Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Memasuki New Normal, Belajar Sebaiknya Tetap Dari Rumah

Memasuki New Normal, Belajar Sebaiknya Tetap Dari Rumah

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2020
  • visibility 955
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

| Oleh:Yakub Fadillah, S.IP (Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kader PW Pemuda Muhammadiyah Kaltim) |

Berdasarkan informasi yang beredar di media masa maupun media sosial, bahwa di tengah kondisi pandemik Covid-19 pemerintah akan memberlakukan gagasan new normal sebagai babak baru dalam menyikapi wabah Covid-19. Tentu alasan paling utama adalah bagaimana roda ekonomi bisa berjalan agar kehidupan sosial dapat berjalan dengan harapan efek negatif dari PSBB yang diberlakukan di sebagian besar wilayah Indonesia bisa diminimalisir. Namun gagasan ini tidak semua elemen masyarakat bisa memaklumi, sebagai contoh PP Muhammadiyah melalui pernyataan pers nomor 002/PER/I.0/I/2020 yang menjadikan kondisi pandemik masih belum bisa diatasi. Pernyataan ini tentu bukan tanpa dasar, salah satu alasan psikologis bagi Muhammadiyah adalah keterlibatannya secara langsung dalam menangani Covid-19 berikut dampak sosialnya melalui Muhamamdiyah Covid-19 command center (MCCC) yang dibentuk lebih awal dari gugus tugas pemerintah, dan terkoordinasi secara terstruktur serta masif di seluruh Indonesia sehingga mudah mengkalkulasi aksi dan konsekuensinya. Namun tentu keputusan tetap ada pada pemerintah.

Gagasan new normal yang tentu lebih fokus pada penyelamatan ekonomi ini memang bukanlah kembali pada kehidupan normal seperti sebelum Covid-19, dengan gagasan baru ini yang masih dalam kondisi darurat new normal adalah kehidupan babak baru yang masih terikat dengan protokol Covid-19. Bila demikian maka perlu ada kebijakan sektoral yang menjadi prioritas jika saran dari PP Muhammadiyah tidak dapat dilaksanakan. Aspek penyelamatan manusia harus menjadi prioritas yang tak boleh dinomor duakan sebagaimana kaidah fiqh “dar’ul mafasid aula min jalbil masholih” bahwa menghilangkan mafsadat atau mudarat itu lebih utama dari mengambil manfaat. Sebagaimana kita sadari bahwa manusia adalah aspek utama dalam manajemen apapun, termasuk dalam berbangsa dan bernegara dalam ukhuwah wathaniyah.

Dalam proses perjalanan bangsa, pendidikan adalah faktor yang tidak bisa diabaikan dalam mengisi pembangunan jangka panjang, bahkan pendidikan ini harus mendapatkan perhatian serius terkait dengan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Banyak alasan yang memperkuat bahwa pendidikan tak boleh abai, dari sisi belanja negara pun UU Sisdiknas  no 20 tahun 2003 memberikan porsi 20% APBN dan APBD agar pendidikan berkualitas dan terjangkau bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak ikut serta dalam program mencerdaskan kehidupan bangsa ini.

Lantas apa korelasi dari narasi di atas  terkait pendidikan ? Peserta didik adalah adalah anak-anak bangsa yang di bawah umur hingga remaja yang berjenjang dari TK hingga perguruan tinggi, di masa mendatang merekalah yang akan menjalankan peran di multi sektor dan multi profesi dalam kehidupan berbangsa ini, kualitas sumber daya manusia akan menentukan kadar produktifitasnya di masa mendatang, bukan hanya kecerdasan yang menjadi modal bagi perjalanan peran mereka masing-masing, akan tetapi kesehatan dan imunitas jiwa juga menjadi poin penting dan berpengaruh bagi produktifitasnya. Dengan alasan ini, perlu pertimbangan yang matang kapan aktifitas belajar harus dimulai dengan bertemu di sekolah atau kampus.

Kita harus memikirkan keselamatan generasi penerus di masa mendatang dan juga keselamatan guru atau dosen sebagai aset penting dalam mengasah kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Terjaminnya kesehatan dan keselamatan para siswa maupun mahasiswa saat ini adalah jaminan kesehatan bangsa di masa mendatang, pun demikian kesehatan dan keselamatan para guru dan dosen pun adalah jaminan ketenangan dan kegembiraan para peserta didik dan juga orang tua. Diharapkan  kegiatan belajar dan mengajar dengan pertemuan tatap muka dapat ditunda hingga keadaan Covid-19 benar-benar terkendali. Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. (QS 17:84). Berangkat dari dasar kalam Ilahi ini, tentu ada pijakan kuat bahwa berbuat sesuai keadaan adalah sunnatullah yang harus kita jalankan.

