Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Jaswadi: Pendidikan Muhammadiyah Harus Kembali pada Visi Besar KH. Ahmad Dahlan

Jaswadi: Pendidikan Muhammadiyah Harus Kembali pada Visi Besar KH. Ahmad Dahlan

  • account_circle Redaksi Kabarmuh
  • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
  • visibility 61
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

visi pendidikan KH. Ahmad Dahlan lahir dari semangat tajdid, yakni gerakan pemurnian dan pembaruan yang berpijak pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Tajdid bukan sekadar mengoreksi praktik keagamaan yang menyimpang, tetapi juga menghadirkan pembaruan dalam sistem pendidikan, cara berpikir, dan kehidupan sosial agar umat Islam mampu bangkit dari keterbelakangan.

SAMARINDA – Pendidikan Muhammadiyah tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik atau banyaknya peserta didik. Lebih dari itu, pendidikan harus menjadi instrumen dakwah yang melahirkan manusia beriman, berilmu, berakhlak, dan mampu menjawab tantangan zaman. Pesan tersebut disampaikan Drs. H. Jaswadi, M.Si. dalam Pengajian Pimpinan Muhammadiyah Kalimantan Timur di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Sabtu (18/7/2026). Mengangkat tema “Visi K.H. Ahmad Dahlan: Pendidikan Muhammadiyah yang Unggul Berkemajuan”, Jaswadi mengajak seluruh pimpinan Muhammadiyah kembali membaca gagasan besar pendiri Persyarikatan sebagai pijakan membangun pendidikan masa depan.

Menurut Jaswadi, visi pendidikan KH. Ahmad Dahlan lahir dari semangat tajdid, yakni gerakan pemurnian dan pembaruan yang berpijak pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Tajdid bukan sekadar mengoreksi praktik keagamaan yang menyimpang, tetapi juga menghadirkan pembaruan dalam sistem pendidikan, cara berpikir, dan kehidupan sosial agar umat Islam mampu bangkit dari keterbelakangan.

Ia menjelaskan, sepulang dari Makkah, KH. Ahmad Dahlan tidak hanya membawa ilmu agama, tetapi juga semangat perubahan. Salah satu langkah visionernya adalah meluruskan arah kiblat Masjid Gedhe Kauman berdasarkan ilmu falak. Meski mendapat penolakan keras, bahkan langgarnya sempat dibongkar, beliau tetap memilih jalan dialog, argumentasi ilmiah, dan kesabaran. Peristiwa itu menjadi pelajaran bahwa pembaruan selalu membutuhkan keberanian, ilmu, dan keteguhan prinsip.

Jaswadi menegaskan bahwa pembaruan terbesar KH. Ahmad Dahlan justru terjadi di bidang pendidikan. Pada 1 Desember 1911 beliau mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah (MIDI), sekolah modern pertama yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Langkah tersebut merupakan terobosan besar pada masanya karena masyarakat masih memandang sistem sekolah modern identik dengan pendidikan kolonial. Namun bagi KH. Ahmad Dahlan, kemajuan umat hanya dapat diraih apabila ilmu agama berjalan seiring dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Beliau mendirikan sekolah agar anak-anak pribumi pintar ilmu agama dan pandai dalam urusan dunia, serta terlepas dari kebodohan,” terang Jaswadi. Bahkan ketika sekolah itu hanya memiliki delapan murid dan menghadapi keterbatasan dana, KH. Ahmad Dahlan rela menggunakan harta pribadinya demi memastikan pendidikan tetap berjalan. Baginya, pendidikan adalah investasi peradaban yang tidak boleh berhenti karena alasan ekonomi.

Jaswadi juga mengingatkan bahwa metode pendidikan KH. Ahmad Dahlan tidak berhenti pada transfer ilmu. Melalui pengajian tafsir Al-Qur’an secara terbuka, khususnya Surat Al-Ma’un, beliau mengajarkan bahwa pemahaman agama harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Dari pengajian itulah lahir panti asuhan, pelayanan kesehatan, dan gerakan sosial yang menjadi ciri khas Muhammadiyah hingga hari ini. Pendidikan, menurut KH. Ahmad Dahlan, harus melahirkan kepedulian sosial, bukan sekadar kecerdasan intelektual.

Lebih lanjut, Jaswadi menilai berdirinya Muhammadiyah pada tahun 1912 merupakan langkah strategis untuk menjamin keberlanjutan gerakan pendidikan. Organisasi dibangun bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai instrumen dakwah agar sekolah, kaderisasi, pelayanan sosial, dan pembinaan umat dapat berkembang secara sistematis dan berkesinambungan. Dari sinilah kemudian lahir jaringan sekolah, madrasah, Mu’allimin-Mu’allimat, TK ABA, hingga ribuan lembaga pendidikan Muhammadiyah yang kini tersebar dari Sabang sampai Papua bahkan merambah berbagai negara.

