Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » RISALAH ISLAM (YANG) BERKEMAJUAN

RISALAH ISLAM (YANG) BERKEMAJUAN

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
  • visibility 237
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I, Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Alhamdulillah, membersamai teman-teman di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam Seminar bertajuk, “Risalah Islam Berkemajuan dalam Dakwah dan Pendidikan, Rabu, 31 Mei 2023 yang lalu. Hadir menyampaikan pidato kunci Prof. Dr. Sofyan Anif (Rektor), dan Prof. Dr. M. Abdul Fattah Santoso, sebagai narasumber.

Beberapa catatan dan pokok pikiran yang sempat saya sampaikan sebagai berikut:

1) KH Ahmad Dahlan lebih mempresentasikan sosok “man of action” daripada “man of thought”. Kisah pengajaran surah Al-Ma’un berbulan-bulan sampai menjadi “tafsir ‘amali” menjadi bukti nyata. Menjadikan Al-Qur’an sebagai aktivitas (praksis-sosial), dan tak semata-mata sebagai kata-kata suci. Beliau berhasil memadukan secara indah antara teosentrisme dan aktivisme social kemanusiaan. Hal ini memerlukan etos kerja dan mobilitas sosial yang berorientasi menebar manfaat dalam amal-amal sosial yang kongkret (al-itsar; altruistik); “membumikan Islam”, dan bukan slogan hampa.

2) KH Ahmad Dahlan mendirikan “voluntary association” agar dakwah tidak terpusat dan tergantung pada tokoh sentral, tetapi sistem. Selain itu beliau mengajarkan makna “ijtihad” : the idea of progress, sejarah yang selalu bergerak maju. Semuanya dalam bingkai “tajdid” : keseimbangan antara purifikasi (tsawabit) dan dinamisasi (mutaghayyirat).

3) Rasionalisasi yang dikembangkannya tak lain dari kritik terhadap nativisme yang tidak sesuai dengan ajaran Wahyu, serta bertentangan akal sehat manusia. Sebab itu pula, Sang Kiai melakukan “demistifikasi” dalam makna mengutamakan akhlaq karimah daripada klaim kesucian manusia yang hampa seperti pengakuan sepihak “oknum” aliran tasawuf yang menyimpang.

4) Dengan demikian, narasi dan praksis gerakan Kiai Dahlan sangatlah “Quráni”; dan murni digerakkan oleh spirit Wahyu; bukan filsafat, dan tidak pula ideologi pembebasan sekuler, meskipun dalam perjalanan sejarah gerakan pembaharuan ini sangat kaya dengan dinamika dan dialektika pemikiran.

5) Inti dari narasi yang digagas dan dilaksana- kan dalam praksis gerakan Kiai Dahlan dapat diringkas dalam satu kata “kemaju- an” (taqaddum ílmiy; hadlârah), lawan kata “kemunduran” (takhalluf/badâwah).

6) Pandangan hidup yang berhadap- hadapan dengan ruh tauhid, ilmu pengetahuan, dan kemajuan disebut sebagai “jahiliyah”, nisbah kepada karakter kejahilan permanen yang dimaknai sebagai suatu realitas buruk yang menghegemoni kehidupan masyarakat pra-kenabian berupa kejahilan manusia tentang ketuhanan Allah Taála, dan kebodohan mengenai the way of life para Rasul álaihimussalam.

7) Dalam Al-Qurán, terdapat empat makna yang terkandung dalam kata “jahiliyah”: a) “Dhannul jāhiliyah” [Ālu ‘Imrān:154]. Dimaknai sebagai kerancauan epistemologis; framework pemikiran spekulatif, skeptik; b) “Hukmul jahili- yah” [Al-Maídah:49-50] yaitu kejahiliahan dalam sistem politik dan pranata hukum; c) “Tabarrujul jahili- yah” [Al-Ahzab:33] sebagai kejahiliahan sistem sosial dan tradisi sekularistik; d) Hamiyyatul jahili- yah” [Al-Fath:26] sebagai watak kesombongan dan rasialistik.

8) Aspek terpenting dari peradaban Islam bahwasanya ia tegak di atas konsep dan praktek keimanan yang holistic; di mana tauhid tidak semata-mata dan ekslusif tentang persoalan langit (transcendental), tetapi juga ia termanifes- tasikan dalam pengalaman nyata keberagamaan sehari-hari; tauhid merupakan esensi peradaban; prinsip sejarah; prinsip ilmu pengetahuan; prinsip tentang perkara ghaib (eskatologis); prinsip akhlaq, etika, dan moralitas; prinsip social, politik, dan ekonomi; prinsip kehidupan global; termasuk pula prinsip estetika, seni, dan segala macam keindahan dalam kehidupan ini.

