Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Tertindasnya Pendidikan di Rakyat Kecil

Tertindasnya Pendidikan di Rakyat Kecil

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2022
  • visibility 684
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Dwi Ananda Nurmaulydina (202110230311027)

Pendidikan merupakan wadah yang sangat penting yang menjadi titik pembentukan mental, spititual, sekaligus intelektualitas bagi generasi bangsa. Jika berbicara mengenai pendidikan yang ada di Indonesia memang tidak ada habisnya. Mulai dari prestasi-prestasi anak didik di tingkat nasional maupun international hingga rendahnya kualitas pendidikan di daerah terpencil. Masih kurangnya sarana dan prasarana dan kualitas pendidiknya yang pas-pasan menjadi salah satu mengangkat masalah ini dikarenakan menjadi pondasi penting untuk membangun sumber daya manusia bukan hanya daerah perkotaan tetapi kita juga harus melihat potensi sumber daya manusia pada daerah terpencil atau terpelosok. Hal ini harus menjadi perhatian penting dikarenakan peran pemuda untuk memajukan Indonesia di masa yang akan datang.faktor penyebab pendidikan di daerah terpencil terkesan tertinggal. Minimnya tenaga pendidik di pedalaman karena sulitnya mencari pengajar yang mau mengajar di daerah terpencil dan sangat jarang sekali seorang sarjana mau menyumbangkan jasanya untuk mengajar didaerah pedalaman. Umumnya para guru enggan untuk ditempatkan di daerah pedalaman karena medan yang berat dan gaji yang sering terlambat. Kurangnya perhatian  dari pemerintah itu mengesankan bahwa pemerataan pendidikan. Masing-masing orang memiliki hak untuk berpendidikan.

Contohnya seperti yang ada di daerah pelosok yang jauh dari ibukota yang memperoleh pendidikan yang layak merupakan sesuatu yang seharusnya didapatkan sebagai sesama warga Negara Indonesia. Namun pemerintah kurang peduli akan keberadaan genarasi bangsa di daerah yang masih primitif yang jauh dari akses transportasi dan komunikasi. Fakta yang diungkapkan oleh Nurdiani (2012) seperti di Nagari (desa adat) Ulang Aling Selatan, Kecamatan Sangir Batang Hari, Solok Selatan, Sumatera Selatan yang merupakan daerah sangat terpencil dikabupaten itu, untuk mencapainya menempuh jalan tanah sekitar tujuh kilometerdan menggunakan mesin tempel yang berjarak sekitar 230 kilometer dari Kota Padang, ibukota Provinsi Sumatera Barat. Jauhnya jarak daerah terpencil tersebut dari ibukota menyebabkan pemantauan perkembangan pendidikan di daerah tersebut kurang intensif. Hal ini adalah salah satu penyebab pendidikan di daerah pedalaman terkesan tertinggal.

Masalah pendidikan yang ada di Indonesia lainnya adalah diskriminasi terhadap difabel di dunia pendidikan. Penolakan pada difabel yang akan masuk sekolah atau perguruan tinggi dengan alasan-alasan yang secara substantif  bertentangan dengan Undang-Undang adalah satu dari sekian potret diskriminasi yang dirasakan difabel di lembaga pendidikan. Masalah selanjutan  ketika difabel ditolak masuk di sekolah atau perguruan tinggi, mereka harus hidup sebatang kara dan tidak memiliki cukup  pengetahuan untuk berkembang di masa depan. Terputusnya akses untuk pendidikan mengakibatkan difabel semakin tersisih dari pentas dunia ketenagakerjaan dan selalu menjadi bagian dari penyandang masalah kesejahteraan sosial. Masalah lainnya ketika difabel diterima di lembaga pendidikan, banyak hambatan yang terjadi, mulai dari sarana prasarana sekolah yang tidak aksesibel, cara mengajar guru yang tidak tepat karena tidak adanya profil yang cukup memadai, kurikulum yang tidak dijalankan sesuai profil assessment, serta sebutan dan stigma negatif kerap dilontarkan oleh pihak-pihak yang ada dalam lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, langsung atau tidak langsung anak didik difabel biasa menjadi korban kekerasan dan hak-hak yang melekat pada harkat dan martabatnya sebagai manusia tercerabut sedemikian rupa.

