Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Masa Ta’aruf IMM dan Nafas Kaderisasi Sejati

Masa Ta’aruf IMM dan Nafas Kaderisasi Sejati

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
  • visibility 108
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Naura Zukhrufana Muttatiar (Kader IMM Abduh FAI UMS)

“Masta IMM Bukan Sekadar Acara Tetapi Ia Adalah Nafas Kaderisasi, Lebih dari Seremoni, tapi Tempat Kader Menempa Diri”

Di tengah sibuknya aktivitas akademik dan organisasi kampus, ada satu momen yang selalu dinantikan oleh para calon kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan momen ini selalu disambut dengan hangatnya oleh MABA dan kader – komisariat. Yakni MASTA IMM atau Masa Ta’aruf. Lebih dari sekadar rangkaian kegiatan seremonial menyambut mahasiswa baru, MASTA adalah gerbang peradaban kaderisasi. Ia bukan hanya agenda tahunan, tapi adalah denyut awal perjuangan ideologis dan intelektual yang akan menuntun kader dalam menapaki jalan gerakan, keilmuan, dan keikhlasan.

Dari Lahirnya IMM UMS hingga MASTA IMM Pertama

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berdiri sebagai bagian dari dakwah pendidikan Muhammadiyah. Sejak awal, IMM hadir sebagai pelengkap ruh gerakan mahasiswa Islam di dalamnya. MASTA IMM menjadi Penggerak awal untuk mengenalkan IMM. Didalamnya terdapat ideologi, trilogi, watak gerakan, serta sejarahnya. Dari tahun ke tahun, MASTA IMM berkembang menjadi forum penanaman nilai, bukan hanya tempat berkenalan.

MASTA IMM pertama di UMS barangkali sederhana, namun semangatnya telah membakar banyak tokoh IMM yang kemudian menjadi intelektual, pemimpin, bahkan aktivis nasional. Ia bukan sekadar memindahkan informasi, tapi menyalakan kesadaran juga bahwa menjadi mahasiswa Muhammadiyah bukan hanya soal akademik, tetapi juga dakwah, pengabdian, dan keumatan.

Perjalanan Masa Ta’aruf (MASTA) IMM di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) merupakan jejak sejarah yang tidak terpisahkan dari hadirnya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai organisasi kemahasiswaan Islam berbasis ideologi Muhammadiyah di lingkungan kampus UMS. IMM sendiri secara nasional berdiri pada 14 Maret 1964, dan mulai aktif di UMS sekitar awal 1980-an, seiring dengan berkembangnya peran mahasiswa dalam dinamika organisasi otonom Muhammadiyah di perguruan tinggi. Saat itu IMM hadir dengan semangat dalam kehidupan kampus. Namun, agar semangat itu tertanam sejak dini, dibutuhkan satu wadah penyambutan kader yang tidak hanya mengenalkan IMM secara formal, tapi juga menyentuh sisi ideologis, emosional, dan spiritual. Maka lahirlah MASTA IMM.

Pada awal kemunculannya, MASTA IMM dijalankan secara sederhana. Diselenggarakan oleh masing-masing pimpinan komisariat (PK), kegiatan ini difokuskan sebagai forum ta’aruf baik ta’aruf dengan sesama mahasiswa baru, dengan IMM sebagai organisasi, maupun dengan nilai-nilai dasar keislaman dan kemuhammadiyahan. Pelaksanaannya masih bersifat internal, bertempat di ruang-ruang kelas kecil, dengan materi dan metode yang masih belum terstruktur secara bagus.

Namun, meskipun dalam keterbatasan di kala itu, MASTA IMM pada masa itu menjadi ruang penting kader-kader IMM awal di UMS mengenang betapa kegiatan ini memberi kesan mendalam dan membentuk rasa kepemilikan terhadap organisasi. Memasuki era 1990-an hingga awal 2000-an, IMM UMS mulai membentuk pola kaderisasi yang lebih terstruktur. Dalam fase ini, MASTA IMM ditetapkan sebagai kegiatan wajib dan formal yang menjadi gerbang pertama setiap calon kader IMM. Format MASTA IMM mulai diatur dengan kurikulum yang sistematis, sekarang dinamakan Guidebook MASTA IMM. Berisikan mulai dari pengenalan ideologi IMM, pemahaman trilogi dan watak gerakan, sejarah Muhammadiyah dan IMM, hingga pelatihan kepemimpinan dasar.

