BeritaFeatured

Upaya Nyata Kemendikdasmen Hadirkan Pendidikan Bermutu lewat Revitalisasi, Digitalisasi, dan Penguatan Guru

KABARMUH.ID, Jakarta – Komitmen menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan, tetapi juga melalui berbagai langkah nyata yang terus diperkuat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam rangkaian Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah 2026 yang berlangsung pada 9–11 Februari 2026.

Salah satu fokus utama adalah penguatan tata kelola dan kesejahteraan guru. Dalam diskusi panel bertema Kebijakan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru yang berlangsung pada 10 Februari 2026, pemerintah menegaskan bahwa guru merupakan aktor utama dalam pembangunan sumber daya manusia unggul.

Deputi Bidang SDM Aparatur KemenPANRB, Aba Subagja, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara peran guru, kesejahteraan, serta capaian output dan outcome pendidikan.

“Keseimbangan antara peran guru, kesejahteraan, serta capaian output dan outcome pendidikan harus terus dijaga. Di sisi lain, pemerintah menyadari masih adanya tantangan, di antaranya yaitu distribusi dan pengembangan kompetensi guru di berbagai daerah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pembenahan tata kelola guru dilakukan secara komprehensif mulai dari rekrutmen, distribusi, pengembangan karier, hingga kebijakan kepegawaian yang lebih fleksibel melalui jalur vertikal, horizontal, dan diagonal. Langkah ini diperkuat melalui sinergi bersama pemerintah daerah agar layanan pendidikan tetap terjaga secara berkelanjutan.

Selain penguatan sumber daya manusia, pemerintah juga terus memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan Rp16,9 triliun untuk pembangunan Unit Sekolah Baru, ruang kelas tambahan, perpustakaan, toilet, laboratorium, dan fasilitas lainnya di 16.167 satuan pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pembangunan fisik sekolah menjadi bagian penting dalam menciptakan proses belajar yang berkualitas.

“Selamat kepada Bapak dan Ibu yang pada tahun 2025 mendapatkan bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat. Ini merupakan program prioritas Bapak Presiden dalam rangka mewujudkan Asta Cita, khususnya membangun generasi yang unggul,” ujarnya.

Di sisi lain, transformasi digital juga terus diperluas melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital yang telah digunakan di sekitar 288 ribu satuan pendidikan. Program ini diperkuat dengan pelatihan guru, penyediaan laptop, serta materi pembelajaran digital agar proses belajar semakin interaktif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Upaya menghadirkan pendidikan bermutu juga diarahkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia melalui strategi deep learning, pembelajaran koding dan kecerdasan buatan (AI), peningkatan kompetensi bahasa Inggris guru, serta penguatan pendidikan karakter melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Pagi Ceria.

Tak kalah penting, dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan peserta didik belajar dalam kondisi sehat dan bersemangat. Data terbaru per Februari 2026 menunjukkan lebih dari 49 juta peserta didik atau sekitar 93 persen peserta didik nasional telah menerima manfaat program tersebut.

Melalui langkah-langkah konkret ini, Kemendikdasmen menunjukkan bahwa pendidikan bermutu dibangun melalui kombinasi penguatan guru, revitalisasi sarana, transformasi digital, dan pembentukan karakter peserta didik secara menyeluruh.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button