Pengajian di Masjid Mujahiddin: Kebahagiaan Sejati Ada pada Qalbun Salim
“Kebahagiaan itu lahir dari hati yang bersih dan dekat dengan Tuhan,” pesan Ustadz Alias Candra dalam pengajian rutin di Masjid Mujahiddin.

Anggana – Dalam pengajian pekanan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Desa Sidomulyo yang digelar di Masjid Mujahiddin pada Selasa malam (21/10/2025), Ustadz Alias Candra mengingatkan jamaah agar tidak salah memahami makna kebahagiaan.
Menurutnya, kebahagiaan sejati bukan terletak pada tumpukan harta, jabatan tinggi, atau popularitas, melainkan pada kesehatan hati yang dipenuhi iman kepada Allah.
“Banyak orang yang sukses duniawi, tetapi hidupnya menderita bahkan berakhir tragis. Itu karena hatinya sakit,” ujar Ustadz Alias Candra di hadapan jamaah Muhammadiyah dan Aisyiyah Sidomulyo Cabang Anggana.
Ia mengutip pandangan Ibnul Qayyim al-Jauziyah, bahwa hati yang sehat (qalbun salīm) adalah hati yang selalu mencintai Allah, rindu kepada-Nya, dan kembali kepada-Nya. “Hati yang jauh dari Allah akan mudah sakit karena banyak berangan-angan, terlalu banyak tidur, berlebihan bicara, atau menggantungkan diri kepada selain Allah,” lanjutnya.
Dalam ceramah yang berlangsung usai Magrib hingga Isya itu, ia juga menekankan bahwa agama adalah sumber utama kebahagiaan manusia.
“Sebagai makhluk rohani, manusia butuh ketenangan jiwa, dan ketenangan itu hanya akan didapat bila dekat dengan pemilik kebahagiaan sejati, yakni Allah,” tuturnya.
Lebih jauh, ia menegaskan pentingnya tauhid sebagai jalan menuju kebahagiaan sejati. “Barang siapa mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima dan di akhirat termasuk orang merugi,” katanya mengutip QS. Ali Imran ayat 85.
Di akhir pengajian, Ustadz Alias Candra mengajak jamaah menjaga hati, menegakkan kejujuran, dan beramal dengan adil serta amanah. “Kebahagiaan sejati adalah ketika kita mampu mensyukuri nikmat Allah dan membahagiakan orang lain,” pungkasnya.(Ay.1)



