Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Memaknai Dakwah Berkemajuan: Hilman Latief Tekankan Aksi Kemanusiaan

Memaknai Dakwah Berkemajuan: Hilman Latief Tekankan Aksi Kemanusiaan

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Jakarta – Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, menegaskan bahwa kerja-kerja kemanusiaan yang dilakukan persyarikatan di berbagai wilayah terdampak bencana merupakan bagian salah satu wujud nyata dari dakwah Islam Berkemajuan. Hal tersebut ia sampaikan dalam ZISKA Talks Tarhib Ramadhan Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah bertajuk “Tangguh dan Sejahtera: Dari Respon ke Pemulihan Bencana Sumatera” pada Kamis (12/2/26).

Hilman mengucapkan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh tim di lapangan. “Apa yang kita lakukan hari ini bukan sekadar respons teknis terhadap bencana, tetapi bagian dari risalah besar Muhammadiyah dalam menerjemahkan Islam sebagai gerakan dakwah dan misi kemanusiaan. Ini kerja mulia, dan tentu tidak mudah,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa dakwah dalam perspektif Muhammadiyah tidak hanya dimaknai sebagai ceramah atau penyampaian pesan keagamaan, melainkan juga sebagai gerakan amar ma’ruf nahi munkar yang diwujudkan dalam aksi nyata.

“Mengajak kepada kebaikan itu mencakup aspek sosial, ekonomi, etika, bahkan politik. Termasuk di dalamnya menggerakkan umat untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah. Di sinilah peran lembaga pengelola zakat menjadi sangat penting,” kata Hilman.

Menurutnya, momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk memperkuat tradisi filantropi umat. Ia menyebut bahwa bulan suci memberi ruang spiritual yang lebih luas bagi masyarakat untuk berbagi.

“Ramadan selalu menghadirkan gelombang kedermawanan. Tugas kita adalah mengelolanya dengan baik, akuntabel, dan profesional agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan,” tegas Hilman.

Ia juga mengingatkan pentingnya inovasi dalam dakwah kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa Islam harus diposisikan sebagai gerakan ilmu sekaligus gerakan amal. “Dakwah tidak cukup hanya dengan semangat dan empati. Kita membutuhkan basis keilmuan, inovasi, evaluasi program, monitoring, hingga audit yang kuat. Tanpa ilmu, kerja kemanusiaan akan berjalan berat dan tidak berkelanjutan,” jelas Hilman.

Ia menambahkan, tradisi Muhammadiyah sejak awal telah menempatkan pendidikan dan pencerahan sebagai fondasi gerakan. Karena itu, kerja kemanusiaan pun harus dikelola dengan standar profesional dan tata kelola yang baik. “Akuntabilitas adalah bagian dari sifat keislaman kita. Ketika kita terbuka terhadap evaluasi dan audit, itu bukan beban, tetapi justru penguat integritas,” ungkapnya.

Dalam konteks respons bencana, Hilman mencontohkan bagaimana Muhammadiyah tetap hadir bahkan bertahun-tahun setelah bencana terjadi. Ia menyinggung pengalaman pendampingan pascagempa di Cianjur yang masih berjalan hingga beberapa tahun setelah kejadian. “Sering kali orang mengira kerja kemanusiaan selesai ketika fase tanggap darurat berakhir. Padahal, justru di fase pemulihan jangka panjang itulah komitmen kita diuji,” tuturnya.

Lebih jauh, Hilman mengaitkan kerja kemanusiaan dengan pesan Al-Qur’an dalam Surah Al-Balad tentang “aqabah” atau jalan terjal yang berat untuk ditempuh. Menurutnya, membantu sesama dalam kondisi sulit merupakan bentuk nyata menaklukkan aqabah tersebut.

“Al-Qur’an menggambarkan aqabah sebagai jalan yang berat: membebaskan manusia dari ketertekanan, memberi makan saat masa sulit, membantu anak yatim dari kerabat terdekat, dan menolong fakir miskin yang sangat papa. Itu semua bukan perkara ringan,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa kepedulian sosial sering kali lebih mudah diberikan kepada pihak yang jauh, namun justru terasa berat ketika menyentuh lingkar terdekat. “Kadang kita mudah membantu orang lain, tetapi lupa pada keluarga atau lingkungan sekitar yang membutuhkan. Padahal, Al-Qur’an mengajarkan keseimbangan itu,” ujarnya.

Hilman juga menyoroti tantangan kepekaan sosial di tengah situasi kemiskinan ekstrem. Menurutnya, kehadiran relawan dan penggerak kemanusiaan merupakan wujud nyata keberanian moral untuk tetap peduli. “Tanpa kita sadari, teman-teman relawan sedang mendaki aqabah itu. Menjangkau wilayah bencana, menggerakkan donasi, menguatkan korban—semuanya adalah bagian dari perjuangan menaklukkan jalan terjal tersebut,” katanya.