Seiring meningkatnya tantangan zaman, digitalisasi, dan kompleksitas problem kemahasiswaan, MASTA IMM UMS masuk ke fase konsolidasi identitas dan penguatan nilai. Kini, MASTA IMM UMS 2025 berdiri di atas fondasi sejarah yang panjang dan kokoh. Ia bukan hanya mengenalkan IMM, tetapi menyambungkan ruh perjuangan dari generasi ke generasi. Ia menyadarkan para mahasiswa baru bahwa mereka bukan hanya mahasiswa biasa, tetapi calon kader ideologis, mubaligh akademisi, dan pemimpin masa depan.

Dengan terus menjaga kualitas, makna, dan arah geraknya, MASTA IMM tetap menjadi nafas awal kaderisasi di UMS nafas yang tak boleh putus, karena di situlah harapan organisasi dan ummat ditiupkan pertama kali, insyaallah

Setengah periode menjadi seorang Bidang Kader ini, saya melihat Jika tubuh perkaderan memiliki jantung, maka MASTA IMM adalah detak pertamanya. Dari sinilah mahasiswa baru mengenal IMM secara utuh dari strukturnya, nilai dasarnya, arah gerakannya, dan harapan besarnya. Tak hanya mengisi pengetahuan, MASTA IMM membuka ruang emosional kader merasakan kedekatan, kebersamaan, bahkan keharuan saat menapaki nilai ikhlas, militansi, dan ideologi dalam kepanitiaannya. Inilah proses desain pendidikan ideologis awal yang berpengaruh panjang dalam proses kaderisasi selanjutnya seperti penjaringan awal kader baru komisariat, Darul Arqam Dasar ( DAD ), Dsb.

Kepanitiaan MASTA IMM Adalah Tempat Kader Menempa Diri

Tak hanya peserta, Panitia MASTA juga tumbuh, Mereka adalah kader – kader hebat, pimpinan – pimpinan hebat yang berjuang menghidupkan nilai MASTA IMM ini dengan sangat baik. Kepanitiaan bukan hanya soal teknis atau tanggung jawab profesionalitas tapi juga ia adalah ruang kaderisasi praktis. Para kader muda diuji dalam koordinasi, komunikasi, loyalitas, dan kepemimpinan. Di sinilah mereka belajar menjahit nilai-nilai IMM dengan kerja nyata. Mungkin disini kuucapkan rasa terimakasih dan hormatku kepada kader – kader hebat kami, IMM Abduh juga di komisariat lainya yang selalu menginspirasi.

Bagi banyak kader IMM UMS, kepanitiaan MASTA adalah awal mereka mengenal tanggung jawab organisasi, bagaimana menyusun acara yang mendidik dan berkesan, membimbing adik tingkat, dan menjalankan ideologi dalam tindakan. Dari sini lahir pemimpin IMM di masa depan.

MASTA IMM bukan sekadar agenda disiplin awal tahun ajaran. Ia adalah nafas pertama kaderisasi IMM. Ia adalah langkah pertama yang menentukan langkah-langkah selanjutnya. Jika MASTA IMM ini dijalankan dengan serius dan penuh makna, maka kader-kader IMM akan tumbuh bukan hanya dalam struktur, tetapi dalam nilai dan watak gerakan.

Karenanya, menjaga kualitas MASTA IMM berarti menjaga kualitas kader IMM. Menjadikannya bermakna adalah tugas bersama demi menjaga nyala ideologi, semangat juang, dan warisan peradaban IMM di kampus tercinta UMS.

