Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Mengenal Lebih Dalam Corak Penafsiran Falsafi

Mengenal Lebih Dalam Corak Penafsiran Falsafi

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 22 Jul 2023
  • visibility 2.406
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tafsir falsafi menjadi corak penafsiran yang berkembang pada pertengahan periode dimulai dengan munculnya produk penafsiran yang sistematis dalam bentuk buku atau terkodifikasi dengan baik dan sekilas menggunakan teori filsafat dalam interpretasi Al-Quran.

Adapun filsafat adalah hasil aktivitas berpikir manusia yang radik hingga ke akar-akarnya, rasional serta komprehensif. Dalam perkembangannya ada beberapa aliran yang lahir, yakni ada dua aliran besar, materialisme dan idealisme.

Bertrand Russel  menjelaskan bahwa filsafat merupakan jenis pengetahuan yang memberikan kesatuan dan sistem melalui pengujian kritis terhadap dasar-dasar keputusan, prasangka prasangka dan kepercayaan.

Hal ini disebabkan pemikiran filsafat bersifat mengakar yang mencoba memberikan jawaban menyeluruh dari A-Z, mencari yang sedalam dalamnya sehingga melintasi fisik dan non fisik.

Dalam sudut pandang seorang beragama, dapat dikatakan bahwa untuk mengetahui hal yang berkenaan dengan manusia dibutuhkan pengetahuan dari pencipta yang maha mengetahui melalui wahyu, karena memang manusia adalah satu satunya makhluk yang diciptakan atas peta gambaran tuhan yang dihembuskan kepadanya ruh ciptaanya. Tidak sedikit ayat Al-Quran yang berbicara tentang manusia,bahkan manusia adalah makhluk pertama yang telah disebut dua kali dalam rangkaian wahyu pertama.

Tafsir falsafi  dalam Tafsir Al-Mizan Fii Tafsir Al Quran adalah bagaimana para filsuf membawa pemikiran pemikiran filsafat dalam memahami ayat ayat al quran. Tafsir falsafi adalah penafsiran yang menggunakan pisau filsafat dalam membedah ayat Al-Quran.

Tokoh-tokoh filsafat muslim diantaranya Al Farabi, Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd. Diantara gagasan asing telah dipaksakan ke dalam Al-Qur’an oleh para filsuf Muslim, dapat dilihat dalam penjelasan mereka mengenai kebangkitan manusia di akhirat kelak.

Tafsir Falsafi juga kategori Tafsir Tahlili

Jika ditinjau dari segi kecenderungan para penafsir. Tafsir falsafi termasuk kategori tafsir tahlili, yakni salah satu metode tafsir yang bermaksud menjelaskan kandungan ayat ayat Al-Quran dari seluruh aspeknya. Tafsir falsafi muncul  setelah filsafat berkembang pesat di dunia Islam.

Kelompok yang menolak ilmu yang bersumber dari buku-buku karangan para filsuf. Mereka tidak mau menerima filsafat karena mereka menganggap bahwa filsafat bertentangan dengan agama, maka mereka melarang orang untuk
mempelajarinya.

Dari pembahasan tentang tafsir falsafi dapat ditarik satu konklusi bahwa tafsir falsafi yang lebih berkembang serta dapat di telusuri interpretasi ayat ayat qauliyah lebih cenderung pada penafsiran pemikiran filsafat atau teori filsafat yang dijadikan sebagai bahan untuk menafsirkan dan memahami ayat Al-Quran. Jika ditelusuri dari karya tafsir pada mufassir tidak ada satu karya lengkap yang bercorak tafsir murni. Oleh sebab itu, interpretasi filosofis didominasi oleh para filsuf yang benar benar memahami seluk beluk dunia filsafat sebagai pisau untuk menghasilkan interpretasi filosofis.

Hal di atas adalah salah satu faktor berkembangnya corak tafsir falsafi. Faktor lain yang menyebabkan kurang berkembangnya adalah kurang adanya keberanian umat muslim saat itu yang kompeten dalam bidang tafsirul quran untuk menginterpretasi ayat al quran dengan pisau filsafat.

Ciri-ciri Tafsir Falsafi

Setiap corak ataupun metode dalam penafsiran Al-Qur’an, memiliki ciri masing-masing. Muhammad Ali ar-Ridhā’ȋ al-Isfāhani memberikan karakteristik tafsir falsafi sebagai berikut.

  1. Penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an berhubungan dengan wujud Allah dan sifat-sifat-Nya.
  2. Memperhatikan ayat-ayat mutasyābihāt.
  3. Menakwilkan zahir Al-Qur’an dan merekonsiliasikan antara pendapat filsafat dengan ayat-ayat Al-Qur’an, serta mengambil ayat-ayat yang sesuai dengan filsafat.
  4. Memanfaatkan akal dan bukti (burhan) dan mengadopsi pendekatan ijtihad dan rasional dalam tafsir.

Motif untuk interpretasi adalah pertahanan pandangan filosofis dan teori-teori filsafat pada khususnya.