Ia juga mendorong agar kerja-kerja kemanusiaan ini terus dikabarkan kepada publik sebagai bentuk transparansi sekaligus inspirasi. Program yang dirancang, lanjutnya, bersifat jangka menengah dan panjang, bahkan bisa melampaui satu tahun ke depan.

Hilman menyampaikan pesan semangat kepada seluruh relawan di daerah. “Apa yang Anda lakukan di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan wilayah lain adalah bagian dari ikhtiar besar menaklukkan aqabah. Semoga setiap langkah kita menjadi amal saleh yang diridhai Allah SWT,” tutupnya.

(Media dan Publikasi Lazismu PP Muhammadiyah/Soleh)

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kelompok 23 KKNMas 2025 Sosialisasikan dan Praktikkan Pembuatan Lubang Resapan Biopori di SMPN 2 Mempura

    Kelompok 23 KKNMas 2025 Sosialisasikan dan Praktikkan Pembuatan Lubang Resapan Biopori di SMPN 2 Mempura

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 77
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Merempan Hilir – Kelompok 23 Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKNMAs) 2025 melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus praktik pembuatan lubang resapan biopori di SMPN 2 Mempura pada Kamis (28/8/2025). Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja unggulan yang bertujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini serta memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik. Melalui […]

  • Kemacetan Lalu Lintas Padat, PST UMS Sebut Integrasi Transportasi Umum Jadi Solusi

    Kemacetan Lalu Lintas Padat, PST UMS Sebut Integrasi Transportasi Umum Jadi Solusi

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus berupaya menjawab tantangan dan permasalahan sosial. Dalam hal ini, UMS membentuk Pusat Studi Transportasi (PST) untuk mengkaji isu-isu berkaitan dengan transportasi. Dibentuk sejak 2013, PST UMS tidak hanya mengandalkan satu perspektif dari bidang ilmu teknik sipil, melainkan dari disiplin ilmu lain seperti perspektif ekonomi, hukum, psikologi, hingga […]

  • Muhammadiyah dan RCDS Inggris Perkuat Dialog Iman, Ketahanan Iklim, dan Kolaborasi Kemanusiaan Global

    Muhammadiyah dan RCDS Inggris Perkuat Dialog Iman, Ketahanan Iklim, dan Kolaborasi Kemanusiaan Global

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 72
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, konflik geopolitik, dan polarisasi global, Muhammadiyah menerima kunjungan delegasi Royal College of Defence Studies (RCDS) Inggris dalam forum strategis bertema Interfaith Engagement, Climate Resilience, and Humanitarian Collaboration di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Pertemuan ini mempertemukan tokoh keagamaan, diplomat, pejabat sipil, dan perwira tinggi […]

  • Perkaya Praktikum Sekolah, UMS Latih Guru Biologi Ekstraksi DNA hingga Elektroforesis

    Perkaya Praktikum Sekolah, UMS Latih Guru Biologi Ekstraksi DNA hingga Elektroforesis

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar workshop series sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat dalam Rencana Pengembangan Program Studi (RPPS) yang berkolaborasi dengan Pengembangan Individual Dosen (PID). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dr. Triastuti Rahayu, M.Si., Erma Musbita Tyastuti, M.Si., dan Yasir Sidiq, M.Sc., […]

  • Resmi Dibuka, Musykom XLI PK IMM Pondok Shabran UMS Dorong Pembaruan Gagasan Kader

    Resmi Dibuka, Musykom XLI PK IMM Pondok Shabran UMS Dorong Pembaruan Gagasan Kader

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 84
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Musyawarah Komisariat (Musykom) XLI Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi dibuka pada Sabtu (27/12). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Seminar Lantai 5 Gedung Pascasarjana UMS dengan mengusung tema “Meretas Teh Ikatan untuk Menyambut Sinar Fajar Musim Semi”. Ketua Panitia, Nurul Ramadhani, dalam […]

  • Bolehkah Kita Memaksa Allah dalam Doa? Mengurai Batas Antara Kesungguhan Meminta dan Sikap Mendikte Takdir

    Bolehkah Kita Memaksa Allah dalam Doa? Mengurai Batas Antara Kesungguhan Meminta dan Sikap Mendikte Takdir

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Rohana Fathu Rohmah
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Pernahkah kita berada di satu fase di mana sebuah keinginan terasa begitu membakar dada? Pada titik itu, sajadah menjadi saksi bisu betapa malam-malam kita diisi dengan tangisan, puasa sunnah dijalankan tanpa putus, dan lembaran rupiah disedekahkan dengan harapan satu hajat segera terwujud. Namun, di tengah gemuruh ikhtiar spiritual itu, pernahkah terbesit pertanyaan di dalam hati: […]

expand_less