
KABARMUH.ID, SUKOHARJO — Sanggar Inklusi Center Anugerah Aulia bekerja sama dengan Puskesmas Grogol dan mahasiswa Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta menyelenggarakan rangkaian kegiatan pemeliharaan kesehatan dan pengenalan olahraga prestasi disabilitas (Para Sport) sepanjang Desember. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman, partisipasi, serta deteksi dini potensi olahraga pada anak berkebutuhan khusus (ABK) melalui pendekatan edukatif dan berbasis skrining fungsional.
Pertemuan 1 pada Sabtu 5 Desember 2025: Introduction – Pemeliharaan Kesehatan melalui Olahraga Adaptif
Pertemuan pertama difokuskan pada pengenalan konsep Para Sport sebagai sarana pemeliharaan kesehatan dan peningkatan partisipasi ABK dalam aktivitas fisik. Materi yang disampaikan meliputi perkenalan Para Sport, eligible criteria, minimal impairment criteria, serta rekomendasi sport classes yang sesuai dengan kondisi dan potensi peserta. Sesi ini menjadi dasar pemahaman awal bagi peserta, orang tua, dan pendamping mengenai pentingnya olahraga adaptif yang aman dan terarah.
Pertemuan 2 pada Minggu 6 Desember 2025: Pengenalan Olahraga Prestasi Disabilitas (Para Sport)
Pada pertemuan kedua, peserta mendapatkan pemahaman lebih mendalam mengenai olahraga prestasi disabilitas. Materi mencakup berbagai cabang olahraga Para Sport yang tersedia, struktur kompetisi, peluang pembinaan atlet disabilitas, organisasi penyelenggara Para Sport, serta mekanisme klasifikasi atlet. Sesi ini bertujuan membuka wawasan peserta dan keluarga tentang jalur pembinaan hingga prestasi yang dapat ditempuh secara berjenjang.
Pertemuan 3 pada Sabtu 13 Desember 2025: Screening – Pemeriksaan Minimal Impairment Criteria (MIC)
Pertemuan ketiga diisi dengan kegiatan skrining atau pemeriksaan Minimal Impairment Criteria (MIC) yang dilakukan oleh tim mahasiswa fisioterapi dengan pendampingan tenaga kesehatan. Proses skrining meliputi pemeriksaan gerak dasar, kekuatan otot, kontrol motorik, fungsi ekstremitas, serta identifikasi jenis dan derajat gangguan. Hasil pemeriksaan kemudian dicocokkan dengan kriteria minimal gangguan untuk menentukan rekomendasi cabang olahraga yang paling sesuai, disertai dokumentasi hasil dan saran tindak lanjut.
Pertemuan 4 pada Minggu 21 Desember 2025: Success Story Atlet Disabilitas Nasional dan Latihan Bersama
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi Success Story bersama atlet disabilitas tingkat nasional. Dalam sesi ini, atlet berbagi perjalanan menuju prestasi, pengalaman berlatih dan berkompetisi, serta motivasi bagi peserta untuk terus mengembangkan potensi diri. Kegiatan dilanjutkan dengan latihan bersama atlet nasional, yang disambut antusias oleh peserta sebagai pengalaman langsung belajar dari praktisi olahraga prestasi disabilitas.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Muhammadiyah bersama mitra dan mahasiswa fisioterapi menegaskan komitmennya dalam mendorong pemeliharaan kesehatan, inklusivitas, serta pengembangan olahraga prestasi disabilitas sejak dini. Diharapkan, kegiatan serupa dapat menjadi model layanan inklusi berbasis edukasi, skrining, dan pembinaan berkelanjutan di tingkat komunitas.



