BeritaKaltim

KHGT dan Spirit Islam Berkemajuan dalam Khutbah Sekretaris PWM Kaltim

Penetapan Ramadhan melalui KHGT diposisikan sebagai ikhtiar tajdid.

bahwa penetapan 1 Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026 berdasarkan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) merupakan bagian dari ikhtiar Persyarikatan dalam menghadirkan kepastian ibadah berbasis ilmu pengetahuan.

Khutbah Jumat yang disampaikan Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur, H. Amir Hady, di Masjid Ad Dakwah Samarinda, Jumat (6/2/2026), menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali manhaj tajdid Muhammadiyah dalam menyambut Ramadhan 1447 Hijriah.

Dalam khutbah bertema “Menyambut Ramadhan dengan Ilmu, Akhlak, dan Kedewasaan Beragama”, Amir Hady menegaskan bahwa Muhammadiyah memandang Ramadhan bukan sekadar agenda ritual tahunan, melainkan proses pendidikan ruhani, intelektual, dan ideologis umat.

Ia menjelaskan bahwa penetapan 1 Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026 berdasarkan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) merupakan bagian dari ikhtiar Persyarikatan dalam menghadirkan kepastian ibadah berbasis ilmu pengetahuan.

“Ilmu falak dan hisab bukanlah lawan syariat, tetapi alat peradaban untuk memastikan ibadah terlaksana secara tertib dan maslahat,” tegasnya.

Menurut Amir Hady, pendekatan tersebut sejalan dengan spirit Islam berkemajuan yang menjadi ciri khas Muhammadiyah sejak didirikan oleh KH Ahmad Dahlan. Agama dipahami secara rasional, dijalankan secara ilmiah, dan diorientasikan pada kemaslahatan umat.

Dalam konteks perbedaan ijtihad, ia menekankan pentingnya akhlak dakwah yang meneduhkan. Muhammadiyah, menurutnya, mendidik umat agar mampu bersikap dewasa, sabar, dan ikhlas dalam menyikapi perbedaan pandangan keagamaan.

Khutbah ini juga menegaskan bahwa Ramadhan adalah momentum konsolidasi nilai, penguatan etos ibadah, dan pembentukan karakter umat yang beradab. Empat sikap utama ditekankan, yakni ilmu yang mencerahkan, hati yang lapang, akhlak yang meneduhkan, serta tekad perubahan diri dan sosial.

Melalui khutbah tersebut, Persyarikatan mengajak seluruh warga Muhammadiyah dan umat Islam pada umumnya untuk menyambut Ramadhan dengan kesadaran ideologis, kesiapan spiritual, dan komitmen sosial, demi menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.(ay.1)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button