Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Superflu Masuk Indonesia, Ini Penjelasan Epidemiolog UMS

Superflu Masuk Indonesia, Ini Penjelasan Epidemiolog UMS

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 107
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fenomena “Super Flu” sedang ramai menjadi perhatian publik sebenarnya merujuk pada varian virus influenza tipe A subvarian H3N2 dengan subclade K. Subclade K merupakan varian baru yang pertama kali teridentifikasi oleh Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025.

Pakar Epidemiologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan bahwa fenomena “super flu” tidak perlu disikapi secara berlebihan. Meski memiliki gejala yang lebih berat dibanding flu musiman, penyakit ini dinilai tidak sebahaya Covid-19 dan dapat dikendalikan dengan langkah pencegahan yang tepat.

Epidemiolog UMS, Prof. Dr. Yuli Kusumawati, SKM., M.Kes, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan, kasus super flu yang terkonfirmasi di Indonesia saat ini berjumlah 62 orang dan tersebar di beberapa wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan, dengan kelompok paling rentan seperti wanita, anak-anak, dan lansia.

“Super flu ini pada dasarnya adalah flu biasa, disebabkan oleh virus influenza tipe A H3N2, yang merupakan hasil mutasi dari virus sebelumnya. Sifatnya lebih agresif, lebih mudah menular, dan gejalanya lebih berat,” ujar Yuli (5/1). Ia menyebutkan gejala yang muncul antara lain demam tinggi hingga 39-41 derajat Celsius, batuk, pilek berat, nyeri otot, dan rasa lemas.

Epidemiolog, Prof. Dr. Yuli Kusumawati, SKM., M.Kes saat diwawancarai mengenai fenomea Super Flu

Meski demikian, Yuli menekankan bahwa angka kasus yang tercatat kemungkinan belum menggambarkan kondisi sebenarnya. Dalam perspektif surveilans epidemiologi, fenomena ini dapat dianalogikan sebagai fenomena “gunung es”, karena banyak kasus kemungkinan masih terdiagnosis sebagai flu biasa tanpa pemeriksaan genom virus.

Menurutnya, faktor iklim turut berperan dalam meningkatnya resiko mutasi dan penularan virus. Indonesia sebagai negara tropis dengan musim hujan dan kondisi iklim ekstrem dinilai memberi ruang bagi virus untuk terus bermutasi.

“Banyak kasus kemungkinan masih tercatat sebagai flu biasa karena belum dilakukan pemeriksaan genom virus. Virus adalah makhluk hidup yang beradaptasi dengan lingkungan. Perubahan iklim dan cuaca ekstrem memudahkan virus bertahan dan menyebar ke manusia,” jelasnya.

Dari sisi tingkat bahaya, Yuli memastikan super flu tidak memiliki tingkat fatalitas seperti Covid-19. “Jika terjadi kematian, umumnya bukan disebabkan langsung oleh virus flu, tetapi karena adanya penyakit penyerta atau komorbid pada pasien,” ujarnya. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tanpa panik.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan pencegahan berbasis promotif dan preventif, serta mendorong masyarakat untuk memperkuat pencegahan berbasis perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga imunitas dengan gizi seimbang, istirahat cukup, serta menggunakan masker saat bergejala atau berada di kerumunan. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi risiko yang akurat agar tidak memicu ketakutan berlebihan.

“Yang dibutuhkan adalah kewaspadaan, bukan kepanikan. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, jaga imunitas dengan gizi seimbang, istirahat cukup, serta gunakan masker bila bergejala atau berada di kerumunan,” tuturnya.

Selain itu, ia menyebut vaksin influenza yang ada masih relevan sebagai pencegahan sekunder super flu ini. Meskipun vaksin yang tersedia saat ini dikembangkan dari strain influenza sebelumnya dan tidak bersifat wajib, efektivitasnya dinilai tetap memadai dalam menurunkan risiko infeksi dan derajat keparahan super flu, khususnya pada kelompok rentan.

Menutup penjelasannya, Yuli menilai pengalaman Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19 menjadi modal penting dalam kesiapsiagaan menghadapi penyakit menular aga tidak menjadi wabah (Kejadian luara biasa) ke depan.

