Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Jaswadi: Pendidikan Muhammadiyah Harus Kembali pada Visi Besar KH. Ahmad Dahlan

Jaswadi: Pendidikan Muhammadiyah Harus Kembali pada Visi Besar KH. Ahmad Dahlan

  • account_circle Redaksi Kabarmuh
  • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
  • visibility 83
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

visi pendidikan KH. Ahmad Dahlan lahir dari semangat tajdid, yakni gerakan pemurnian dan pembaruan yang berpijak pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Tajdid bukan sekadar mengoreksi praktik keagamaan yang menyimpang, tetapi juga menghadirkan pembaruan dalam sistem pendidikan, cara berpikir, dan kehidupan sosial agar umat Islam mampu bangkit dari keterbelakangan.

SAMARINDA – Pendidikan Muhammadiyah tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik atau banyaknya peserta didik. Lebih dari itu, pendidikan harus menjadi instrumen dakwah yang melahirkan manusia beriman, berilmu, berakhlak, dan mampu menjawab tantangan zaman. Pesan tersebut disampaikan Drs. H. Jaswadi, M.Si. dalam Pengajian Pimpinan Muhammadiyah Kalimantan Timur di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Sabtu (18/7/2026). Mengangkat tema “Visi K.H. Ahmad Dahlan: Pendidikan Muhammadiyah yang Unggul Berkemajuan”, Jaswadi mengajak seluruh pimpinan Muhammadiyah kembali membaca gagasan besar pendiri Persyarikatan sebagai pijakan membangun pendidikan masa depan.

Menurut Jaswadi, visi pendidikan KH. Ahmad Dahlan lahir dari semangat tajdid, yakni gerakan pemurnian dan pembaruan yang berpijak pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Tajdid bukan sekadar mengoreksi praktik keagamaan yang menyimpang, tetapi juga menghadirkan pembaruan dalam sistem pendidikan, cara berpikir, dan kehidupan sosial agar umat Islam mampu bangkit dari keterbelakangan.

Ia menjelaskan, sepulang dari Makkah, KH. Ahmad Dahlan tidak hanya membawa ilmu agama, tetapi juga semangat perubahan. Salah satu langkah visionernya adalah meluruskan arah kiblat Masjid Gedhe Kauman berdasarkan ilmu falak. Meski mendapat penolakan keras, bahkan langgarnya sempat dibongkar, beliau tetap memilih jalan dialog, argumentasi ilmiah, dan kesabaran. Peristiwa itu menjadi pelajaran bahwa pembaruan selalu membutuhkan keberanian, ilmu, dan keteguhan prinsip.

Jaswadi menegaskan bahwa pembaruan terbesar KH. Ahmad Dahlan justru terjadi di bidang pendidikan. Pada 1 Desember 1911 beliau mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah (MIDI), sekolah modern pertama yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Langkah tersebut merupakan terobosan besar pada masanya karena masyarakat masih memandang sistem sekolah modern identik dengan pendidikan kolonial. Namun bagi KH. Ahmad Dahlan, kemajuan umat hanya dapat diraih apabila ilmu agama berjalan seiring dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Beliau mendirikan sekolah agar anak-anak pribumi pintar ilmu agama dan pandai dalam urusan dunia, serta terlepas dari kebodohan,” terang Jaswadi. Bahkan ketika sekolah itu hanya memiliki delapan murid dan menghadapi keterbatasan dana, KH. Ahmad Dahlan rela menggunakan harta pribadinya demi memastikan pendidikan tetap berjalan. Baginya, pendidikan adalah investasi peradaban yang tidak boleh berhenti karena alasan ekonomi.

Jaswadi juga mengingatkan bahwa metode pendidikan KH. Ahmad Dahlan tidak berhenti pada transfer ilmu. Melalui pengajian tafsir Al-Qur’an secara terbuka, khususnya Surat Al-Ma’un, beliau mengajarkan bahwa pemahaman agama harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Dari pengajian itulah lahir panti asuhan, pelayanan kesehatan, dan gerakan sosial yang menjadi ciri khas Muhammadiyah hingga hari ini. Pendidikan, menurut KH. Ahmad Dahlan, harus melahirkan kepedulian sosial, bukan sekadar kecerdasan intelektual.

Lebih lanjut, Jaswadi menilai berdirinya Muhammadiyah pada tahun 1912 merupakan langkah strategis untuk menjamin keberlanjutan gerakan pendidikan. Organisasi dibangun bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai instrumen dakwah agar sekolah, kaderisasi, pelayanan sosial, dan pembinaan umat dapat berkembang secara sistematis dan berkesinambungan. Dari sinilah kemudian lahir jaringan sekolah, madrasah, Mu’allimin-Mu’allimat, TK ABA, hingga ribuan lembaga pendidikan Muhammadiyah yang kini tersebar dari Sabang sampai Papua bahkan merambah berbagai negara.