Pada kenyataannya di dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 sudah mengamanatkan bahwa pemerintah wajib menyelenggarakan dan memfasilitasi pendidikan untuk penyandang disabilitas di setiap jalur, jenis, dan jenjang pendidikan sesuai kewenangannya. Undang-Undang Nomor 8 tahun 2016 juga mengamanatkan kepada pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan inklusi. Selanjutnya, dalam aturan turunannya yakni. Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2020 juga diatur tentang akomodasi yang layak untuk penyandang disabilitas dalam mendapatkan pendidikan inklusif.

Pada buku kaum tertindas yang saya baca, menceritakan tentang perjalanan hidup yang dilewati seorang pemuda yang bernama Paulo Freire. Yang awalnya pernah merasakan masa-masa krisis, merasakan kelaparan di masa kecilnya, lalu Paulo Freire pun mengabdi pada dirinya sendiri ingin memperjuangkan kelaparan agar anak-anak lain tidak mengalami kesengsaraan yang tengah dialaminya saat itu. Paulo Freire pun juga berjuang untuk pendidikan layak tanpa adanya penindasan.

Pada buku kaum tertindas Paulo Freire membahas tentang humanisasi. Humanisasi merupakan sesuatu yang harus diperjuangkan. Dehumanisasi tidak hanya mewarnai mereka yang kemanusiaanya dirampas, tetapi juga mereka yang merampasnya. Bagaimanapun juga, dalam perjuangan humanisasi itu manusia tertindas tidak boleh berbalik menjadi penindas.

Paulo Freire menyebutkan tentang pendidikan lama sebagai pendidikan dengan “sistem bank”. Yang di maksudnya adalah pendidikan dengan guru yang merupakan sebuah subjek yang memiliki pengetahuan yang diisikan kepada muidnya. Sedangkan murid adalah semata-mata merupakan sebuah objek. Yang dimana dalam sistem tersebut tidak terjadi komunikasi yang sebenarnya antara guru dan murid.

Paulo Freire pun merontokan pendidikan “sistem bank” tersebut dan menggantinya dengan sistem ciptaannya  sendiri yang dinamakan “roblem-posing education” atau yang disebut “pendidikan hadap masalah”. Pada sistem tersebut guru dan murid bersama sama menjadi subjek dan disatukan oleh objek yang sama. Tidak ada lagi yang memikirkan dan yang hanya tinggal menelan ilmu, tetapi mereka berpikir bersama. Pengetahuan yang sebenarnya menuntut adanya penemuan penemuan dan dalam penemuan akan mengadakan penyelidikan terus menerus tentang apa yang ada di dunia ini. Guru dan murid harus memiliki kekompakkan dalam sistem pendidikan sebagai guru dan murid.

Paulo Freire juga menguraikan dialog sebagai unsur pendidikan kaum tertindas. Dialog adalah kata, dengan tujuann setiap orang mempunyai hak untuk berbicara ataupun berpendapat. Dialog tidak mungkin timbul di antara manusia yang menyangkal hak untuk bebicara dan tidak mungkin pula terjadi di antara manusia yang dirampas haknya untuk ber-“kata”. Selain dialog ada juga antidialogik. Tindakan antidialogik ditandai dengan usaha menguasai manusia, membuat manusia tunduk, pasif, menyesuaikan diri dengan keadaan, sehingga tetep tingak tertindas. Karena antidialogik ini menghambat pemilihab seseorang dan menciptakan rasa rendah diri dengan adanya dialogik saling bertukar pikiran dan pendapat antar masyarakat dan pemimpin.

Pada kurangnya tenaga pendidik di daerah pedalaman berkaitan dengan yang ada di buku karena kurangnya tenaga kerja guru untuk muridnya untuk mendapatkan ilmu yang lebih nampaknya pengetahuan yang berada di pedalaman dengan yang di kota beda itu salah satu penindasan mengapa tidak dikasi fasilitas yang sama seperti yang ada di kota.

