Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » RISALAH ISLAM (YANG) BERKEMAJUAN

RISALAH ISLAM (YANG) BERKEMAJUAN

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
  • visibility 309
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I, Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Alhamdulillah, membersamai teman-teman di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam Seminar bertajuk, “Risalah Islam Berkemajuan dalam Dakwah dan Pendidikan, Rabu, 31 Mei 2023 yang lalu. Hadir menyampaikan pidato kunci Prof. Dr. Sofyan Anif (Rektor), dan Prof. Dr. M. Abdul Fattah Santoso, sebagai narasumber.

Beberapa catatan dan pokok pikiran yang sempat saya sampaikan sebagai berikut:

1) KH Ahmad Dahlan lebih mempresentasikan sosok “man of action” daripada “man of thought”. Kisah pengajaran surah Al-Ma’un berbulan-bulan sampai menjadi “tafsir ‘amali” menjadi bukti nyata. Menjadikan Al-Qur’an sebagai aktivitas (praksis-sosial), dan tak semata-mata sebagai kata-kata suci. Beliau berhasil memadukan secara indah antara teosentrisme dan aktivisme social kemanusiaan. Hal ini memerlukan etos kerja dan mobilitas sosial yang berorientasi menebar manfaat dalam amal-amal sosial yang kongkret (al-itsar; altruistik); “membumikan Islam”, dan bukan slogan hampa.

2) KH Ahmad Dahlan mendirikan “voluntary association” agar dakwah tidak terpusat dan tergantung pada tokoh sentral, tetapi sistem. Selain itu beliau mengajarkan makna “ijtihad” : the idea of progress, sejarah yang selalu bergerak maju. Semuanya dalam bingkai “tajdid” : keseimbangan antara purifikasi (tsawabit) dan dinamisasi (mutaghayyirat).

3) Rasionalisasi yang dikembangkannya tak lain dari kritik terhadap nativisme yang tidak sesuai dengan ajaran Wahyu, serta bertentangan akal sehat manusia. Sebab itu pula, Sang Kiai melakukan “demistifikasi” dalam makna mengutamakan akhlaq karimah daripada klaim kesucian manusia yang hampa seperti pengakuan sepihak “oknum” aliran tasawuf yang menyimpang.

4) Dengan demikian, narasi dan praksis gerakan Kiai Dahlan sangatlah “Quráni”; dan murni digerakkan oleh spirit Wahyu; bukan filsafat, dan tidak pula ideologi pembebasan sekuler, meskipun dalam perjalanan sejarah gerakan pembaharuan ini sangat kaya dengan dinamika dan dialektika pemikiran.

5) Inti dari narasi yang digagas dan dilaksana- kan dalam praksis gerakan Kiai Dahlan dapat diringkas dalam satu kata “kemaju- an” (taqaddum ílmiy; hadlârah), lawan kata “kemunduran” (takhalluf/badâwah).

6) Pandangan hidup yang berhadap- hadapan dengan ruh tauhid, ilmu pengetahuan, dan kemajuan disebut sebagai “jahiliyah”, nisbah kepada karakter kejahilan permanen yang dimaknai sebagai suatu realitas buruk yang menghegemoni kehidupan masyarakat pra-kenabian berupa kejahilan manusia tentang ketuhanan Allah Taála, dan kebodohan mengenai the way of life para Rasul álaihimussalam.

7) Dalam Al-Qurán, terdapat empat makna yang terkandung dalam kata “jahiliyah”: a) “Dhannul jāhiliyah” [Ālu ‘Imrān:154]. Dimaknai sebagai kerancauan epistemologis; framework pemikiran spekulatif, skeptik; b) “Hukmul jahili- yah” [Al-Maídah:49-50] yaitu kejahiliahan dalam sistem politik dan pranata hukum; c) “Tabarrujul jahili- yah” [Al-Ahzab:33] sebagai kejahiliahan sistem sosial dan tradisi sekularistik; d) Hamiyyatul jahili- yah” [Al-Fath:26] sebagai watak kesombongan dan rasialistik.

8) Aspek terpenting dari peradaban Islam bahwasanya ia tegak di atas konsep dan praktek keimanan yang holistic; di mana tauhid tidak semata-mata dan ekslusif tentang persoalan langit (transcendental), tetapi juga ia termanifes- tasikan dalam pengalaman nyata keberagamaan sehari-hari; tauhid merupakan esensi peradaban; prinsip sejarah; prinsip ilmu pengetahuan; prinsip tentang perkara ghaib (eskatologis); prinsip akhlaq, etika, dan moralitas; prinsip social, politik, dan ekonomi; prinsip kehidupan global; termasuk pula prinsip estetika, seni, dan segala macam keindahan dalam kehidupan ini.