Apabila nantinya kebijakan sekolah dengan tatap muka dan ngampus ini benar-benar kita laksanakan menunggu Covid-19 ini bisa dikendalikan, harapannya tentu semua bisa menerima dan turut saling mendukung. Kita menyadari bahwa belajar dari rumah bukanlah pilihan terbaik, karena tidak semua orang tua bisa menjadi mentor bagi anaknya, tidak semua pelajar tingkat atas dan mahasiswa memiliki daya baca yang baik serta daya serap yang cukup jika hanya sekedar mendapatkan arahan secara online, namun inilah keadaan kita yang harus mengedapankan keselamatan manusia. Bila orang-orang yang harus mencari nafkah diperbolehkan keluar, tentu ada alasan darurat yang lebih besar dari bahaya Covid-19 yang dapat dicerna oleh mereka yang paham akan artinya ikhtiar, para pelajar dan mahasiswa harus mampu mengerti agar tidak turut meramaikan jalan dan tempat umum dengan aktif belajar di sekolah atau kampus. kita harus belajar dari perancis dan Korea Selatan yang kembali menutup sekolah setelah pelonggaran social distancing karena meningkatnya kembali kasus positif Covid-19, tentu kita tidak menginginkan itu terjadi pada anak-anak kita

Para guru juga diharapkan memiliki obyektifitas yang bisa disesuaikan dengan kondisi, dengan belajar online sesuai dengan kebutuhan kompetensi siswa yang harus dicapai agar lebih mengedapankan proses dari pada hasil, sehingga tingkat kekoopertifan siswa lebih menjadi indikator penilaian. Demikian juga para orang tua khususnya yang akan mendampingi anak-anak mereka, ketika ada kesulitan, komunikasilah dengan guru dari putera-puterinya dan juga manajemen sekolah, sehingga tidak ada kicauan yang tidak nyaman yang menuding kompetensi guru rendah hanya dengan indikator aduan orang tua siswa yang tidak bisa menjadi guru. Karena tugas guru itu berat, oleh sebab itu menjadi tugas yang mulia.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HES Fest Fun Run 2025, Meriahkan Milad ke-40 Prodi HES UMS

    HES Fest Fun Run 2025, Meriahkan Milad ke-40 Prodi HES UMS

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 36
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Milad ke-40 Program Studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) disemarakkan dengan terselenggaranya HES Fest Fun Run 2025, kemeriahan ini berlangsung berlokasi di Gedung Induk Siti Walidah UMS. Semarak milad prodi ini menjadi ajang olahraga yang digandrungi dan terus menarik minat berbagai kalangan. Terbukti dari […]

  • Kerjasama GPMB dan Smartfren dalam Pelantikan GPMB Kabupaten Serang

    Kerjasama GPMB dan Smartfren dalam Pelantikan GPMB Kabupaten Serang

    • calendar_month Jumat, 29 Des 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 283
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Serang – Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pembudayaan Minat Baca (PP-GPMB) Herlina Mustikasari resmi melantik Pengurus Daerah GPMB Kabupaten Serang Periode 2023-2027, Kamis (28/12/2023). Susunan Pengurus Daerah Gerakan Pemasyarakatan Minta Baca (PD-GPMB) Kabupaten Serang Periode 2023-2027 yang dilantik Ketua Suherman (Leo Ikals), Sekretaris Nurul Afriyati dan Bendahara Mafdiyanah. “Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, […]

  • Silaturahmi dan Bakaran Bersama IMM Umsida Penuh Kehangatan dan Semangat Penutup Periode

    Silaturahmi dan Bakaran Bersama IMM Umsida Penuh Kehangatan dan Semangat Penutup Periode

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 55
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sidoarjo – Dalam suasana penuh keakraban dan rasa syukur, Kordinator Komisariat (Koorkom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar kegiatan “Silaturahmi dan Bakaran Bersama IMM se-Umsida” pada Selasa (21/10/2025) di Rumah Ketua IMM Umsida, Immawan Marchel. Acara yang bertajuk “Menutup dengan Hangat, Melangkah dengan Semangat” ini menjadi penutup manis bagi perjalanan satu […]

  • Perdalam Tata Kelola RS, Mahasiswa MARS UMSurabaya Gelar Field Trip Study di RS Muhammadiyah Lamongan

    Perdalam Tata Kelola RS, Mahasiswa MARS UMSurabaya Gelar Field Trip Study di RS Muhammadiyah Lamongan

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 80
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, LAMONGAN – Sebanyak 50 mahasiswa Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) melakukan kunjungan studi ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML), pada Jumat (12/12/2025). Kegiatan bertajuk Field Trip Study Tahun Akademik 2025-2026 ini dipusatkan di Auditorium Lantai 3 RSML. Agenda ini bertujuan untuk mendekatkan mahasiswa pascasarjana tersebut dengan […]

  • Mahasiswa Ilkom UMS Dorong Edukasi Udara Bersih dan Pencegahan TBC di Festival Srawung Sains Rusunawa Begalon

    Mahasiswa Ilkom UMS Dorong Edukasi Udara Bersih dan Pencegahan TBC di Festival Srawung Sains Rusunawa Begalon

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 60
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS yang tergabung dalam Tim Kampanye Hirup Bersih turut berpartisipasi dalam peresmian Festival Srawung Sains pada Minggu, 7 Desember 2025, di Rusunawa Begalon, Panularan. Program ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI), dan berkolaborasi dengan Kelurahan Panularan dan Puskesmas Penumping. Pada kesempatan ini, […]

  • PRA Pondok Grogol bersama LazisMu Sukoharjo Gelar Berbagi Kado Ramadhan

    PRA Pondok Grogol bersama LazisMu Sukoharjo Gelar Berbagi Kado Ramadhan

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 43
    • 0Komentar

      KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Pondok kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menggelar kegiatan Berbagi Kado Ramadhan untuk jamaah pengajian Ranting Aisyiyah Pondok, guru dan karyawan BA ‘Aisyiyah dan Yatim Dhuafa, (16/3 /2025). Acara ini berlangsung di Masjid Baitussalam Pondok, Grogol yang dihadiri oleh seluruh Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah ( PRA) Pimpinan Ranting Muhammadiyah ( […]

expand_less