Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Fenomena Curhat ke ChatGPT, Psikolog UMS: AI Tidak Bisa Gantikan Empati Manusia

Fenomena Curhat ke ChatGPT, Psikolog UMS: AI Tidak Bisa Gantikan Empati Manusia

  • account_circle Andi Rezti Maharani
  • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin masif turut mempengaruhi perilaku masyarakat, termasuk dalam ranah psikologis seperti mencurahkan isi hati atau mencari solusi masalah pribadi melalui ChatGPT. Fenomena ini disoroti oleh dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prilya Shanty Andrianie, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

Menurutnya, kemajuan teknologi seperti AI adalah hal yang tidak bisa dihindari maupun ditolak. Hal yang bisa dilakukan adalah beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. “AI ini tidak bisa kita hentikan. Maka yang bisa kita lakukan adalah menyesuaikan diri,” ungkap dosen UMS itu, Kamis (29/5).

Fenomena masyarakat yang ‘curhat’ ke AI, seperti ChatGPT, menurut Prilya adalah hal yang sah-sah saja. Namun, ia mengingatkan bahwa AI tetaplah mesin yang memberikan solusi secara template tanpa mempertimbangkan latar belakang individu.

“AI tidak mempertimbangkan aspek kepribadian, pola asuh, sosial ekonomi, maupun kondisi keluarga dari orang yang curhat. Sementara psikolog atau psikiater memberikan solusi yang holistik sesuai dengan kondisi klien,” jelasnya.

Sebagai contoh, seseorang yang mengalami masalah perselingkuhan dan bertanya ke AI mungkin hanya akan diberi solusi normatif seperti “putus” atau “pisah”. Padahal nyatanya, banyak aspek yang harus dipertimbangkan seperti kondisi ekonomi, anak, hingga dinamika keluarga.

Lebih lanjut, Prilya menyebutkan masyarakat memang mendapatkan jawaban yang cepat saat bertanya ke AI. Namun, di sisi lain, solusi tersebut bisa menyesatkan jika tidak sesuai dengan konteks personal. Selain itu, interaksi dengan AI juga menghilangkan aspek sosial seperti komunikasi dua arah dan empati yang hanya bisa didapatkan dari interaksi dengan sesama manusia.

“Interaksi manusia dengan psikolog itu penting karena kita butuh didengar dengan empati. Bukan sekadar solusi cepat,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan adanya risiko baru yang muncul dari penggunaan AI dan internet secara berlebihan, salah satunya adalah kecanduan digital. Hal ini dapat menimbulkan gangguan psikologis seperti problematic internet use dan internet addiction yang berdampak pada turunnya kemampuan bersosialisasi, komunikasi, hingga berpikir kritis.

“Kalau semua hal kita tanya ke internet, lama-lama kita kehilangan kemampuan untuk berpikir kritis. Ini yang berbahaya,” ujarnya.

Terkait fenomena konten psikologi di media sosial, Prilya menyebutkan bahwa meskipun bermanfaat untuk psikoedukasi ke masyarakat, namun masyarakat harus tetap kritis. Komunikasi satu arah bisa membuat orang mencocokkan gejala gangguan mental yang mereka baca di media sosial dengan kondisinya saat ini. Hal ini dapat menyebabkan overthinking, bahkan mendiagnosis diri sendiri secara keliru.

“Kalau merasa terganggu dengan apa yang dibaca di media sosial, lebih baik konsultasi ke profesional agar mendapatkan penelusuran yang menyeluruh,” pesannya.

Sebagai bentuk pengendalian, ia menyarankan masyarakat untuk melakukan detoks digital. Misalnya dengan mengatur waktu interaksi digital dan menggantinya dengan aktivitas sosial di dunia nyata. “Saya sendiri kalau di rumah sudah detox HP. Saya ganti dengan berkumpul dan melakukan aktivitas bersama dengan anak dan suami,” ungkapnya memberi contoh.

Untuk anak-anak muda, Prilya juga mengingatkan pentingnya memiliki life balance, yaitu menyeimbangkan aktivitas digital dan sosial. “Kita bisa mulai dari hal sederhana, misalnya setelah seharian main HP, coba quality time tanpa HP dan lakukan aktivitas bersama keluarga atau teman,” tambahnya.

Menutup penjelasannya, Prilya berpesan bahwa anak muda harus mempersiapkan diri agar tidak kalah oleh kecanggihan AI. “Ada tiga kecerdasan yang tidak bisa dimiliki AI yaitu kecerdasan emosional, spiritual, dan adversitas yaitu kemampuan untuk bangkit kembali ketika gagal dan terpuruk. Ini harus dimiliki anak muda agar tetap eksis di tengah perkembangan teknologi,” tegasnya.

