitas. “Kampus di Indonesia memang banyak, tapi yang masuk dalam top dunia masih sangat sedikit. Ranking itu sebenarnya cerminan dari kualitas akademik dan riset,” ungkapnya, Senin (20/10).

Kemendiktisaintek, Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M., Dorong PTMA Perkuat Ekosistem Riset dan Internasionalisasi Kampus

Ia menegaskan, tujuan utama bukan sekadar mengejar peringkat QS World University Rankings, tetapi bagaimana perguruan tinggi dapat menarik talenta global dan membangun ekosistem riset yang kuat. Dalam sistem pemeringkatan QS, indikator yang dinilai meliputi reputasi akademik, reputasi employer, rasio dosen dan mahasiswa, jumlah dosen serta mahasiswa internasional, dan jumlah sitasi per fakultas.

“Masalah kita saat ini ada pada tiga hal utama. Pertama, rendahnya sitasi per publikasi. Kedua, minimnya mahasiswa internasional. Dan ketiga, terbatasnya jejaring riset internasional,” kata dia.

Najib mencontohkan, sitasi per kapita tertinggi di Indonesia hanya mencapai 2,6 yang dimiliki ITB, jauh di bawah universitas di Malaysia yang mencapai 40.

Selain itu, Malaysia juga berhasil menarik ribuan mahasiswa asing berkat ekosistem yang mendukung, termasuk penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. “Di Malaysia, banyak kelas internasional yang membuat mahasiswa asing mudah beradaptasi. Di Indonesia, ini masih menjadi tantangan,” tambahnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Najib menjelaskan bahwa pemerintah tengah memfasilitasi kolaborasi riset internasional serta membangun repositori nasional yang menghimpun artikel ilmiah peneliti Indonesia agar dapat diakses luas.

“Banyak penelitian kita berkualitas, tapi sulit diakses. Dengan repository ini, dosen dan peneliti Indonesia bisa saling memperkuat,” ujarnya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya kemitraan antara perguruan tinggi, baik antara PTN dan PTS maupun antar-PTS. “Kalau kita saling berkolaborasi, akan terjadi ledakan inovasi yang besar. Tidak hanya dengan luar negeri, tapi juga sesama peneliti dalam negeri,” tegasnya.

Dalam konteks internasionalisasi mahasiswa, Najib memaparkan adanya dua program beasiswa yang tengah dikelola, yaitu The Indonesian AID Scholarship (TIAS) dan Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Program ini ditujukan untuk memperkuat kerja sama antarnegara dengan mengundang mahasiswa dari luar negeri belajar di Indonesia. “Saat ini, UMS dan Universitas Muhammadiyah Malang sudah ikut bergabung dalam program tersebut,” katanya.

Najib juga mengingatkan bahwa arah internasionalisasi PTMA ke depan bukan semata-mata mengejar ranking dunia, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pembangunan berkelanjutan (SDGs). “Kita ingin kampus menjadi ‘Kampus Berdampak’. Karena itu, ukuran keberhasilan bukan hanya riset, tapi juga kontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan seperti pengentasan kemiskinan dan peningkatan pendidikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menghasilkan penelitian kelas dunia, karena banyak permasalahan lokal yang bernilai global. “Kasus stunting, pemberdayaan ekonomi, hingga sistem sosial di desa-desa kita itu bisa menjadi riset kelas dunia. Kita hanya perlu mengemasnya dengan pendekatan ilmiah yang kuat,” tuturnya.

Sebagai penutup, Najib mengajak seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah untuk menjadikan internasionalisasi sebagai jalan dakwah Islam berkemajuan.

“Internasionalisasi bukan hanya soal mahasiswa asing atau akreditasi internasional, tapi bagaimana kita bisa memperkenalkan konsep Islam berkemajuan di tingkat dunia. Melalui kolaborasi riset, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta mobilitas akademik, PTMA bisa menjadi jembatan peradaban global,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang juga Wakil Ketua V Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Jamhari Makruf, M.A., Ph.D., menambahkan bahwa untuk menjadi perguruan tinggi berkelas dunia, ada tiga hal yang harus dilakukan yaitu meningkatkan ranking, memperkuat internasionalisasi, dan memperluas kerja sama global.

“Kalau ingin dikenal dunia, mau tidak mau kita harus masuk dalam ekosistem global,” ujarnya.

Pemaparan Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang juga Wakil Ketua V Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Jamhari Makruf, M.A., Ph.D.

