
KABARMUH.ID, Surakarta – Di tengah udara dingin dan rasa kantuk menyelimuti menyaksikan tanda kebesaran llahi, tergeraklah hati di malam sunyi. Mahasantri Pondok Shabran dan jama’ah Masjid Utsman menggelar sholat gerhana bulan bersama pada tanggal 7 September 2025 pukul 00.00 WIB di Masjid Utsman Dukuh II Makamhaji, Kartasura.
Sholat 2 rakaat ini dikerjakan dengan 2 rukuk dan 2 sujud dalam setiap rakaatnya. Dan yang ditugaskan adalah Muhammad Relung Fazlurrahman sebagai imam dan Ibnu Ihsan sebagai khatib. Keduanya adalah mahasantri Pondok Hajjah Nuriyah Shabran semester 3.
Sebelum melaksanakan sholat gerhana, Ust. Jinan selaku ketua takmir Masjid Utsman memberikan sedikit kata pengantar bagi para jamaah.
“Gerhana bulan yang terjadi pada malam ini menunjukkan bagaimana cara kita untuk bersyukur kepada Allah atas ciptaan-Nya yang terus beredar dan terus berputar, oleh karena itu kita dapat mengenal hari, bulan dan tahun yang ditunjukan Allah kepada kita. gerhana bulan maupun gerhana matahari adalah tanda – tanda kekuasaan Allah yang mendorong kita untuk semakin meningkatkan ibadah kepada Allah semata.” Jelasnya.
Di dalam khutbahnya, Ibnu Ihsan selaku khatib pada malam itu menyampaikan hal sebuah menarik yang patut kita dengar.
“Sejarah mencatat, bahwa pada masa Rosulullah SAW, pernah terjadi gerhana matahari bertepatan dengan hari wafatnya putra tercinta beliau, Ibrahim. Seketika, tersebarlah opini di tengah masyarakat bahwa alam pun berduka atas kepergian putra sang Nabi. Beliau segera naik ke mimbar berkhutbah yang kemudian khutbahnya di abadikan dalam sabda beliau yang dikutip, kemudian di viralkan dalam salah satu hadits yang di riwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah Saw bersabda:
إنَّ الشَّمْسَ والقَمَرَ آيَتانِ مِن آياتِ اللَّهِ، لا يَخْسِفانِ لِمَوْتِ أحَدٍ ولا لِحَياتِهِ، فإذا رَأَيْتُمْ ذلكَ، فادْعُوا اللَّهَ، وكَبِّرُوا وصَلُّوا وتَصَدَّقُوا
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari banyak tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena wafatnya atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalatlah, dan bersedekahlah.” (HR Bukhari dan Muslim).” Tegasnya
Selanjutnya ia menuturkan riwayat lain di dalam khutbahnya.
“Dalam riwayat lain beliau mengingatkan:
فَافْزَعُوْا إِلَى ذِكْرِ اللهِ تعالى، ودُعَائِهِ، وَاسْتِغْفَارِهِ
“Maka bersegeralah untuk berzikir kepada Allah, berdoa kepada-Nya, dan beristighfar.” (HR Bukhari dan Muslim).
Itulah ajaran yang disampaikan Rasulullah SAW kepada kita tatkala menyaksikan gerhana, baik gerhana bulan ataupun matahari kita di sunnahkan untuk melaksanakan shalat, dan alhamdulillah kita termasuk orang orang yang di pilih oleh Allah SWT untuk menjalankan sunnah Rasulullah pada malam ini. Kita di perintahkan untuk banyak berdoa, banyak berdzikir, banyak bertakbir, banyak beristighfar, juga memperbanyak sedekah.” Jelasnya.
Antusias jamaah yang hadir memberikan dorongan untuk saling mengingatkan, merangkul dan mengajak kepada kebaikan serta saling menyemangati dalam beribadah kepada Allah SWT.
Kontributor: M. Nur Isholattudin



