Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Perjuangan dalam Menegakkan Pendidikan

Perjuangan dalam Menegakkan Pendidikan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 30 Mar 2022
  • visibility 507
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Monica Delia Gunawan (202110230311028)

Dalam prawacana yang terdapat pada buku Pendidikan Kaum Tertidas ini menjelaskan tentang pemikiran seseorang yang secara nyata ingin melibatkan diri dalam merealisasikan cita cita. Pemikiran Paulo Freire di bidang pendidikkan ini sangat besar, tidak hanya di bidang pendidikan tetapi di bidang- bidang besar lainnya. Terdapat beberapa langkah yang ditempuh dalam prawacana dengan mengantaran pembaca dalam melihat perjalan hidup yang ditempuh oleh Freire. Ayah freire merupakan pengikut aliran kebatinan, tanpa menjadi anggota dari agama resmi.Kedua Orang tuanya mengajarkan kepada Paulo Freire supaya bisa lebih menghargai dan menghoramti pendapat yang disampaikan orang lain. Oleh karena itu, kaum tertindas harus menjadi revolusioner yang lahir atau dibangkitkan dengan kondisi yang menindas sementara, karena sebagaimana mestinya kaum tertindas ini hanya bisa dibangkitkan dengan sendirinya dan kemudian mereka baru bisa membangunkan kaum penindas untuk mengubah sikapnya dan ikut serta dalam perjuangan yang terdapat pada gerakan-gerakan revolusioner yang diciptakan oleh orang-orang tertindas.

Paulo Freire adalah seorang pemikir dan aktivis asal Brasil. Bukan hanya memikirkan solusi yang dibutuhkan masyarakat untuk mendapatkan haknya dan hidup sejahtera. Namun Freire juga terjun langsung ke masyarakat untuk mengimplementasikan dan melaksanakan ide-ide yang telah dipikirkan melalui tindakan nyata. Tindakan Freire tersebut berupa tindakan untuk mengatasi problematika kehidupan masyarakat sehari-hari, khususnya dalam hal pendidikan.  Freire melakukan aksi ini di Cile dan Brazil. Dalam konsep “Pendidikan ala Bank”, guru merupakan subjek (penabung) dan siswa hanyalah objek (celengan) yang harus diisi oleh guru. Dalam proses pendidikan, siswa merekam, menghafal, dan mengulangi ungkapan-ungkapan ini tanpa memahami apa yang sebenarnya dimaksud. Gaya pendidikan ini membutuhkan dialog dalam prosesnya sehingga hanya bisa dianggap bodoh. Hal ini telah menciptakan suatu hal dan menafikan hakikat Pendidikan sebagai alat untuk menjadikan manusia dari berbagai bentuk bantuan.

Kemudian pada konsep “Pendidikan Menghadapi Masalah”, guru dan siswa adalah subjek dan objek (penabung sekaligus celengan), proses pendidikan membutuhkan dialog sebagai awal dari proses pendidikan, gaya pendidikan ini menciptakan dialektika antara guru dan mahasiswa agar tidak ada orang yang bodoh didalamnya. Dengan itu kedua belah pihakk juga bersama-sama mengembangkan kemampuan untuk mengerti secara kritis dirinya sendiri dan dunia. Hal ini merupakan tantangan membawa manusia kepada dedikasi yang utuh. Proses pendidikan gaya ini bertujuan untuk menciptakan manusia menuju pada tahapan humanisasi. Dan di dalam buku ini juga membahas tentang “Dialog”. Dialog merupakan inti dari sebutan kata. Dialog sebagai sumber unsur pendidikan kaum tertindas yang telah diuraikan oleh Freire yang terdapat pada bab ketiga. Kata-kata yang dideskripsikan oleh Paulo Freire memiliki dua dimensi, yaitu refleksi dan tindakan. Menurut Paulo Freire, jika sebuah kata tidak memiliki unsur refleksi di dalamnya, ia hanya akan menjadi verbalisme (pengorbanan tindakan), dan jika tidak ada tindakan di dalamnya hanya akan menjadi aktivisme (pengorbanan refleksi). Jadi, yang dimaksud Paulo Freire adalah bahwa tidak ada kata-kata yang benar yang sekaligus tidak menghasilkan bentuk-bentuk praksis. Jadi, mengucapkan kata yang benar berarti mengubah dunia,  dalam arti mengubah dunia ini harus dengan tindakan – refleksi. Di bab terakhir yang terdapat pada buku Pendidikan Kaum Tertindas ini, Freire menujukkan bahwa teori pendidikan (tindakan) dialogi bertentangan dengan teori tindakan antidialogik. Model pendidikan antidialogis selalu bercirikan upaya pengendalian manusia, sedangkan model pendidikan dialogis selalu kooperatif (kerjasama).