Mengakhiri pemaparannya, Jaswadi mengajak seluruh pengelola Amal Usaha Muhammadiyah untuk terus melakukan transformasi pendidikan tanpa kehilangan jati diri Persyarikatan. Ia menegaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah hanya akan maju apabila seluruh pelakunya memiliki keberanian melakukan perubahan, memperkuat kolaborasi, dan tetap menjadikan nilai-nilai Islam Berkemajuan sebagai fondasi utama. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d ayat 11, perubahan hanya akan terjadi apabila manusia mau mengubah dirinya sendiri. Karena itu, pendidikan Muhammadiyah harus terus meneguhkan visi, memperluas kolaborasi, dan menghadirkan transformasi untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang beriman, unggul, berkarakter, dan berkemajuan.(ay.1)

  • Penulis: Redaksi Kabarmuh

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Racana UMS Tanamkan Optimisme Pendidikan Tinggi kepada Anak Yatim Boyolali

    Racana UMS Tanamkan Optimisme Pendidikan Tinggi kepada Anak Yatim Boyolali

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Racana Ki/Nyi Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menuntaskan program Pengabdian Masyarakat di Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Kacangan, Andong, Boyolali, pada Minggu (16/11). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Keagamaan dan Pengabdian Masyarakat Racana UMS ini, mengusung tema “Menumbuhkan Semangat Belajar dan Harapan untuk Masa Depan Gemilang.” Indra Hermawan, selaku Ketua Bidang […]

  • Lazismu Tinjau Bantuan Bagi Palestina di Al Khair Warehouse, Mesir

    Lazismu Tinjau Bantuan Bagi Palestina di Al Khair Warehouse, Mesir

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 113
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Mesir – Bangun semangat solidaritas dan kepedulian antar sesama, Lazismu bersama sejumlah lembaga zakat dari Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat Palestina. Al-Khair Warehouse di Kairo, Mesir, sebuah gerakan kemanusiaan besar menjadi mitra untuk mempersiapkan pengiriman bantuan. Bantuan berupa alat-alat kebersihan, paket persiapan iftar Ramadan 2025, serta kebutuhan musim dingin seperti tenda, matras, […]

  • Malam Malibujari UMS Tegaskan Komitmen Beasiswa Rp44 Miliar bagi Mahasiswa

    Malam Malibujari UMS Tegaskan Komitmen Beasiswa Rp44 Miliar bagi Mahasiswa

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 89
    • 0Komentar

    KABARMUH,ID. SURAKARTA – Sebagai bentuk apresiasi bagi calon wisudawan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Gathering Malibujari (Mahasiswa Lintas Budaya Luar Jawa dan Luar Negeri) yang dihadiri oleh mahasiswa yang berasal dari 21 provinsi di Indonesia dan mahasiswa luar negeri diantaranya, Algeria, Madagascar, dan Palestine, Jumat (19/12). Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., beserta […]

  • DPD IMM Kalteng Gelar Obral Literasi: Menginspirasi Kader untuk Memulai Menulis

    DPD IMM Kalteng Gelar Obral Literasi: Menginspirasi Kader untuk Memulai Menulis

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 64
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kalimantan – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Bidang Kajian dan Pengembangan Keilmuan (KPK) menggelar kegiatan Obrolan Santai Literasi (Obral) bertajuk “Cara Aku Memulai Menulis” pada Sabtu (15/3/2025). Acara ini diselenggarakan secara daring melalui Google Meet dengan tujuan menumbuhkan semangat menulis di kalangan kader IMM. Ketua Bidang KPK […]

  • ECO BHINNEKA MUHAMMADIYAH GELAR SOSIALISASI INKLUSIF DIFABEL JELANG KAMPANYE WALK FOR PEACE AND CLIMATE JUSTICE

    ECO BHINNEKA MUHAMMADIYAH GELAR SOSIALISASI INKLUSIF DIFABEL JELANG KAMPANYE WALK FOR PEACE AND CLIMATE JUSTICE

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 57
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Menjelang kampanye “Walk for Peace and Climate Justice” bulan depan, Eco Bhinneka Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan bertajuk Sosialisasi Interaksi Bersama Kelompok Difabel, kegiatan ini bertempat di Aula Lantai 1 Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Sabtu (28/6). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesadaran lintas komunitas dan pemuda lintas iman dalam menciptakan ruang […]

  • Memakmurkan Masjid, Pondok Ki Bagus Hadikusumo Sukoharjo Kirim Muballigh Hijrah

    Memakmurkan Masjid, Pondok Ki Bagus Hadikusumo Sukoharjo Kirim Muballigh Hijrah

    • calendar_month Jumat, 5 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 854
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Para Mahasantri Pondok Ki Bagus Hadikusumo Sukoharjo mengirim Mubalig Hijrah, Sabtu (16/3/2024). Program ini merupakan praktek lapangan sebagai da’i di bulan ramadan yang memakmurkan masjid dan mengayomi masyarakat. Ustadz Barik Pradana As-sifa, guru pendamping dari Pondok Ki Bagus Hadikusumo mengatakan program ini bukan kali pertama dilakukan. Tahun sebelumnya juga pernah dilakukan pengaderan […]

expand_less