Minoritas pada difable berkaitan dengan yang ada di buku tentang humanisasi, dehumanisasi dan dialog pendidikan disabilitas yang terjadi sekarang juga mengalami penindasan dan haknya pun telah dirampas untuk berpendidikan dan saat mereka membuka mulut pun tidak didengarkan. Freire menegaskan pentingnya pendidikan bagi kaum tertindas karena usaha untuk mengembalikan fungsi pendidikan sebagai alat untuk membebaskan manusia dari bentuk penindasan dan ketertindasan. diskriminasi terhadap disabilitas yang dimana pemerintah kurang memberikan fasilitas kepada anak disabilitas yang juga membutuhkan pendidikan.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GURU: MEMAKNAI SANG PEMBANGUN NEGERI

    GURU: MEMAKNAI SANG PEMBANGUN NEGERI

    • calendar_month Sabtu, 25 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 362
    • 1Komentar

    Oleh : Andi Rezti Maharani* Seorang tentara akan lahir dari seorang guru. Seorang insinyur akan lahir dari seorang guru. Seorang dokter bahkan akan lahir dari seorang guru. Apapun profesinya, lahir dari guru dan pula suatu saat akan menjadi guru. Guru bagi istrinya, maupun guru untuk anak-anaknya. Mari kita membahas spesifikasi profesi seorang guru. Guru merupakan […]

  • Penyaluran Family Kit dan School Kit, Muhammadiyah Bantu Pemulihan Warga Pascabanjir di Martapura

    Penyaluran Family Kit dan School Kit, Muhammadiyah Bantu Pemulihan Warga Pascabanjir di Martapura

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 91
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID Martapura — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir kembali ditunjukkan oleh Muhammadiyah melalui aksi nyata penyaluran bantuan kemanusiaan. Pada Jumat (10/04), bantuan berupa family kit dan school kit disalurkan kepada SD Muhammadiyah, MTs Muhammadiyah, serta Panti Putera Muhammadiyah Martapura. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 178 paket family kit dan 178 paket school kit didistribusikan kepada masyarakat […]

  • Menyalakan Api Kaderisasi: IMM FKM UMKT Gelar Darul Arqam Dasar Gelombang 3

    Menyalakan Api Kaderisasi: IMM FKM UMKT Gelar Darul Arqam Dasar Gelombang 3

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 44
    • 0Komentar

    “IMM di kampus Muhammadiyah bukan sekadar organisasi yang mengadakan kegiatan, tetapi ruan   Samarinda (10/11/2025) — Semangat kaderisasi kembali menyala di lingkungan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Melalui kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD) Gelombang 3, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UMKT meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi muda berjiwa ilmu, amal, dan iman. […]

  • Generasi Jujur, Bangsa Tangguh: Sosialisasi Anti Korupsi di Ngombakan

    Generasi Jujur, Bangsa Tangguh: Sosialisasi Anti Korupsi di Ngombakan

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 84
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Ngombakan – Pemerintah Desa Ngombakan bersama Duta Motivator Pendidikan Indonesia sukses menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Pendidikan Karakter Anti Korupsi untuk Remaja di Era Digital” pada Selasa (15/7), bertempat di Balai Kelurahan Desa Ngombakan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Karang Taruna se-Desa Ngombakan dengan semangat tinggi dalam membangun kesadaran integritas sejak dini. Acara ini menghadirkan dua […]

  • UMS Jajaki Kerja Sama Internasional dengan TU Dresden Jerman

    UMS Jajaki Kerja Sama Internasional dengan TU Dresden Jerman

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 85
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalin kerja sama akademik dengan Faculty of Education, Technische Universität Dresden (TU Dresden), Jerman. Kerja sama ini mencakup kolaborasi riset (joint research) dan pertukaran dosen tamu (guest lecture), yang diinisiasi oleh Dias Aziz Pramudita, S.Pd., M.Cs., […]

  • Idulfitri 1447 H: Muhammadiyah Cabang Bumiayu Perkuat Dakwah Lewat 35 Titik Salat pada 15 Desa

    Idulfitri 1447 H: Muhammadiyah Cabang Bumiayu Perkuat Dakwah Lewat 35 Titik Salat pada 15 Desa

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 77
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID ~ Bumiayu, Brebes || Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bumiayu, Kabupaten Brebes, menggelar pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di 35 titik yang tersebar di seluruh wilayah Kecamatan Bumiayu, Jumat (20/3/2026). Kegiatan ini melibatkan 25 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) sebagai upaya memberikan kemudahan akses ibadah bagi masyarakat. Pelaksanaan Idulfitri tersebut merujuk pada Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah […]

expand_less