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Casinoin Casino – Realgeld Casino mit kostenlosen Spins in Deutschland

    Casinoin Casino – Realgeld Casino mit kostenlosen Spins in Deutschland

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Ich möchte meine Ansichten zu Casinoin Casino mitteilen, einer Echtgeldplattform, die insbesondere für deutsche Spieler kostenlose Spins anbietet https://casinoin-el.gr/de-de/. Das Layout ist klar strukturiert und die Navigation durch die unterschiedlichen Spiele ist einfach. Mit einer Palette an Optionen von traditionellen Slots bis hin zu Live-Dealer-Erlebnissen ist für jeden etwas dabei. Besonders hervorzuheben sind jedoch die […]

  • Doa, Usaha, dan Semangat Juara MAPSI Brebes 2025 hantarkan 3 Santriwati MBS Bumiayu Kembali Bertarung Kembali di Banyumas pada tingkat Provinsi

    Doa, Usaha, dan Semangat Juara MAPSI Brebes 2025 hantarkan 3 Santriwati MBS Bumiayu Kembali Bertarung Kembali di Banyumas pada tingkat Provinsi

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 88
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, ~ Bumiayu-Brebes || LIma Santri SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bumiayu kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dalam ajang Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) tingkat SMP se-Kabupaten Brebes yang digelar di SMP Al-Hikmah 1 Sirampog, Selasa (16/9/2025), mereka berhasil meraih gelar juara di tiga cabang lomba. Tiga santriwati, yakni Firdiani NurKhakim, Calisa […]

  • PRA Jogokariyan dan Purwosari Bersatu di Bakti Sosial Milad ‘Aisyiyah ke-107

    PRA Jogokariyan dan Purwosari Bersatu di Bakti Sosial Milad ‘Aisyiyah ke-107

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 260
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Dalam rangka memperingati Milad ‘Aisyiyah ke-107, Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Jogokariyan bersama PRA Purwosari menyelenggarakan kegiatan bakti sosial di Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo, Yogyakarta. Acara ini mengangkat tema “Mengokohkan dan Memperluas Dakwah Kemanusiaan Semesta” dengan tujuan memperkuat komitmen ‘Aisyiyah dalam menyebarkan dakwah kemanusiaan yang melampaui batas agama, bangsa, dan negara. Kegiatan […]

  • FKG UMS Luluskan 16 Dokter Gigi Baru dengan Tingkat Kelulusan 100%

    FKG UMS Luluskan 16 Dokter Gigi Baru dengan Tingkat Kelulusan 100%

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 67
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi akademik membanggakan dengan meluluskan 16 dokter gigi baru pada periode Sumpah Dokter Gigi ke-XXXI. Seluruh peserta dinyatakan lulus 100 persen, menandakan konsistensi mutu pendidikan dan keberhasilan proses akademik yang diterapkan FKG UMS. Capaian ini menjadi bukti komitmen FKG UMS dalam mencetak […]

  • HMP PAI Gelar Aksi Donor Darah “Setetes Darah Sejuta Umat” Sebagai Wujud Nyata Kepedulian Sosial

    HMP PAI Gelar Aksi Donor Darah “Setetes Darah Sejuta Umat” Sebagai Wujud Nyata Kepedulian Sosial

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 87
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Pada hari Senin, 9 Juni 2025, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMP PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta melalui Bidang Eksternal telah menyelenggarakan kegiatan sosial berupa Aksi Donor Darah dengan mengusung tema “Setetes Darah Sejuta Umat”. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan ditujukan kepada seluruh civitas akademika UMS serta masyarakat luas guna […]

  • Pererat Silaturahmi, UMS Kunjungi UMC: Dorong Percepatan Guru Besar hingga Perkuat Kebersamaan Lewat Bulutangkis

    Pererat Silaturahmi, UMS Kunjungi UMC: Dorong Percepatan Guru Besar hingga Perkuat Kebersamaan Lewat Bulutangkis

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 72
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan kunjungan silaturahmi ke Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) pada Sabtu-Minggu (6-7/6). Kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) melalui diskusi akademik, pertukaran gagasan, serta kegiatan kebersamaan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Rektor IV UMS […]

expand_less