Kita harus paham bahwasannya yang menjadi ciri khas dari kajian tafsir falsafi adalah penafsirannya yang dominan terkait wujud dan sifat Allah melalui pendekatan filsafat. Selain itu tafsir falsafi cenderung menjelaskan penafsiran dari ayat-ayat mutasyābihāt, menakwilkan zahir ayat-ayat Al Qur’an, dan merekonsiliasikannya dengan filsafat.

Artinya, penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an harus sejalan dan sealur dengan filsafat. Dengan demikian, pendekatan ini mutlak memanfaatkan akal serta mengadopsi pendekatan ijtihad dalam menafsirkan Al-Qur’an.

Hal yang menarik untuk dikritisi dari ciri yang diberikan ar-Radha’i di atas adalah motif interpretasi dengan pendekatan filasafat adalah untuk mempertahankan pandangan filosofis dan teori-teori filsafat pada khususnya.

Ciri-ciri tafsir falsafi yang telah dikemukan oleh ar-Radhā’ȋ, sesuai dengan yang disebutkan oleh Al-Dzahabi. Al-Dzahabi mengatakan bahwa tafsir falsafi menggunakan pentakwilan terhadap nushus al-diniyah dan hakikat syariah, menyesuaikan dengan pemikiran filsafat, dan atau menggunakan pendekatan filsafat dalam menafsirkan Al-Qur’an.

Editor: Najih

Penulis: Tiffani Lovely

Mahasiswi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UMS

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terus Mencerahkan, Pengabdian Shabran UMS Hadir Kuatkan Kiprah Dakwah di Pulau Dewata

    Terus Mencerahkan, Pengabdian Shabran UMS Hadir Kuatkan Kiprah Dakwah di Pulau Dewata

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 169
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Melalui Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah Bersama Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Islam akan selalu tumbuh hebat dalam kebangsaan dan keindonesiaan. Ia senyawa yang tak terpisahkan. Karena itu, LDK hadir sebagai kebutuhan penting dan juga tuntutan zaman. Rahmat Balaroa, S.Pd., Dai Pengabdian Pondok Shabran UMS membagikan pengalaman berdakwah di […]

  • Serah Terima Kepengurusan ASKUI 2025-2027, Usung Semangat “One For All, All For One”

    Serah Terima Kepengurusan ASKUI 2025-2027, Usung Semangat “One For All, All For One”

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 40
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, KARANGANYAR – Asosiasi Kantor Urusan Internasional (ASKUI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) resmi melaksanakan serah terima kepengurusan dalam rangkaian Annual Meeting ASKUI PTMA 2025 yang digelar di Hotel Alana pada Selasa (21/10). Kegiatan ini menandai berakhirnya masa kepemimpinan periode sebelumnya dan dimulainya masa kerja pengurus baru periode 2025–2027. Kepala ASKUI periode 2023-2025, Condro […]

  • Prof. Harun Joko Prayitno Ajak Taruna Akmil Jadi SDM Unggul dan Berdampak bagi Bangsa

    Prof. Harun Joko Prayitno Ajak Taruna Akmil Jadi SDM Unggul dan Berdampak bagi Bangsa

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 47
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Plt. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., memberikan orasi ilmiah dalam prosesi Wisuda Sarjana Terapan Taruna Akademi Militer (Akmil) Magelang, Kamis (10/7). Dalam pidatonya yang mewakili Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Harun menyampaikan pesan mendalam […]

  • UM Banjarmasin Lepas 19 Mahasiswa KKN di Balangan, Fokus Perkuat BUMDes hingga Digitalisasi Desa Wisata

    UM Banjarmasin Lepas 19 Mahasiswa KKN di Balangan, Fokus Perkuat BUMDes hingga Digitalisasi Desa Wisata

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 66
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; BALANGAN – Universitas Muhammadiyah (UM) Banjarmasin secara resmi melepas 19 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 13 untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Balida, Kabupaten Balangan. Program yang didukung melalui Hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tersebut akan berlangsung selama satu bulan. Prosesi pelepasan dilaksanakan di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, […]

  • Mahasiswa UMS Observasi Pembelajaran Digital di MTs Blimbing

    Mahasiswa UMS Observasi Pembelajaran Digital di MTs Blimbing

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 56
    • 0Komentar

    KAABARMUH.ID, BLIMBING — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) semester 1 melaksanakan observasi pembelajaran digital di MTs Blimbing sebagai bagian dari tugas mata kuliah Kemahiran Digital. Kegiatan meliputi pengamatan proses belajar serta wawancara dengan tiga siswa dan guru komputer, Mas Dimas. Dalam mata pelajaran komputer, siswa MTs Blimbing mempelajari desain digital menggunakan aplikasi Canva. Berbeda dari […]

  • Kajian UMS Bahas Hukum Perceraian dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah

    Kajian UMS Bahas Hukum Perceraian dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali hadir menyelenggarakan Kajian Tarjih Online. Pada kesempatan ini Yayuli, S.Ag., M.Pd., hadir menjadi narasumber dengan mengangkat tema “Gugatan Cerai Istri atas Suami Tanpa Adanya Udzur Syar’i” pada Selasa, (18/11). Kajian kali ini membahas tentang fikih munakahat (fiqih nikah), terkhusus dalam pembahasan gugatan cerai/talak. Karena persoalan gugatan cerai […]

expand_less