Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pesantren Berkemajuan Dimulai dari Kepengasuhan Tanpa Perundungan: Refleksi Diklat Kepengasuhan Zero Bullying

Pesantren Berkemajuan Dimulai dari Kepengasuhan Tanpa Perundungan: Refleksi Diklat Kepengasuhan Zero Bullying

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • visibility 68
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Kebumen – Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menyelenggarakan Pelatihan Kepengasuhan Pesantren Zero Bullying di Pesantren Modern Wiriosoedarmo Muhammadiyah (TrenMu) Gombong, Kebumen, melalui Korwil Karesidenan Banyumas. Selasa (27/01/26)

Kegiatan ini diikuti oleh 90 peserta yang merupakan perwakilan Pesantren Muhammadiyah se-Korwil Karesidenan Banyumas meliputi Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen. Setiap pesantren mengirimkan 1 orang mudir dan 2 orang musyrif/musyrifah.

Mudir Pesantren Modern Wiriosoedarmo Muhammadiyah Gombong, Ustadz Heri Pramono, S.Pd., selaku tuan rumah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan LPP PWM Jawa Tengah. Ia menilai pelatihan ini sangat relevan dengan tantangan kepengasuhan pesantren di era modern.

“Pelatihan Kepengasuhan Zero Bullying merupakan ikhtiar penting untuk memperkuat komitmen pesantren Muhammadiyah dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan berkeadaban bagi santri,” ujarnya.

Ia berharap pelatihan ini tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi melahirkan langkah nyata dan kesepahaman bersama antar-pesantren.

“Semoga kegiatan ini menjadi pemantik lahirnya sistem kepengasuhan pesantren yang berkeadilan, humanis, dan berorientasi pada pembinaan karakter santri,” harapnya.

Ketua Korwil Karesidenan Banyumas LPP PWM Jawa Tengah, Kyai Arif Fauzi, Lc., M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menghadirkan lingkungan pesantren yang aman secara fisik, psikis, dan sosial. Menurutnya, pesantren bukan hanya ruang transmisi ilmu dan nilai keislaman, tetapi juga wahana pembentukan karakter yang harus bebas dari kekerasan dan perundungan.

“Pesantren Zero Bullying bukan sekadar slogan, tetapi sistem kepengasuhan yang sadar, terencana, dan berkelanjutan. Mudir dan musyrif memegang peran strategis dalam membangun budaya pengasuhan yang adil, empatik, dan mendidik,” tegasnya.

Materi pelatihan disampaikan dalam dua sesi utama. Sesi pertama bertajuk “Kepemimpinan Kepengasuhan Pesantren Muhammadiyah Menuju Zero Bullying” disampaikan oleh Arif Fauzi, Lc., M.Pd., yang menekankan pentingnya kepemimpinan mudir dalam membangun sistem dan budaya pesantren yang berkeadilan dan berkemajuan.

“Kepemimpinan mudir menjadi kunci utama dalam membangun sistem dan budaya pesantren yang adil, berkemajuan, serta bebas dari praktik perundungan,” ujar Arif Fauzi.

Sesi kedua disampaikan oleh Rosyid Ahmad Faruq, S.Psi., praktisi pendidikan dan psikolog pesantren, melalui materi “Strategi Psiko-Edukatif dalam Pencegahan dan Penanganan Bullying di Pesantren”. Ia menekankan pentingnya pendekatan psikologis dan edukatif dalam memahami dinamika santri serta merumuskan langkah preventif dan kuratif.

“Pencegahan bullying di pesantren membutuhkan pendekatan psiko-edukatif yang menekankan pembinaan, bukan semata hukuman,” jelas Rosyid.

Pelatihan berlangsung pukul 08.00–14.30 WIB, diawali registrasi peserta, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, dilanjutkan sambutan dari tuan rumah, LP2 PDM Kebumen, dan Korwil Karesidenan Banyumas.

Melalui kegiatan ini, LPP PWM Jawa Tengah berharap terbangun sinergi yang kuat antar-pesantren Muhammadiyah dalam mewujudkan lingkungan pendidikan Islam yang aman, nyaman, dan berkemajuan, sekaligus menjadi teladan dalam pengelolaan kepengasuhan pesantren di Indonesia (Tarqum Aziz /JurnalisMu Banyumas Raya).

