Ustadz Sugiyono Ajak Jamaah Terapkan Takwa, Kejujuran, dan Kesederhanaan
Nilai takwa, kejujuran, dan kesederhanaan menjadi pesan utama khutbah Jumat yang disampaikan Ustadz Sugiyono.

Pelaksanaan Sholat Jumat di Masjid Mujahiddin, Kompleks Perguruan Muhammadiyah Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (16/1/2026), berlangsung khidmat dengan khutbah yang menekankan pentingnya nilai-nilai dasar Islam dalam kehidupan sehari-hari. Khatib Jumat, Ustadz Sugiyono, menyampaikan pesan moral bertajuk Tiga Hal yang Menyelamatkan di hadapan jamaah.
Ustadz Sugiyono yang merupakan anggota Korps Muballigh Muhammadiyah PCM Anggana menegaskan bahwa khutbah Jumat bukan sekadar rutinitas ibadah mingguan, melainkan momentum strategis untuk mengingatkan umat agar tetap berada di jalan Allah. “Sholat Jumat adalah kewajiban kaum muslimin, dan khutbahnya merupakan rukun yang tidak terpisahkan,” ujarnya dalam khutbah.
Ia menjelaskan, tiga hal yang dapat menyelamatkan manusia dalam kehidupan dunia dan akhirat adalah takwa dalam setiap keadaan, berkata benar baik dalam ridha maupun marah, serta hidup sederhana baik saat kaya maupun miskin. Ketiga prinsip ini, menurutnya, harus menjadi karakter melekat bagi seorang muslim.
Dalam khutbahnya, Ustadz Sugiyono menekankan bahwa takwa tidak boleh bersifat situasional. “Takwa bukan hanya ketika kita lapang, tetapi juga ketika sempit, bukan hanya ketika senang, tetapi juga saat diuji,” katanya. Ia menambahkan, takwa adalah fondasi utama yang akan menuntun seseorang dalam setiap keputusan hidup.
Selain takwa, kejujuran dalam berkata benar juga menjadi penekanan penting. Menurutnya, banyak kerusakan sosial terjadi akibat hilangnya keberanian berkata benar, terutama saat emosi dan kepentingan pribadi mendominasi. “Islam mengajarkan kita tetap jujur, baik saat ridha maupun saat marah,” tutur Sugiyono.
Nilai ketiga yang disampaikan adalah kesederhanaan. Ia menilai, gaya hidup berlebihan sering kali menjadi sumber kesenjangan dan kegelisahan sosial. “Sederhana bukan berarti miskin, tetapi sikap bijak dalam menyikapi harta, baik saat kaya maupun miskin,” ujarnya.
Pelaksanaan Sholat Jumat tersebut berlangsung sebagaimana mestinya, diawali dengan khatib naik mimbar, menyampaikan salam, dilanjutkan adzan, khutbah, iqamah, dan sholat dua rakaat berjamaah. Jamaah yang hadir berasal dari lingkungan sekolah Muhammadiyah serta masyarakat sekitar Anggana.
Beberapa jamaah mengaku khutbah tersebut relevan dengan kondisi kehidupan saat ini. Salah seorang jamaah menyampaikan bahwa pesan khutbah mudah dipahami dan aplikatif. “Isinya sederhana tapi sangat mengena, terutama soal kejujuran dan hidup sederhana,” ujarnya usai sholat Jumat.
Khutbah ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi umat Islam agar tidak hanya menjalankan ritual ibadah, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial sehari-hari.(ay.1)



