Tingkatkan Kualitas Bacaan Al-Qur’an, MPQ dan HMP PAI UMS Gelar Pelatihan Tartil
- account_circle Muhammad Farhan
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 55
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, SURAKARTA — Mahasiswa Pencinta Al-Qur’an (MPQ) bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMP PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Pelatihan Tartil Al-Qur’an di Masjid Fadhlurrahman pada Kamis sore (15/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Kegiatan dipandu oleh Muhammad Farhan, Staf Eksternal HMP PAI UMS, dalam pengantarnya menegaskan bahwa
“Membaca Al-Qur’an bukan sekadar tentang banyaknya halaman yang mampu dibaca, tetapi juga tentang kualitas, ketepatan, dan keindahan bacaan,” tegasnya.
Farhan juga mengutip perkataan Ali bin Abi Thalib tentang pengertian tartil, yaitu “Tajwīdul-ḥurūf wa ma‘rifatul-wuqūf”, yang berarti membaguskan pelafalan huruf dan mengetahui tempat berhenti yang tepat dalam membaca Al-Qur’an.
Pelatihan ini menghadirkan Muhammad Fitrianor sebagai narasumber, mahasiswa semester lima jurusan PAI UMS yang menjabat sebagai Sekretaris Umum MPQ UMS dan Koordinator Bidang PIK HMP PAI UMS.
Dalam pemaparannya, Fitrianor menjelaskan bahwa secara etimologis, tartil berasal dari bahasa Arab tartīl (ترتيل), yang bermakna menata sesuatu dengan rapi, teratur, perlahan-lahan, dan tidak tergesa-gesa.
“Membaca Al-Qur’an dengan tartil penting untuk menjaga ketepatan bacaan, memperindah lantunan, serta membantu pembaca memahami dan menghayati makna ayat-ayat yang dibaca,” jelasnya.
Fitrianor juga membagikan perjalanan awalnya dalam mempelajari tartil Al-Qur’an. Ketertarikannya bermula ketika ia sering mendengar lantunan murotal di lingkungan rumahnya.
“Saya mulai mengenal seni membaca Al-Qur’an hingga akhirnya mengikuti berbagai perlombaan. Pengalaman ini menjadi salah satu motivasi bagi peserta untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan membaca Al-Qur’an,” tambahnya.
Lebih lanjut, Fitrianor juga memberikan kunci belajar ilmu tartil
“Meluruskan niat, membangun sikap optimis, melakukan imitasi, meniru bacaan secara berulang, dan konsisten,” ujar Fitrianor.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif saat pemateri mempraktikkan nagham Nahawan dan Jiharkah, yang kemudian diikuti oleh sejumlah peserta.
Melalui kegiatan ini, kolaborasi HMP PAI dan MPQ UMS diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadapnya melalui perbaikan bacaan, pemahaman makna, dan pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor: Muhammad Farhan
Editor: Unaise Albunayya
- Penulis: Muhammad Farhan