Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Memaknai Dakwah Berkemajuan: Hilman Latief Tekankan Aksi Kemanusiaan

Memaknai Dakwah Berkemajuan: Hilman Latief Tekankan Aksi Kemanusiaan

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Jakarta – Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, menegaskan bahwa kerja-kerja kemanusiaan yang dilakukan persyarikatan di berbagai wilayah terdampak bencana merupakan bagian salah satu wujud nyata dari dakwah Islam Berkemajuan. Hal tersebut ia sampaikan dalam ZISKA Talks Tarhib Ramadhan Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah bertajuk “Tangguh dan Sejahtera: Dari Respon ke Pemulihan Bencana Sumatera” pada Kamis (12/2/26).

Hilman mengucapkan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh tim di lapangan. “Apa yang kita lakukan hari ini bukan sekadar respons teknis terhadap bencana, tetapi bagian dari risalah besar Muhammadiyah dalam menerjemahkan Islam sebagai gerakan dakwah dan misi kemanusiaan. Ini kerja mulia, dan tentu tidak mudah,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa dakwah dalam perspektif Muhammadiyah tidak hanya dimaknai sebagai ceramah atau penyampaian pesan keagamaan, melainkan juga sebagai gerakan amar ma’ruf nahi munkar yang diwujudkan dalam aksi nyata.

“Mengajak kepada kebaikan itu mencakup aspek sosial, ekonomi, etika, bahkan politik. Termasuk di dalamnya menggerakkan umat untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah. Di sinilah peran lembaga pengelola zakat menjadi sangat penting,” kata Hilman.

Menurutnya, momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk memperkuat tradisi filantropi umat. Ia menyebut bahwa bulan suci memberi ruang spiritual yang lebih luas bagi masyarakat untuk berbagi.

“Ramadan selalu menghadirkan gelombang kedermawanan. Tugas kita adalah mengelolanya dengan baik, akuntabel, dan profesional agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan,” tegas Hilman.

Ia juga mengingatkan pentingnya inovasi dalam dakwah kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa Islam harus diposisikan sebagai gerakan ilmu sekaligus gerakan amal. “Dakwah tidak cukup hanya dengan semangat dan empati. Kita membutuhkan basis keilmuan, inovasi, evaluasi program, monitoring, hingga audit yang kuat. Tanpa ilmu, kerja kemanusiaan akan berjalan berat dan tidak berkelanjutan,” jelas Hilman.

Ia menambahkan, tradisi Muhammadiyah sejak awal telah menempatkan pendidikan dan pencerahan sebagai fondasi gerakan. Karena itu, kerja kemanusiaan pun harus dikelola dengan standar profesional dan tata kelola yang baik. “Akuntabilitas adalah bagian dari sifat keislaman kita. Ketika kita terbuka terhadap evaluasi dan audit, itu bukan beban, tetapi justru penguat integritas,” ungkapnya.

Dalam konteks respons bencana, Hilman mencontohkan bagaimana Muhammadiyah tetap hadir bahkan bertahun-tahun setelah bencana terjadi. Ia menyinggung pengalaman pendampingan pascagempa di Cianjur yang masih berjalan hingga beberapa tahun setelah kejadian. “Sering kali orang mengira kerja kemanusiaan selesai ketika fase tanggap darurat berakhir. Padahal, justru di fase pemulihan jangka panjang itulah komitmen kita diuji,” tuturnya.

Lebih jauh, Hilman mengaitkan kerja kemanusiaan dengan pesan Al-Qur’an dalam Surah Al-Balad tentang “aqabah” atau jalan terjal yang berat untuk ditempuh. Menurutnya, membantu sesama dalam kondisi sulit merupakan bentuk nyata menaklukkan aqabah tersebut.

“Al-Qur’an menggambarkan aqabah sebagai jalan yang berat: membebaskan manusia dari ketertekanan, memberi makan saat masa sulit, membantu anak yatim dari kerabat terdekat, dan menolong fakir miskin yang sangat papa. Itu semua bukan perkara ringan,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa kepedulian sosial sering kali lebih mudah diberikan kepada pihak yang jauh, namun justru terasa berat ketika menyentuh lingkar terdekat. “Kadang kita mudah membantu orang lain, tetapi lupa pada keluarga atau lingkungan sekitar yang membutuhkan. Padahal, Al-Qur’an mengajarkan keseimbangan itu,” ujarnya.

Hilman juga menyoroti tantangan kepekaan sosial di tengah situasi kemiskinan ekstrem. Menurutnya, kehadiran relawan dan penggerak kemanusiaan merupakan wujud nyata keberanian moral untuk tetap peduli. “Tanpa kita sadari, teman-teman relawan sedang mendaki aqabah itu. Menjangkau wilayah bencana, menggerakkan donasi, menguatkan korban—semuanya adalah bagian dari perjuangan menaklukkan jalan terjal tersebut,” katanya.