Mengakhiri pemaparannya, Jaswadi mengajak seluruh pengelola Amal Usaha Muhammadiyah untuk terus melakukan transformasi pendidikan tanpa kehilangan jati diri Persyarikatan. Ia menegaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah hanya akan maju apabila seluruh pelakunya memiliki keberanian melakukan perubahan, memperkuat kolaborasi, dan tetap menjadikan nilai-nilai Islam Berkemajuan sebagai fondasi utama. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d ayat 11, perubahan hanya akan terjadi apabila manusia mau mengubah dirinya sendiri. Karena itu, pendidikan Muhammadiyah harus terus meneguhkan visi, memperluas kolaborasi, dan menghadirkan transformasi untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang beriman, unggul, berkarakter, dan berkemajuan.(ay.1)

  • Penulis: Redaksi Kabarmuh

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim UMS Dorong Literasi Kesehatan, Latih Penggunaan Sistem Poskestren Digital dan Pembuatan Edukasi Digital

    Tim UMS Dorong Literasi Kesehatan, Latih Penggunaan Sistem Poskestren Digital dan Pembuatan Edukasi Digital

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta melalui program pengabdian dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di Pesantren Muhammadiyah Mambaul Ulum Andong yang dihadiri oleh seluruh warga pesantren, termasuk 27 santri dan 9 pengurus pesantren.   Ketua tim pengabdian masyarakat Ayu Khoirotul Umaroh S.K.M., M.K.M., mengungkapkan kegiatan […]

  • UMS Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027, Ada Potongan Hingga 10 Persen

    UMS Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027, Ada Potongan Hingga 10 Persen

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk tahun akademik 2026/2027. PMB UMS dijadwalkan akan berlangsung hingga 29 Agustus 2026. Dengan sistem penerimaan yang dibuka lebih awal, calon mahasiswa berpeluang mendapatkan sejumlah keuntungan. Setelah satu jam pendaftaran dibuka, tercatat sudah ada 27 pendaftar, dan 15 di antaranya telah […]

  • Perkuat Ukhuwah, HMP IQT UMS Study Komparatif bersama HMPS IAT UIN Tulungagung

    Perkuat Ukhuwah, HMP IQT UMS Study Komparatif bersama HMPS IAT UIN Tulungagung

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 358
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tulungagung – Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir (HMP IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)  melakukan studi banding bersama Himpunan Mahasiswa Progam Studi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir (HMPS IAT) Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU) Ahad (02/06/24). Studi Banding tersebut menyusung tema “Mengembangkan Skills Keorganisasian Melalui Pertukaran Pengalaman,Pengetahuan dan […]

  • Prof. Dr. H. Sudarman Tekankan Sinergi Keluarga dan Sekolah dalam Membangun Generasi Tangguh di Lampung Tengah

    Prof. Dr. H. Sudarman Tekankan Sinergi Keluarga dan Sekolah dalam Membangun Generasi Tangguh di Lampung Tengah

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 50
    • 0Komentar

     KABARMUH.ID, Lampung Tengah — Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, Prof. Dr. H. Sudarman, M.Ag., hadir sebagai pembicara utama dalam Ceremony Milad & Seminar Parenting SMP Muhammadiyah 1 Sendang Agung yang berlangsung pada Rabu, 12 November 2025 di Komplek perguruan Muhamamdiyah Sendang Agung. Kegiatan Ceremony Milad dan Seminar Parenting SMP Muhammadiyah Sendang Agung ini […]

  • Eco Bhinneka Campaigners Community Bangun Katalisator Gerakan Kebhinnekaan

    Eco Bhinneka Campaigners Community Bangun Katalisator Gerakan Kebhinnekaan

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 65
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandung – Semangat kolaborasi lintas komunitas dan kepedulian terhadap lingkungan hidup digerakkan kembali dalam kegiatan Eco Bhinneka Campaigners Community bertema “Katalisator Gerakan Kebhinnekaan” pada Minggu, 10 Mei 2026. Acara yang diselenggarakan pada Ahad, 10 Mei 2026 di Kampus 4 Universitas ‘Aisyiyah Bandung ini, menghadirkan 20 orang peserta yang berasal generasi muda lintas komunitas. Melalui […]

  • Sehat yang Belum Utuh: Kesehatan Mental dalam Konsep Sehat Perspektif Muhammadiyah

    Sehat yang Belum Utuh: Kesehatan Mental dalam Konsep Sehat Perspektif Muhammadiyah

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Oleh: Hessy Sahana, Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan Selama ini, kesehatan sering diukur dari kondisi fisik semata: tidak sakit, tubuh kuat, umur panjang. Pada kenyataannya, terdapat satu dimensi yang kerap luput dari perhatian padahal dampaknya tidak kalah serius bagi kualitas hidup manusia, yaitu kesehatan mental. Seseorang bisa saja tampak sehat secara fisik, namun […]

expand_less