Tindakan budaya adalah suatu bentuk tindakan yang sistematis dan terencana yang ditujukan pada struktur sosial, baik dengan tujuan melestarikan maupun mengubahnya. Tindakan budaya dialektis tidak memiliki tujuan untuk menghilangkan dialektika perubahan, karena hilangnya dialektika akan membutuhkan struktur sosial itu sendiri dan dengan demikian juga manusia mempunyai tujuan dan tujuannya adalah untuk mengatasi kontradiksi-kontradiksi antagonistik dalam struktur sosial.

Sebenarnya kodrat manusia adalah ingin memiliki kehidupan yang bebas. Seperti bebas dalam berbagai hal misalnya bebas dalam menyampaikan suatu pendapat dan bebas dalam menentukan kehidupan yang diinginkan. kebebasan berarti keinginan seseorang tanpa adanya pengekangan atau hambatan, hal ini biasanya yang sangat diidam idamkan oleh suatu individu. Pengalaman yang amat mendalam akan kelaparan yang dialami oleh Freire  membuat ia bertekad untuk mengabdikan kehidupannya pada perjuangan melawan kelaparan supaya anak anak diluar sana tidak ada yang menglami hal kelaparan seperti yang sedang ia alami sekarang ini.  Kelompok minoritas dalam suatu struktur masyarakat akan dianggap tidak penting, karena dianggap tidak memiliki pengaruh dalam memberikan kontribusi kepada negara. Sehingga berbagai hak mereka dirampas dan tertipu oleh struktur yang timpang. Dengan adanya hal ini kebebasan tidak mudah diraih oleh kaum tertindas, karena terhalang oleh kaum penindas.

Terlepas dari bentuk kebebasannyapun berbeda. Kaum tertindas takut akan merangkul kebebasan, dan kaum penindas takut kehilangan kebebasannya untuk menindas. Pendidikan adalah hak setiap warga negara yang seharusnya diberikan oleh penguasa atau pemerintah. Pendidikan tidak membeda bedaan, tidak mengenal kasta, ras, suku, status sosial, dan budaya. Sehingga pendidikan sangatlah mendasar bagi kehidupan manusia. Pendidikan adalah dunia yang penuh dengan kepentingan, baik kepentingan sosial, politik, maupun ekonomi. Sehingga hak untuk memperoleh pendidikan yang layak harus dilindungi oleh pihak yang berwenang. Sampai sekarang pun, pendidikan yang berkualitas hanya dapat dirasakan dan dicapai oleh kelompok masyarakat tertentu. Misalnya dari kelas sosial atas atau kalangan yang memiliki kekuasaan dan ekonomi mapan. Agar mereka bisa mendapatkan pendidikan yang diidamkan oleh kaum tertindas. Kelompok ini dalam masyarakat merupakan kelompok minoritas tetapi mendominasi dalam kehidupan bermasyarakat. Yang membuat kebijakan, dan mengekang hak kelompok masyarakat lain, sehingga kelompok mayoritas mengalami penindasan.

Isi yang terdapat pada buku Pendidikan untuk Kaum Tertindas, Freire memiliki beberapa bab yang dibahas. Pada bab pertama, Freire membahas tentang perlunya pendidikan bagi kaum tertindas. Bab kedua, dengan mengungkapkan proses pendidikan untuk kaum tertindas. Dalam bab tiga, Freire menunjukkan bahwa dialog merupakan unsur pendidikan bagi kaum tertindas, yang selama ini hanya bisa diam dan tidak diperbolehkan berbicara dan berpendapat, sehingga muncul budaya diam yang membuat orang pasif tidak berani berekspresi. Bab terakhir membahas tentang teori pendidikan dialogis (aksi) yang merupakan kesatuan antara pemerintah dan rakyat dalam upaya mencapai proses pembebasan. Tidak hanya dialog yang dibahas, tetapi juga teori aksi anti-dialogis, yaitu upaya untuk mengontrol manusia, membuat manusia tunduk pada ketaatan, pasif, menyesuaikan diri dengan keadaan, sehingga masyarakat tetap dalam kondisi tertindas.