Ia juga mendorong agar kerja-kerja kemanusiaan ini terus dikabarkan kepada publik sebagai bentuk transparansi sekaligus inspirasi. Program yang dirancang, lanjutnya, bersifat jangka menengah dan panjang, bahkan bisa melampaui satu tahun ke depan.

Hilman menyampaikan pesan semangat kepada seluruh relawan di daerah. “Apa yang Anda lakukan di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan wilayah lain adalah bagian dari ikhtiar besar menaklukkan aqabah. Semoga setiap langkah kita menjadi amal saleh yang diridhai Allah SWT,” tutupnya.

(Media dan Publikasi Lazismu PP Muhammadiyah/Soleh)

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laku Prihatin: Pilar Etikal di Dunia Usaha Muhammadiyah

    Laku Prihatin: Pilar Etikal di Dunia Usaha Muhammadiyah

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Oleh: Brili Agung, S,ST, M.M (Koordinator Daerah SUMU Banyumas) SUMU (Serikat Usaha Muhammadiyah) dibangun di atas tiga nilai utama: Terbuka, Tangan di Atas, dan terutama Laku Prihatin. Laku Prihatin bukan slogan kosong—ini adalah semangat menahan diri, mengurangi tidur, meningkatkan waktu belajar, berdiskusi, dan membangun mimpi dalam keterbatasan. Ini bukan sekadar karakter orang Muhammadiyah sukses, tetapi […]

  • Muhammadiyah Menyambut Baik Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia

    Muhammadiyah Menyambut Baik Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Muhammadiyah menyambut baik kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia yang akan berlangsung pada 3-5 September 2024. Indonesia akan menjadi negara pertama dalam rangkaian kunjungan Paus Fransiskus ke kawasan Asia Pasifik. KABARMUH.ID, Jakarta – Surat bernomor 005/PER/I.0/B/2024 yang ditandatangani oleh Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Sc. dan Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed—masing-masing Ketua Umum dan Sekretaris Umum Pimpinan […]

  • Seminar Pasar Modal PC IMM Sukoharjo Hadirkan Praktisi Keuangan, Bekali Mahasiswa Strategi Investasi Saham

    Seminar Pasar Modal PC IMM Sukoharjo Hadirkan Praktisi Keuangan, Bekali Mahasiswa Strategi Investasi Saham

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Suasana Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Solo tampak berbeda pada Jumat siang, 19 Juni 2026. Bukan deru transaksi saham yang mendominasi ruangan, melainkan riuh antusiasme puluhan mahasiswa dan generasi muda Solo Raya yang berkumpul untuk satu tujuan: menata masa depan finansial mereka sejak dini. Di tempat inilah, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah […]

  • Karang Tangguh Diresmikan di NTB, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Gaungkan Ketahanan Iklim dari Desa

    Karang Tangguh Diresmikan di NTB, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Gaungkan Ketahanan Iklim dari Desa

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sumbawa – Dalam rangka memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana dan perubahan iklim, Program SIAP SIAGA meluncurkan inisiatif “Karang Tangguh” dalam Workshop dan Kick-Off Rencana Kerja Tahunan 2025 yang digelar di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Program “Karang Tangguh” merupakan program kolaboratif antara Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) atau Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan […]

  • Tebar Keceriaan Melalui Parcel Lebaran Bersama Nasyiatul Aisyiyah Balikpapan

    Tebar Keceriaan Melalui Parcel Lebaran Bersama Nasyiatul Aisyiyah Balikpapan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 982
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM – Semburat kebahagiaan terlihat di wajah keriput lelaki yang tinggal sendirian ini.  Ahad siang (10/5/2020), Kai Ladadi menyambut dengan senyuman kehadiran tamu-tamunya di rumah yang jauh dari tetangga. Tak lupa dirapikan bangku panjang untuk mempersilakan tamu-tamu duduk. Lalu disapanya para tamu dengan penuh keramahan. Mulailah Kai Ladadi bercerita bahwa sudah sekitar dua puluh tahun […]

  • Akhir Periode, HMP IQT UMS Sukses adakan Kajian Akbar dengan Tema “Dzikrul Maut”

    Akhir Periode, HMP IQT UMS Sukses adakan Kajian Akbar dengan Tema “Dzikrul Maut”

    • calendar_month Selasa, 19 Des 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 333
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Kamis, 14 Desember 2023, Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Quran dan Tafsir (HMP IQT) Fakultas Agama Islam UMS selenggarakan kajian akbar dengan tema “Dzikrul Maut (cukuplah kematian sebagai nasihat)”. Acara tersebut merupakan salah satu program kerja dari Bidang Kajian Quran dan Dakwah HMP IQT yang rutin diadakan satu tahun sekali. Sebanyak kurang lebih […]

expand_less