Jamhari juga menyoroti pentingnya reformasi dalam riset nasional, terutama dalam durasi dan pembiayaan penelitian. “Selama ini riset kita dibatasi oleh siklus APBN yang pendek. Penelitian yang bagus itu perlu waktu panjang dan ruang untuk gagal. Kalau gagal dianggap tidak berhasil, maka tidak akan pernah ada inovasi,” tegasnya. (Fika/Humas)

Editor: Al Fadhlil Raihan Yunan

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MDMC Wilayah Lampung ikuti Pelatihan Fasilitator SPAB Berbasis Satuan Pendidikan Keagamaan

    MDMC Wilayah Lampung ikuti Pelatihan Fasilitator SPAB Berbasis Satuan Pendidikan Keagamaan

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 137
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan keagamaan, Konsorsium Pendidikan Bencana (KPB) Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Fasilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Acara ini diikuti oleh 32 peserta, diantaranya 2 peseta Tri Priyo Saputro dan M. Romadona dari kontingen MDMC wilayah Lampung, dan kegiatan tersebut berlangsung  23-25 Oktober 2024 di Wisma Sargede, […]

  • Menjadi Manusia Autentik di Era AI

    Menjadi Manusia Autentik di Era AI

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Oleh: M. Rendi Nanda Saputra Perkembangan Artificial Intelligence kian hari semakin sulit diabaikan. Kecerdasan buatan itu masuk ke hampir semua aspek kehidupan, bermula dari pertanyaan yang kompleks sampai receh, hingga mampu menulis dan melukis layaknya manusia. Wajahnya selalu bersinar disetiap manusia yang berinteraksi dengannya, bisa sesuai mode yang manusia inginkan, dan menjawab apapun yang manusia […]

  • Tim Pengabdian KESMAS UMS Gandeng Puskesmas Gilingan Cegah Anemia Ibu Hamil Lewat ANECMA

    Tim Pengabdian KESMAS UMS Gandeng Puskesmas Gilingan Cegah Anemia Ibu Hamil Lewat ANECMA

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 34
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Kesehatan Masyarakat (KESMAS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalin kolaborasi dengan Puskesmas Gilingan dalam upaya memperkuat pencegahan anemia pada ibu hamil. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan aplikasi kesehatan digital ANECMA sebagai media edukasi dan pemantauan kesehatan ibu hamil. Melalui program pengabdian masyarakat yang dipimpin oleh Izzatul Arifah, S.KM., M.P.H., dosen […]

  • Mahasiswa Fisioterapi UMS Paparkan Riset Neuroplastisitas di SEAPAC 2025

    Mahasiswa Fisioterapi UMS Paparkan Riset Neuroplastisitas di SEAPAC 2025

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Mahasiswa Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sherin Nada Salsabila, mencatatkan prestasi dengan berpartisipasi pada konferensi internasional South East Physical Activity Conference (SEAPAC) 2025 yang diadakan di Thailand. Dalam forum tersebut, ia memaparkan kajian mengenai neuroplastisitas yang berjudul ‘Neuroplasticity in Motor-Sensory Based Rehabilitation for Cerebral Palsy’. Penelitian yang ia presentasikan merupakan […]

  • HMP IQT UMS Gelar DIKLAT, Tingkatkan Solidaritas dan Loyalitas Anggota Baru

    HMP IQT UMS Gelar DIKLAT, Tingkatkan Solidaritas dan Loyalitas Anggota Baru

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 118
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (HMP IQT) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menggelar Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) dengan tema “Menanamkan Nilai Solidaritas dan Loyalitas dalam Merealisasikan Tujuan Bersama”. Kegiatan yang berlangsung pada 22-24 November 2024 ini bertempat di SMK Muhammadiyah 2 Andong, Kabupaten Boyolali. Acara tahunan […]

  • Semangat Kepanduan! Hizbul Wathan UMS Berperan Peringati Hardiknas 2024

    Semangat Kepanduan! Hizbul Wathan UMS Berperan Peringati Hardiknas 2024

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 230
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) berlangsung khidmat untuk civitas akademika di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tepatnya di Lapangan Siti Walidah. Hizbul Wathan UMS dengan penuh semangat mengambil peran sebagai pengibar bendera dan komandan barisan dalam upacara peringatan tersebut pada tanggal 2 Mei 2024. Upacara tersebut juga dihadiri oleh segenap civitas akademika, […]

expand_less