Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » GURU: MEMAKNAI SANG PEMBANGUN NEGERI

GURU: MEMAKNAI SANG PEMBANGUN NEGERI

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 25 Nov 2023
  • visibility 374
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Andi Rezti Maharani*

Seorang tentara akan lahir dari seorang guru. Seorang insinyur akan lahir dari seorang guru. Seorang dokter bahkan akan lahir dari seorang guru. Apapun profesinya, lahir dari guru dan pula suatu saat akan menjadi guru. Guru bagi istrinya, maupun guru untuk anak-anaknya. Mari kita membahas spesifikasi profesi seorang guru.

Guru merupakan pekerjaan tertua sebelum seluruh profesi hadir. Ketika manusia memiliki ilmu pengetahuan dan mampu berpikir, agar memudahkan manusia lain dalam menjalani hidup, maka ilmu itu akan terus mengalir. Manusia yang memiliki sifat curious atau ingin tahu dan bertahan hidup pun akan belajar. Belajar memahami suatu hal, meskipun datangnya tidak dari ucapan, manusia menjadi makhluk peniru yang ulung. Saat itulah guru digugu dan ditiru.

Ketika agama mulai masuk dan berkembang pada masa kenabian, rasul dan nabi akan mulai menyampaikan kebenaran wahyu kepada umatnya. Terjadi dalam sebuah halaqah di mana terdapat interaksi antar individu dengan kelompok. Kita kenal kegiatan ini dengan belajar-mengajar antar murid dan guru.

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, terdapat berbagai macam spesialisasi guru. Guru fikih, guru hadits, guru matematika, dan lainnya. Hal ini juga mendorong berkembangnya metode pembelajaran. Sehingga menuntut para guru untuk memberikan metode yang pas agar muridnya mampu menangkap segala informasi yang diberikan dengan mudah.

Salah satu role model guru adalah KH Ahmad Dahlan. Beliau merupakan guru sederhana yang nama dan ilmunya masih kian terdengar. Perjuangannya dalam membebaskan kebodohan kaum muslimin di Kauman merupakan bentuk perjuangan kemerdekaan. Merdeka dari kemiskinan, merdeka dari kebodohan. Beliau amat menyadari bahwa membangun negeri haruslah dimulai dari fondasinya terlebih dahulu. Pendidikan adalah akar penting dan genting pada masa itu.

Tepat tanggal 25 November 1945 di Kota Surakarta, PGRI didirikan. Tidak lain tidak bukan merupakan partisipasi aktif guru Indonesia dalam mengisi kemerdekaan. Lahirnya PGRI juga merupakan spirit kemanusiaan dan manifestasi akan keinsafan dalam rangka memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang guru.

Ada perkataan dari dua peneliti Michael Fullan dan Kim. Mereka mengatakan bahwa, “The  quality  of  education  can  not  exceed  the  quality  of  teachers”  and  “educational  change depends  on  what  teachers  do  and  think,” yang berarti kualitas pendidikan tidak akan mampu mengungguli kualitas para guru dan pendidikan berubah tergantung dari apa yang guru lakukan dan pikirkan.

Dapat kita bayangkan betapa mulianya tugas guru sebagai penentu generasi mendatang. Kualitas guru menjadi sangat penting dan sangat dibutuhkan kehadirannya.  Di pundaknya, ada beribu cita-cita anak bangsa. Di tiap peluhnya ada asa dan harap setiap orangtua agar kelak masa depan cerah menunggu anaknya.

Terimakasih untuk setiap guru yang mendedikasikan seluruh hidupnya, semoga rahmat Allah selalu menyertai dan berbuah manis pada akhirnya. Selamat hari guru!

Ed : ARM

*Penulis merupakan alumni pondok pesantren al-Mujahidin, mahasiswi Teknik Kimia, Universitas Muhammadiyah Surakarta

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (1)

  • Registro en Binance

    I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.