9) Pandangan hidup Islam seperti ini hanyalah dapat diterima dalam suatu ekosistem kehidupan yang “ilmiyah”, yang menicayakan masyarakatnya memiliki kebudayaan dan tradisi kehidupan yang bermutu tinggi, dan bervisi kemajuan yang melampaui realitas zamannya; tidak terkekang dengan kekinian (kontemporer) semata, dan tidak pula kedisinian (kontekstual). Dari sini kita pahami secara seksama perintah pertama kepada Nabinya ‘alaihissalam “iqra bismi Rabbikalladzi khalaq”.

Sumber: Instagram fathurramankamalofficial

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tabligh Akbar Perdana PCM Grogol, Dihadiri Ratusan Jama’ah

    Tabligh Akbar Perdana PCM Grogol, Dihadiri Ratusan Jama’ah

    • calendar_month Kamis, 1 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 236
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Ratusan jama’ah hadiri tablig akbar perdana Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Grogol, Sukoharjo, Ahad, (28/01/2024). Acara bersejarah bagi warga Muhammadiyah Cabang Grogol yang dilaksanakan di Masjid Baitul Makmur Solo Baru ini berlangsung hikmat dan ikuti oleh ratusan jama’ah persyarikatan. Hadir pula dalam acara tersebut Ketua PCM dan PCA Grogol, PRM dan PRA Madegondo, […]

  • Sekolah Kader PCPM Bumiayu: Menyemai Harapan, Menyiapkan Pemimpin Zaman Baru

    Sekolah Kader PCPM Bumiayu: Menyemai Harapan, Menyiapkan Pemimpin Zaman Baru

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bumiayu, Brebes – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Bumiayu menggelar Sekolah Kader di Pendopo eks Kawedanan Bumiayu guna menyiapkan kader berkompetensi, berintegritas, dan unggul sesuai nilai Islam berkemajuan. Kegiatan bertema “Kuat Ideologi, Sigap Aksi, Berani Kreasi” ini diikuti 22 PRPM se-Cabang Bumiayu, Ahad (14/9/2025). Ketua panitia sekaligus Kabid Perkaderan PCPM Bumiayu, Ustadz Zaky Hadis, […]

  • Pendidikan Jadi Kunci Atasi Kemiskinan

    Pendidikan Jadi Kunci Atasi Kemiskinan

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kemiskinan menjadi permasalahan panjang yang dihadapi Indonesia. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk memutuskan rantai kemiskinan dan mensejahterakan rakyatnya. Gubernur Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi pun memikirkan berbagai langkah untuk dapat mengendalikan angka kelahiran dan kemiskinan. Dedi Mulyadi mengusulkan vasektomi atau keluarga berencana (KB) pria sebagai syarat penerima bantuan sosial (bansos) […]

  • Prof. Dr. Muhadjir Effendy Resmikan Klinik Pratama Al-Mujahidin dan Masjid Shafiyah Asrama Putri Ponpes Al-Mujahidin Balikpapan

    Prof. Dr. Muhadjir Effendy Resmikan Klinik Pratama Al-Mujahidin dan Masjid Shafiyah Asrama Putri Ponpes Al-Mujahidin Balikpapan

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan — Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan mendapat kehormatan luar biasa dengan kedatangan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, yang juga Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, dalam rangka Silaturahim Syawal 1446 H Keluarga Besar Muhammadiyah Kota Balikpapan, pada Ahad (27/04/2025) lalu. Dalam kunjungan tersebut, Prof. Dr. […]

  • Gagas Museum Perjuangan Dai, LDK Muhammadiyah Dorong Edukasi Sejarah Dakwah

    Gagas Museum Perjuangan Dai, LDK Muhammadiyah Dorong Edukasi Sejarah Dakwah

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 20
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta — Gagasan pendirian Museum Perjuangan Dai mencuat sebagai upaya memperkuat pemahaman sejarah dakwah Islam di Indonesia. Usulan tersebut disampaikan oleh Aulia Asmul, anggota Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sebagai bentuk kepedulian terhadap minimnya literasi sejarah perjuangan para dai di kalangan santri dan pegiat Islam. Aulia menilai bahwa peran para dai tidak […]

  • Pemeliharaan Kesehatan dan Pengenalan Olahraga Prestasi Disabilitas (Para Sport) di Sanggar Inklusi Center Anugerah Aulia, Grogol bersama Mahasiswa Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta

    Pemeliharaan Kesehatan dan Pengenalan Olahraga Prestasi Disabilitas (Para Sport) di Sanggar Inklusi Center Anugerah Aulia, Grogol bersama Mahasiswa Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SUKOHARJO — Sanggar Inklusi Center Anugerah Aulia bekerja sama dengan Puskesmas Grogol dan mahasiswa Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta menyelenggarakan rangkaian kegiatan pemeliharaan kesehatan dan pengenalan olahraga prestasi disabilitas (Para Sport) sepanjang Desember. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman, partisipasi, serta deteksi dini potensi olahraga pada anak berkebutuhan khusus (ABK) melalui pendekatan edukatif dan berbasis skrining […]

expand_less