Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » UMS Jajaki Kerja Sama ITPC Hamburg, Buka Peluang Karier Tenaga Kesehatan ke Jerman

UMS Jajaki Kerja Sama ITPC Hamburg, Buka Peluang Karier Tenaga Kesehatan ke Jerman

  • account_circle Unaise Albunayya
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Peluang karier internasional bagi lulusan tenaga kesehatan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan tenaga profesional di berbagai negara. Merespons peluang tersebut, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki kerja sama dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg untuk membuka akses mobilitas tenaga kesehatan lulusan UMS ke Jerman.

Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (5/10/2026). Pertemuan melibatkan unsur UMS dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Fakultas Farmasi (FF), serta Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan dan Alumni (LP3A).

Wakil Rektor III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., menyampaikan bahwa penjajakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya UMS memperluas peluang internasional bagi lulusan, khususnya di bidang kesehatan.

“Kerja sama ini menjadi salah satu upaya untuk membuka peluang bagi lulusan UMS agar memiliki akses dan pengalaman di tingkat internasional. Namun, tentu perlu dipersiapkan dengan baik, baik dari sisi kompetensi, bahasa, maupun berbagai ketentuan yang berlaku,” ujarnya, Rabu (7/10/2026).

Wakil Rektor III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag

Dalam penjajakan tersebut, ITPC Hamburg menjadi salah satu pihak yang berpotensi menghubungkan lulusan tenaga kesehatan dengan peluang kerja pada institusi kesehatan di Jerman. Adapun bidang yang dibahas mencakup lulusan FKG, FIK, dan FF.

Kabid Pusat Karier dan Hubungan Alumni LP3A UMS, Dr. Moh. Indra Bangsawan, S.H., M.H., menjelaskan bahwa peluang tersebut perlu dipersiapkan melalui skema yang terstruktur agar lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga kesiapan menghadapi lingkungan kerja internasional.

“Yang perlu dipersiapkan bukan hanya lulusan yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya, tetapi juga kesiapan bahasa, pemahaman budaya kerja, serta pemenuhan persyaratan profesi yang berlaku di negara tujuan,” jelasnya.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam penjajakan kerja sama tersebut adalah penguasaan bahasa profesional. Tenaga kesehatan yang akan bekerja di Jerman juga perlu memenuhi ketentuan terkait pengakuan kualifikasi dan lisensi profesi sesuai regulasi yang berlaku.

Selain itu, aspek adaptasi terhadap budaya kerja, sistem pelayanan kesehatan, jam kerja, asuransi, hingga mekanisme pendampingan pada tahap awal penempatan turut menjadi hal yang perlu dipersiapkan.

Bagi UMS, peluang tersebut tidak hanya berkaitan dengan akses kerja bagi alumni. Mobilitas tenaga kesehatan ke luar negeri juga dapat menjadi ruang bagi lulusan untuk memperoleh pengalaman profesional sekaligus membawa pulang pengetahuan dan praktik yang diperoleh dari lingkungan kerja internasional.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring profesional UMS dengan institusi kesehatan di luar negeri serta membuka peluang pengembangan kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas tenaga kesehatan.

“Melalui proses tersebut, UMS berupaya memastikan bahwa peluang internasional bagi lulusan tetap berjalan beriringan dengan penguatan kompetensi, perlindungan tenaga kerja, dan kesiapan profesional. Dengan demikian, mobilitas lulusan tidak hanya menjadi peluang karier, tetapi juga bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia UMS di tingkat global,” tegas Indra.

