Mahasiswa UMS KKN-KI di Malaysia Disambut Hangat di Pondok An-Nahdloh Selangor

KABARMUH.ID, MALAYSIA – Kehadiran mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam program Kuliah Kerja Nyata Kemitraan Internasional (KKN-KI) di Malaysia mendapat sambutan hangat dan penuh kekeluargaan dari keluarga besar Pondok An-Nahdloh, Kampung Tanjung Sepat Darat, Selangor, Selasa (20/1). Sambutan tersebut menjadi kesan awal yang mendalam bagi para mahasiswa yang akan melaksanakan pengabdian masyarakat lintas negara.
Dua mahasiswa UMS yang terlibat dalam program KKN-KI tersebut adalah Agita Asri Kusumawardani dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Husna A’Izzatur Rohmah dari Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI). Keduanya tergabung dalam tim KKN-KI bersama mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya yang ditempatkan di Pondok An-Nahdloh.
Setibanya di lokasi, para mahasiswa disambut dengan lantunan hadroh yang dibawakan oleh santri putra Pondok An-Nahdloh. Penampilan hadroh tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan, tetapi juga menghadirkan suasana religius dan penuh kehangatan.
Para santri dengan ramah menyambut kedatangan mahasiswa melalui jabat tangan, senyum tulus, serta sikap terbuka yang mencerminkan nilai ukhuwah Islamiyah.
Suasana akrab semakin terasa ketika para santri dengan sigap membantu mahasiswa membawa barang-barang menuju kamar tempat istirahat. Momen sederhana namun berkesan terjadi saat salah satu santri putri bernama Atikah membagikan permen kepada setiap mahasiswa.
Tindakan kecil tersebut menjadi simbol keramahan, persaudaraan, serta penerimaan yang tulus dari para santri kepada mahasiswa KKN-KI.
Rangkaian kegiatan penyambutan kemudian dilanjutkan dengan acara perkenalan antara mahasiswa KKN-KI dan para pengasuh pondok. Perkenalan diawali oleh para ustadz dan ustadzah Pondok An-Nahdloh, di antaranya Ustadz Ahmad yang berasal dari Jawa Timur, Ustadz Mas’ud, serta Ustadzah Rika yang berasal dari Madura.
Para pengasuh menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas kehadiran mahasiswa KKN-KI yang akan turut mendampingi kegiatan pendidikan dan pembinaan santri selama beberapa waktu ke depan.

Selanjutnya, para mahasiswa KKN-KI memperkenalkan diri secara bergantian, menyampaikan asal perguruan tinggi, program studi, serta harapan mereka selama mengikuti program pengabdian di Pondok An-Nahdloh. Interaksi awal ini menjadi sarana untuk membangun komunikasi, mempererat hubungan, serta menumbuhkan rasa saling mengenal antara mahasiswa dan pihak pondok.
Mahasiswa KKN-KI yang ditempatkan di Pondok An-Nahdloh berasal dari beberapa perguruan tinggi Muhammadiyah, yakni Universitas Muhammadiyah Kuningan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Universitas Muhammadiyah Palembang.
Keberagaman latar belakang daerah dan disiplin ilmu tersebut diharapkan mampu menciptakan kolaborasi yang positif, memperkaya sudut pandang, serta menghadirkan program-program pengabdian yang inovatif dan bermanfaat bagi santri.
Dalam sambutannya, Rika selaku Ustadzah menyampaikan profil singkat Pondok An-Nahdloh. “Pondok ini berdiri pada tahun 2023 dan hingga saat ini telah membina 54 santri, yang terdiri atas 29 santri putra dan 25 santri putri.
Para santri berasal dari berbagai latar belakang dan saat ini tengah menempuh pendidikan keagamaan serta pendidikan formal maupun nonformal,” ujarnya. Senin, (26/1).
Rika berharap kehadiran mahasiswa KKN-KI dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pondok, baik dalam aspek pendidikan, pembelajaran, pendampingan santri, maupun kegiatan sosial dan keagamaan. Menurutnya, kolaborasi antara pondok pesantren dan mahasiswa perguruan tinggi merupakan kesempatan berharga untuk saling belajar dan bertukar pengalaman.
Para mahasiswa UMS mengungkapkan rasa syukur dan bahagia atas sambutan hangat yang mereka terima sejak hari pertama. Mereka menilai suasana kekeluargaan yang tercipta di Pondok An-Nahdloh menjadi modal penting dalam menjalankan seluruh program KKN-KI.
Dengan adanya penerimaan yang baik dari pihak pondok dan para santri, mahasiswa optimistis dapat melaksanakan kegiatan pengabdian secara maksimal. (Agita/Adi/Humas)
Editor: Muhammad Farhan



