HealSpace UMS Awali Program Pemberdayaan melalui Sosialisasi di Kecamatan Sambi
KABARMUH.ID; SURAKARTA – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) HealSpace Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengawali rangkaian program pemberdayaan masyarakat dengan menggelar “Sosialisasi Program” yang bertempat di Kantor Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memberikan pemahaman secara komprehensif mengenai tujuan, mekanisme, serta seluruh rangkaian tahapan pelaksanaan program HealSpace yang akan dijalankan ke depan bersama mitra.
Sosialisasi dihadiri langsung oleh Camat Sambi Dony Mahendra, S.STP., M.Si., Kepala Desa Demangan sekaligus Pembina Disabilitas Mental Komunitas Karya Manunggal Rosyid Setyawan, Ketua Tim PKM-PM HealSpace Abqory Anis Subekti, beserta anggota tim dan peserta dari Komunitas Karya Manunggal.
Abqory Anis Subekti, menjelaskan bahwa hasil pre-test akan menjadi data dasar untuk mengetahui tingkat pengetahuan, pemahaman, dan kondisi psikologis peserta sebelum mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Data tersebut selanjutnya digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap efektivitas program pengabdian yang dijalankan.
Dosen pembimbing PKM-PM HealSpace, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., menyampaikan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan komunitas menjadi fondasi penting dalam mewujudkan lingkungan yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.
“Program ini tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan komunitas menjadi kunci dalam menghadirkan perubahan yang berkelanjutan. Kami berharap HealSpace mampu menjadi ruang pemberdayaan yang mendorong kemandirian, meningkatkan kesejahteraan psikologis, serta memperkuat partisipasi penyandang disabilitas dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Siti Azizah Susilawati, Senin (20/7/2026).
Dalam sambutannya, Camat Sambi Dony Mahendra mengapresiasi inisiatif mahasiswa UMS yang menghadirkan program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas mental di wilayah Kecamatan Sambi. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi langkah penting dalam memperluas pendampingan yang berdampak bagi kelompok rentan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah mahasiswa UMS yang tidak hanya hadir memberikan pendampingan, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis warga disabilitas. Kepedulian seperti ini menunjukkan bahwa mereka benar-benar memahami kebutuhan masyarakat. Semoga semangat ini terus tumbuh dan membawa manfaat yang lebih luas,” ujar Dony.
Sementara itu, Rosyid Setyawan berharap program HealSpace dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi anggota Komunitas Karya Manunggal, terutama dalam mendukung kemandirian dan peningkatan kualitas hidup mereka melalui kegiatan yang terarah.
Selain memaparkan rencana pelaksanaan program, tim HealSpace juga memperkenalkan implementasi sistem Smart-Wicking dan vermikompos sebagai bagian dari terapi hortikultura yang akan dijalankan bersama mitra. Pada kesempatan yang sama, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur kondisi awal sebelum program dilaksanakan.
Melalui sosialisasi tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai tahapan pelaksanaan program, mulai dari pendampingan, pelatihan, hingga evaluasi. Antusiasme peserta selama kegiatan juga menunjukkan kesiapan Komunitas Karya Manunggal untuk mengikuti seluruh rangkaian pendampingan yang akan dilaksanakan di Desa Demangan.
Kontributor: Alvian/Humas
Editor: Nurul Fahri