Florian Schuck dari ITPC Hamburg, melihat bahwa penjajakan kerja sama ini menjadi langkah awal UMS dalam melihat kemungkinan terbentuknya jalur mobilitas tenaga kesehatan ke Jerman. Tahap selanjutnya membutuhkan pembahasan lebih lanjut mengenai mekanisme penempatan, persyaratan profesi, kesiapan bahasa, pendampingan, serta pemenuhan regulasi di Indonesia dan Jerman. (Fika/Humas)

Editor: Unaise Albunayya

  • Penulis: Unaise Albunayya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paulo Freire dalam Pendidikan Kaum Tertindas

    Paulo Freire dalam Pendidikan Kaum Tertindas

    • calendar_month Senin, 18 Apr 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 921
    • 0Komentar

    Oleh : Nayla Assyifa (202110230311051) Pendidikan adalah bidang kehidupan yang akan ditempuh oleh semua golongan individu, baik golongan atas, tengah, bawah, golongan tua, muda, dan dari segala jenis individu yang ada. Pendidikan merupakan bidang yang tidak akan pernah bisa lepas dari kehidupan manusia, mulai dari seorang manusia dilahirkan hingga seorang manusia menutup usia pendidikan akan […]

  • Dorong Dakwah Guru Era Digital, IGABA Lamongan Gelar Pelatihan Jurnalistik

    Dorong Dakwah Guru Era Digital, IGABA Lamongan Gelar Pelatihan Jurnalistik

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 208
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lamongan – Menyongsong lomba menulis tingkat wilayah, Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Lamongan menggelar pelatihan jurnalistik di ruang rapat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan pada Kamis (15/8/2024). Pelatihan ini menghadirkan pemateri dari Kwartir Daerah Hizbul Wathan (HW) Lamongan, Fathan Faris Saputro, M.Pd., yang memberikan wawasan mendalam tentang jurnalistik dan literasi digital. Dalam paparannya, […]

  • UMS Kukuhkan 5 Guru Besar, Haedar Nashir Ingatkan Peran Guru Besar untuk Bangsa

    UMS Kukuhkan 5 Guru Besar, Haedar Nashir Ingatkan Peran Guru Besar untuk Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 53
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Sidang Terbuka Senat dengan mengukuhkan lima guru besar baru di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan, Kamis (28/8). Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., memberikan amanat dalam pengukuhan ini. Ia menegaskan bahwa guru besar tidak hanya identik dengan gelar akademik tertinggi, tetapi […]

  • UMS Ikut Teken MoU Bersama 102 Perguruan Tinggi dengan KBRI Kuala Lumpur

    UMS Ikut Teken MoU Bersama 102 Perguruan Tinggi dengan KBRI Kuala Lumpur

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, KUALA LUMPUR – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi salah satu dari 102 perguruan tinggi di Indonesia yang menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. Kesepakatan ini bertujuan memperkuat akses pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia. Penandatanganan berlangsung di Hotel Nilai Spring Resort, Negeri Sembilan, Selasa (9/9). […]

  • Perpustakaan UMS Dorong Budaya Literasi Melalui Layanan Inovatif dan Pengalaman Menyenangkan

    Perpustakaan UMS Dorong Budaya Literasi Melalui Layanan Inovatif dan Pengalaman Menyenangkan

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 55
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Memperingati Hari Kunjung Perpustakaan yang jatuh pada 14 September 2025, Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus menghadirkan inovasi layanan untuk mendorong budaya literasi di kalangan civitas academica. Tahun ini, peringatan dilakukan dengan menghadirkan berbagai apresiasi dan kejutan bagi para pengunjung. Kaur Teknologi Informasi, Promosi, dan Pusat Data Perpustakaan UMS, Ken Retno Yuniwati, […]

  • Dosen Muda UMS Dapatkan Hibah Workshop Riset di Tampere University, Finlandia

    Dosen Muda UMS Dapatkan Hibah Workshop Riset di Tampere University, Finlandia

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 43
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapatkan hibah workshop riset untuk Journal of Moral Education (JME). Aktivitas yang dilakukan oleh dosen muda ini menjadi dukungan program internasionalisasi UMS yang saat ini memiliki visi untuk menjadi universitas Islam terbaik di dunia. Dia adalah Obby Taufik Hidayat, S.Pd., M.Pd, seorang dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan […]

expand_less