9) Pandangan hidup Islam seperti ini hanyalah dapat diterima dalam suatu ekosistem kehidupan yang “ilmiyah”, yang menicayakan masyarakatnya memiliki kebudayaan dan tradisi kehidupan yang bermutu tinggi, dan bervisi kemajuan yang melampaui realitas zamannya; tidak terkekang dengan kekinian (kontemporer) semata, dan tidak pula kedisinian (kontekstual). Dari sini kita pahami secara seksama perintah pertama kepada Nabinya ‘alaihissalam “iqra bismi Rabbikalladzi khalaq”.

Sumber: Instagram fathurramankamalofficial

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengajian Kelompok 4 PRM Blimbingrejo Bahas Makna Syafaat, Dihadiri Ratusan Jamaah

    Pengajian Kelompok 4 PRM Blimbingrejo Bahas Makna Syafaat, Dihadiri Ratusan Jamaah

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 81
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jepara, 19 Oktober 2025 — Pengajian rutin Kelompok 4 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Blimbingrejo kembali digelar dengan penuh kekhidmatan pada Ahad (19 Oktober 2025) di kediaman Bapak Sutono, Karangmalang. Kegiatan ini diikuti sekitar 175 jamaah yang hadir dengan semangat untuk menimba ilmu dan memperdalam pemahaman agama Islam. Suasana pengajian terasa hangat dan khusyuk sejak […]

  • KH Tafsir Dorong Dakwah Muhammadiyah Hadir di Ruang Sosial Terpinggirkan

    KH Tafsir Dorong Dakwah Muhammadiyah Hadir di Ruang Sosial Terpinggirkan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 71
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SEMARANG — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, KH Tafsir, menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah harus hadir sebagai gerakan yang membumi dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, tanpa membeda-bedakan latar belakang sosial maupun kondisi kemanusiaan. Hal itu disampaikan KH Tafsir dalam salah satu sesi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat […]

  • Pengajian Kelompok 02 PRM Blimbingrejo Tekankan Tiga Amalan Utama dalam Kehidupan

    Pengajian Kelompok 02 PRM Blimbingrejo Tekankan Tiga Amalan Utama dalam Kehidupan

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jepara, (18 Oktober 2025) — Kegiatan Pengajian Kelompok 02 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Blimbingrejo berlangsung khidmat pada Sabtu Malam, 18 Oktober 2025, bertempat di rumah Bapak Musta’in, Desa Blimbingrejo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara. Pengajian kali ini menghadirkan Ustadz Lukman, selaku Ketua Ta’mir Masjid Baitul Muttaqin Blimbingrejo, sebagai mubaligh yang menyampaikan tausiyah kepada sekitar 220 […]

  • Ultimatum Lembaga Pendidikan  Aman: Dari Jeritan Korban Perundungan ke Agenda Prioritas yang Tak Boleh Ditunda

    Ultimatum Lembaga Pendidikan  Aman: Dari Jeritan Korban Perundungan ke Agenda Prioritas yang Tak Boleh Ditunda

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Fahdhi Fauzi Akbar (Mahasiswa Progam Doktor Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka Jakarta) Melihat kabar berita beberapa pekan belakang Indonesia sedang tidak baik, seperti politik ,kriminal, korupsi dan masih lain lain. Pendidikan pun tidak lepas dari isu isu atau berita yang negatif mulai dari kasus pegawai negeri sipil yang diberhentikan oleh pemerintah karena membantu guru honor […]

  • Fun Riding Sunmori BIKERSMU Chapter Kabupaten Bogor

    Fun Riding Sunmori BIKERSMU Chapter Kabupaten Bogor

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Leuwiliang – 20 Juli 2025. Dalam semangat mempererat ukhuwah dan memperluas dakwah, BikersMu Chapter Kabupaten Bogor menggelar kegiatan Fun Riding Sunmori (Sunday Morning Ride/Silaturahmi Ukhuwah, Ngaji dan Misi Rohani) menuju Pondok Pesantren Minhaju Ummah di Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, pada Ahad, 20 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti oleh para anggota BikersMu dari […]

  • Abdul Mu’ti: Hijrah Sejati Dimulai dengan Kepedulian Sosial dan Kemajuan Pendidikan

    Abdul Mu’ti: Hijrah Sejati Dimulai dengan Kepedulian Sosial dan Kemajuan Pendidikan

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 120
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PURBALINGGA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., hadir dan menyampaikan tausiyah dalam Tabligh Akbar Tahun Baru Islam 1448 H di Lapangan Krida Utama, Desa Limbangan, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Limbangan tersebut dihadiri sekitar 10 ribu warga Muhammadiyah. Tabligh […]

expand_less