    16 October 2026 2:29 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMM Cabang Kota Yogyakarta Menanggapi Ancaman Terhadap Keruntuhan Demokrasi  di Indonesia

    IMM Cabang Kota Yogyakarta Menanggapi Ancaman Terhadap Keruntuhan Demokrasi di Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 10 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 426
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – IMM Cabang AR. Fachruddin Kota Yogyakarta menanggapi situasi demokrasi dan politik yang berkembang di Indonesia melalui pernyataan sikap yang dipublikasi melalui Konferensi Pers serta lewat media daring di Instagram @immarfakhruddin pada Minggu, 11 Februari 2024. IMM Cabang AR. Fakhruddin Kota Yogyakarta telah mencermati sekaligus memperhatikan kondisi perpolitikan yang berkembang dan melihat bahwa […]

  • Menumbuhkan Ghirah Keislaman dan Kepemimpinan: Fortasi IPM Blimbing di Imam Syuhodo

    Menumbuhkan Ghirah Keislaman dan Kepemimpinan: Fortasi IPM Blimbing di Imam Syuhodo

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 96
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Blimbing mengadakan kegiatan Fortasi di GOR Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Imam Syuhodo pada Jum’at-Sabtu, 17-18 Juli 2025 M. Peserta Fortasi adalah siswa baru dari MTs Muhammadiyah Blimbing dan SMP Imam Syuhodo yang berjumlah 121 siswa. Acara yang pertama yaitu Pembukaan Fortasi yang dibuka oleh Bapak […]

  • Semarak Milad ke-8 UMLA: Saat Kreativitas dan Kebersamaan Melebur dalam Gerak Bersama

    Semarak Milad ke-8 UMLA: Saat Kreativitas dan Kebersamaan Melebur dalam Gerak Bersama

    • calendar_month Rabu, 4 Nov 2026
    • account_circle Fadel Al Ahmed Valentilano
    • visibility 21
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, – Kampus Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) mendadak bergemuruh penuh energi pada Rabu (4/11/2026). Gedung E lantai 10 menjadi saksi bisu ketika ratusan civitas akademika dari 20 program studi berkumpul bukan untuk kuliah atau seminar, melainkan melebur dalam tawa, peluh, dan irama lewat ajang Senam Kreasi Milad ke-8 UMLA. Mengusung tema “Bergerak Bersama, Sehat Bersama”, […]

  • Aisyiyah dan Muhammadiyah Bisa Jadi Penggerak Inisiatif Lingkungan

    Aisyiyah dan Muhammadiyah Bisa Jadi Penggerak Inisiatif Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 87
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Workshop Session “Islam and the Environment: Faith in Action” yang digelar Katadata Green, MOSAIC, dan GreenFaith Indonesia dalam rangkaian Katadata SAFE 2025 menyoroti peran penting umat Islam dalam merawat bumi pada Kamis (11/09). Acara ini mempertemukan para aktivis, praktisi komunikasi, serta penggerak komunitas untuk membahas bagaimana nilai-nilai Islam dapat dihidupkan dalam aksi nyata […]

  • Arsitektur UMS Gelar Seminar Nasional Kewirausahaan, Membuka Peluang Karir untuk Mahasiswa

    Arsitektur UMS Gelar Seminar Nasional Kewirausahaan, Membuka Peluang Karir untuk Mahasiswa

    • calendar_month Minggu, 6 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 214
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Keluarga Mahasiswa Teknik Arsitektur (KMTA) Svargacitra Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Seminar Nasional Kewirausahaan bertajuk “Kewirausahaan dalam Arsitektur: Membuka Peluang Karir Untuk Mahasiswa” yang berlangsung di Ruang Seminar Lt. 5 Gedung Pascasarjana Kampus 2 UMS, Kamis, (3/10). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hibrida melalui platform Zoom Meeting, dengan mengundang 2 narasumber yaitu Ar. […]

  • Belajar Seni Hidup Bersosial dari Penyair Jahiliyah

    Belajar Seni Hidup Bersosial dari Penyair Jahiliyah

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.432
    • 1Komentar

    |Oleh: M. Andhim| Manusia merupakan makhluk sosial. Di mana komunikasi dan interaksi antar sesamanya menjadi kebutuhan yang mendasar. Menjalani sesuatu sendirian akan terasa berat. Tentu akan lebih mudah jika mau melibatkan banyak pihak. Maka tak salah ungkapan pepatah, “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.” Nasehat mulia untuk saling terus bekerja sama. Jika air di lautan […]

expand_less