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kwarcab Hizbul Wathan Nunu Resmi Dilantik, Berikut Susunan Pengurusnya!

    Kwarcab Hizbul Wathan Nunu Resmi Dilantik, Berikut Susunan Pengurusnya!

    • calendar_month Jumat, 29 Sep 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 327
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PALU – Perguruan Muhamadiyah Cabang Nunu, mengadakan  Kemah Hizbul Wathan sekaligus pelantikan pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) periode 2023-2025, pada Kamis (28/9/2023). Kegiatan tersebut digelar di halaman MTs Muhamadiyah, Jalan Kalora, Kelurahan Nunu, Kota Palu. Kemah Hisbul Wathan Kwartir Cabang Nunu, diikuti Qabila Buya Hamka (MI), Qabila Mas Masyur (MTs), Qabilah KH. AHMAD Dahlan (MA). […]

  • Inspirasi Merah IMM Al-Khawarizmi: Menyalurkan Ilmu, Membangun Generasi Penuh Makna

    Inspirasi Merah IMM Al-Khawarizmi: Menyalurkan Ilmu, Membangun Generasi Penuh Makna

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SIDOARJO – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo kembali sukses menyelenggarakan program tahunan bertajuk Inspirasi Merah, yang digelar pada 20-22 Juni 2025 di Dusun Kali Alo, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan generasi muda, khususnya mahasiswa, […]

  • Perkuat Dakwah dan Pendidikan, MBS Bumiayu Jalin Sinergi dengan Bupati Brebes

    Perkuat Dakwah dan Pendidikan, MBS Bumiayu Jalin Sinergi dengan Bupati Brebes

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 44
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Guna mempererat tali silaturahmi dan membangun sinergi dengan pemerintah daerah, Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bumiayu bersilaturahmi dengan Bupati Brebes di Eks Pendopo Kawedanan Bumiayu, Sabtu (4/10/2025). Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban ini dihadiri oleh Pendiri MBS Bumiayu H. Abdul Karim Naqib, Mudir Pesantren Kyai Utsman Arif […]

  • Angkat Tema Kesadaran Cinta IMM, PC IMM Sukoharjo Adakan PID

    Angkat Tema Kesadaran Cinta IMM, PC IMM Sukoharjo Adakan PID

    • calendar_month Kamis, 26 Okt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 227
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sukoharjo mengadakan Pelatihan Instruktur Dasar (PID). Acara ini diadakan pada tanggal 25-29 Oktober 2023, bertempat di Double Degree UMS. Panitia mengangkat Tema “Kesadaran Cinta IMM: ‘Instruktur yang Menggembirakan’”. Acara kali ini diikuti oleh 34 peserta yang berasal dari beberapa daerah diantaranya PC IMM Surakarta, PC IMM Surabaya, […]

  • SMP Muhammadiyah 2 Kalasan Sukses Gelar MPLS Ramah 2026, Cetak Pelajar Islam Berkemajuan yang Berkarakter dan Cakap Digital

    SMP Muhammadiyah 2 Kalasan Sukses Gelar MPLS Ramah 2026, Cetak Pelajar Islam Berkemajuan yang Berkarakter dan Cakap Digital

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 84
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – SMP Muhammadiyah 2 Kalasan sukses menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 selama lima hari, mulai 13–17 Juli 2026. Mengusung tema “Menjadi Pelajar Islam Berkemajuan: Berkarakter, Berprestasi, dan Cakap Digital”, kegiatan ini diikuti oleh 155 murid baru sebagai langkah awal mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, nilai-nilai keislaman, serta membangun […]

  • DPP IMM SEBUT TAMBANG EMAS DI LATIMOJONG DI KUASAI OLIGARKI

    DPP IMM SEBUT TAMBANG EMAS DI LATIMOJONG DI KUASAI OLIGARKI

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Oleh: Muh Idil, Ketua Bidang ESDM DPP IMM Kawasan pegunungan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, kian menjadi medan kontestasi kepentingan segelintir elite ekonomi. Di balik tambang emas yang menjanjikan kemakmuran itu, tersingkap praktik lama kapitalisme ekstraktif yang bertahan dalam rupa baru: kemitraan antarperusahaan tambang yang disokong oligarki, difasilitasi negara, dan dibungkam melalui bahasa pembangunan. PT […]

expand_less