 

Red : Fika/Humas | Ed : ARM

  • Penulis: Andi Rezti Maharani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinergi dan Kolaborasi Untuk Kemajuan Olahraga Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan

    Sinergi dan Kolaborasi Untuk Kemajuan Olahraga Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 28
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PEKALONGAN – Dalam upaya meningkatkan semangat olahraga, mempererat ukhuwah, serta membangun generasi yang sehat dan berprestasi, H. Sofwan Sumadi DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Amanat Nasional bersama LSBO Muhammadiyah Cabang Pekajangan dan LSBO PDM Kabupaten Pekalongan menjalin sinergi dan kolaborasi melalui kegiatan pemberian bantuan sarana olahraga sekaligus pengukuhan PingpongMU LSBO PDM Kabupaten […]

  • Putus Asa: Bukti Cinta Allah terhadap Hamba

    Putus Asa: Bukti Cinta Allah terhadap Hamba

    • calendar_month Selasa, 30 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Oleh: Rizky Aldiansyah Kader IMM Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS Dalam berkehidupan pasti ada sebuah keinginan dan tujuan serta ada harapan yang ingin dicapai dalam berkehidupan di dunia, tetapi untuk mendapatkan dan menjalani serta melewati tujuan tersebut tidaklah mudah tidaklah sebatas apa yang dipikirkan lewat pikiran apa yang dikhayalkan semata. mendapatkan sebuah keinginan dan tujuan […]

  • Kolaborasi Strategis, Bank Jateng Syariah dan UMS Gelar Edukasi Keuangan Syariah

    Kolaborasi Strategis, Bank Jateng Syariah dan UMS Gelar Edukasi Keuangan Syariah

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 115
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Bank Jateng Syariah menyelenggarakan kegiatan gathering bersama fakultas dan biro di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (20/11) di Adem Ayem Resto, Karangasem, Laweyan, Surakarta. Acara ini merupakan bentuk apresiasi dan kolaborasi atas kemitraan strategis antara Bank Jateng Syariah dan UMS. Pemimpin Cabang Pembantu Syariah UMS, Erni Kusumawati, mengungkapkan bahwa gathering ini merupakan […]

  • Diskusi Spiritual Changemakers: Aktivis Lintas Iman Serukan Empati Jadi Aksi Nyata

    Diskusi Spiritual Changemakers: Aktivis Lintas Iman Serukan Empati Jadi Aksi Nyata

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 46
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Peluncuran buku Spiritual Changemakers: Lentera Perubahan dari Keberagaman untuk Bumi dan Kemanusiaan tidak hanya menjadi momentum perayaan karya kolaboratif lintas iman, tetapi juga ruang refleksi melalui diskusi publik. Sesi diskusi menghadirkan aktivis lingkungan sekaligus tokoh lintas iman, yaitu Prigi Arisandi, Parid Ridwanuddin dari GreenFaith Indonesia, dan Pdt. Meilany Risamasu dari GPIB Karang […]

  • Inilah Kriteria-Kriteria Wujudul Hilal Dalam Penentuan Awal Puasa

    Inilah Kriteria-Kriteria Wujudul Hilal Dalam Penentuan Awal Puasa

    • calendar_month Selasa, 12 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 190
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Pada sholat tarawih Ramadhan 1445 H perdana ini Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dipenuhi oleh para jamaah dari berbagai kalangan, baik Mahasiswa UAD sendiri maupun masyarakat umum dan ceramah tarawih perdana ini disampaikan oleh Prof. Dr. Muchlas, M.T selaku rektor Universitas Ahmad Dahlan. Ahad (10/03). “Ketika kita akan melaksanakan sesuatu […]

  • Wasathiyah sebagai Pilar, PERSADA UAD Siapkan Kader untuk Dunia Nyata

    Wasathiyah sebagai Pilar, PERSADA UAD Siapkan Kader untuk Dunia Nyata

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – PERSADA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan kegiatan penguatan ideologi dan nilai-nilai keislaman bagi pengurusnya melalui kegiatan Refreshing AIK (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan) yang memasuki sesi Materi 2 pada Sabtu, 19 April 2025 M/20 Syawal 1446 H. Bertempat di Ruang Sidang Bersama Fakultas Teknologi Industri, Lantai 5 Gedung Utama Kampus IV UAD, kegiatan […]

expand_less