Disetiap pembahasan pada buku pendidikan kaum tertindas, dapat kita lihat dimana pendidikan yang harus kita terapkan adalah pendidikan yang dapat membuat setiap manusia mampu untuk berdiri dan menyadari bahwa dirinya sebenarnya adalah manusia maka yang akan muncul adalah pendidikan yang menciptakan manusia yang unggul.

Sumber : Freire Paulo (2008) Pendidikan Kaum Tertindas. Jakarta: LP3ES.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakerwil LPP PWM Jateng menghasilkan Program Stategis Pesantren Muhammadiyah Jawa Tengah

    Rakerwil LPP PWM Jateng menghasilkan Program Stategis Pesantren Muhammadiyah Jawa Tengah

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 195
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kudus – Rapat Kerja Pengurus Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah diselenggarakan 2 hari dari tanggal 19-20 Agustus 2023 di Pondok Pesantren Muhammadiyah Kudus menghasilkan banyak program strategis guna peningkatan mutu dan kualitas pesantren Muhammadiyah. Dalam Pembukaan Rakerwil, ketua LPP PWM Jateng KH. M. Irzal Fadholi menyampaikan peran penting Lembaga ini untuk […]

  • Sambut Peringatan Bulan PRB, MDMC bersama STIKes Muhammadiyah Aceh Gelar Seminar Nasional

    Sambut Peringatan Bulan PRB, MDMC bersama STIKes Muhammadiyah Aceh Gelar Seminar Nasional

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 124
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Aceh – Menyambut Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2024, MDMC PP Muhammadiyah bekerja sama dengan STIKes Muhammadiyah Aceh, serta didukung oleh BNPB dan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, mengadakan seminar nasional dengan tema “Peran Komunitas dan Rumah Sakit dalam Kesiapsiagaan Bencana dan Dukungan pada Klaster Kesehatan”. (8/10/2024) Seminar ini menghadirkan berbagai pakar […]

  • Sapa Guru PAUD-TK ABA, PDA Kutai Kartanegara Berbagi 137 Paket Sembako

    Sapa Guru PAUD-TK ABA, PDA Kutai Kartanegara Berbagi 137 Paket Sembako

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.233
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, KUKAR – Pimpinan Daerah Aisyiyah Kutai Kartanegara menggelar kegiatan pemberian paket sembako bagi Guru PAUD – TK ABA dan Guru Taman Pendidikan Alquran (TPA). Kegiatan ini dilaksanakan serentak se-Kabupaten Kutai Kartanegara dalam rangka memperingati Milad Aisyiyah yang ke-106 hijriah/103 Masehi. Pada kegiatan kali ini, sebanyak 137 paket sembako atau senilai Rp. 14.950.000,- dibagikan khusus […]

  • Min upplevelse av Stake Casinos säkerhetsfunktioner för kontot i Sverige

    Min upplevelse av Stake Casinos säkerhetsfunktioner för kontot i Sverige

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Som spelare i Sverige reflekterar jag ofta över hur trygg en spelplattform kan vara. När jag först testade Stake Casino var säkerheten för kontot det första jag granskade. Efter att ha spelat på plattformen en längre tid vill jag berätta om hur deras säkerhetsfunktioner fungerar i praktiken för svenska spelare. Här är mitt omdöme, från […]

  • Buktikan Daya Saing Global, Tim UMS Sabet 4 Gold Medal di Ajang World Young Inventors Exhibition 2025

    Buktikan Daya Saing Global, Tim UMS Sabet 4 Gold Medal di Ajang World Young Inventors Exhibition 2025

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Masing-masing dari empat tim mahasiswa UMS sukses meraih Gold Medal dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2025 yang digelar di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia. Prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UMS memiliki kompetensi global dan daya saing […]

  • Melampaui Sejarah, Menembus Idealisme Semu: Pesan Optimisme di Pembukaan DAP IMM

    Melampaui Sejarah, Menembus Idealisme Semu: Pesan Optimisme di Pembukaan DAP IMM

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Semarang – Darul Arqam Paripurna (DAP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah tahun 2026 resmi dibuka dengan semangat transformasi di Universitas Muhammadiyah Semarang pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan ini tidak lagi diposisikan sekadar sebagai agenda formal organisasi, melainkan sebagai momentum strategis untuk membentuk arah baru kepemimpinan kader muda IMM di masa produktif mereka. Mengusung semangat melampaui […]

expand_less