PM3 IMM Jawa Tengah di Karanganyar, Mubalig Muda Ditempa Hadapi Krisis Umat dan Tantangan Digital

KABARMUH.ID, Karanganyar – Pelatihan Mubalig Mahasiswa Muhammadiyah (PM3) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah resmi dibuka di Kabupaten Karanganyar, Jumat (13/2/2026). Agenda yang diinisiasi DPD IMM Jawa Tengah ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan mubalig muda agar mampu merespons berbagai krisis umat di tengah dinamika sosial dan tantangan era digital.
Pembukaan kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh Muhammadiyah, di antaranya Rektor Universitas Muhammadiyah Karanganyar (Umuka) Dr. H. Muh Samsuri, M.Si., Ketua DPD IMM Jawa Tengah Nia Nur Pratiwi, S.Pd., serta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar H. Muhammad Arif Babhier, S.Ag., M.Pd.
Dalam sambutannya, Rektor Umuka Muh Samsuri menegaskan pentingnya peran kampus dalam mendukung kaderisasi dakwah. Ia menyampaikan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah harus menjadi ruang lahirnya mubalig yang tidak hanya cakap berbicara, tetapi juga kuat secara intelektual dan moral.
“Kampus Muhammadiyah harus menjadi laboratorium kaderisasi. Di sinilah lahir mubalig yang berilmu, berakhlak, dan mampu membaca tantangan zaman dengan cerdas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PDM Karanganyar Muhammad Arif Babhier menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan PM3 di Karanganyar. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini sebagai momentum penguatan komitmen dakwah.
“Kita berharap mubalig muda IMM ini tidak hanya pandai berceramah, tetapi mampu hadir sebagai solusi di tengah persoalan umat dan menjaga harmoni di masyarakat,” tuturnya.
Ketua DPD IMM Jawa Tengah Nia Nur Pratiwi juga menegaskan bahwa PM3 bukan sekadar pelatihan teknis ceramah, melainkan proses kaderisasi ideologis yang memperkuat jati diri ber-IMM dan ber-Muhammadiyah.
“PM3 adalah ruang pembentukan karakter. Kita ingin melahirkan mubalig muda yang kokoh ideologinya, tajam analisisnya, dan lembut dalam menyampaikan dakwah,” ungkapnya.
Penguatan Dakwah Berkemajuan dan Adaptif
PM3 DPD IMM Jawa Tengah mengangkat tema “Menjawab Krisis, Merawat Harmoni: Peran Strategis Mubalig Muda dalam Dakwah Berkemajuan.” Tema ini menekankan urgensi kehadiran mubalig muda yang mampu menghadirkan dakwah yang solutif, menyejukkan, serta relevan dengan perkembangan teknologi.
Selama tiga hari, peserta dibekali materi penguatan ideologi dan manhaj dakwah Muhammadiyah, retorika dakwah progresif, fikih dakwah, hingga strategi dakwah digital. Narasumber yang hadir berasal dari kalangan akademisi dan tokoh persyarikatan, termasuk Iskak Sulistyo, Prof. Dr. M. Fattah Santoso, Muchamad Arifin, S.Ag., M.Ag., Dr. Amir Mahmud, serta M. Yasir Abdad, S.IP.
Melalui pelatihan ini, DPD IMM Jawa Tengah berharap lahir mubalig muda yang tidak hanya kokoh secara ideologis, tetapi juga siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dan menjaga harmoni kebangsaan.