“Kesadaran masyarakat untuk memakai masker, membatasi kontak, dan melakukan isolasi saat sakit sudah jauh lebih baik. Ini menjadi kekuatan kita dalam menghadapi berbagai ancaman kesehatan di masa mendatang,” pungkasnya. (Alvian/Humas)

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Pra-Modern ke Modern: Pesan Kritis Dr. Hamim Ilyas di Studium General Pondok Shabran UMS

    Dari Pra-Modern ke Modern: Pesan Kritis Dr. Hamim Ilyas di Studium General Pondok Shabran UMS

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Studium General Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 dengan tema “Wawasan Wasathiyah dan Ijtihad Maqasidi dalam Manhaj Tarjih: Ikhtiar Mewujudkan Islam yang Inklusif, Substantif, dan Responsif terhadap Tantangan Kehidupan Modern”, Ahad (1/2/2026). Kegiatan ini digelar di Gedung Pascasarjana Lantai 5 UMS dan diikuti oleh seluruh mahasantri […]

  • Eco Bhinneka Campaigners Community Bangun Katalisator Gerakan Kebhinnekaan

    Eco Bhinneka Campaigners Community Bangun Katalisator Gerakan Kebhinnekaan

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandung – Semangat kolaborasi lintas komunitas dan kepedulian terhadap lingkungan hidup digerakkan kembali dalam kegiatan Eco Bhinneka Campaigners Community bertema “Katalisator Gerakan Kebhinnekaan” pada Minggu, 10 Mei 2026. Acara yang diselenggarakan pada Ahad, 10 Mei 2026 di Kampus 4 Universitas ‘Aisyiyah Bandung ini, menghadirkan 20 orang peserta yang berasal generasi muda lintas komunitas. Melalui […]

  • Lomba Panahan Meriahkan Hari Jadi ke-67 UMS

    Lomba Panahan Meriahkan Hari Jadi ke-67 UMS

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Suasana penuh semangat tampak di Lapangan Kampus II Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) saat digelar Lomba Panahan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-67 UMS, Jumat (12/9). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, namun juga wadah silaturahmi serta pengenalan olahraga sunnah Rasul kepada civitas akademika. Panitia Hari Jadi ke-67 UMS, Hariyanto, SE, dalamsambutannya […]

  • Lazismu Kaltim Gelar Rakerwil 2026, Perkuat Inovasi Sosial dan Tata Kelola

    Lazismu Kaltim Gelar Rakerwil 2026, Perkuat Inovasi Sosial dan Tata Kelola

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kalimantan Timur menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) selama tiga hari, Jumat hingga Ahad, 17–19 April 2026, di SM Tower Hotel & Convention Hall, Kabupaten Berau. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Inovasi Sosial dan Tata Kelola Lazismu yang Terintegrasi, Berdampak dan Berkelanjutan di Kalimantan Timur.” Rakerwil ini dihadiri […]

  • Menjadi Autentik: Menyingkirkan Gengsi

    Menjadi Autentik: Menyingkirkan Gengsi

    • calendar_month Kamis, 12 Okt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Oleh: Fathan Faris Saputro Kehidupan sering kali menghadirkan kita pada berbagai tantangan dan dilema. Salah satu dilema yang sering kali muncul adalah gengsi. Gengsi adalah rasa tidak enak yang muncul ketika kita merasa perlu untuk tampil atau bertindak sesuai dengan harapan orang lain, meskipun itu tidak selalu mencerminkan siapa kita sebenarnya. Gengsi dapat menghalangi kita […]

  • Secercah Harapan Di Balik Penyaluran Wakaf Mushaf Al-Qur’an Di Ponpes Al-Ihsan

    Secercah Harapan Di Balik Penyaluran Wakaf Mushaf Al-Qur’an Di Ponpes Al-Ihsan

    • calendar_month Senin, 26 Apr 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 998
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Tempurejo – Bulan Ramadhan tahun ini dijadikan momentum Ponpes Al-Ihsan Muhammadiyah untuk menggiatkan program menghafal al-Qur’an. Seperti yang kita ketahui bahwa al-Qur’an pertama kali diturunkan pada bulan Ramadhan. Oleh karenanya segenap pengurus Ponpes al-Ihsan menggunakan momentum ini untuk menyelenggarakan Rumah Tahfidz. Kegiatan ini dijalankan untuk kesekian kalinya, setelah lama vakum. Rencananya akan digelar selama […]

expand_less