Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » UMS Latih Guru SD/MI Gunakan Base Ten Block untuk Perkuat Number Sense

UMS Latih Guru SD/MI Gunakan Base Ten Block untuk Perkuat Number Sense

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • visibility 75
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat bertema “Pelatihan Pembelajaran Matematika Berbasis Base Ten Block untuk Menguatkan Number Sense Siswa SD/MI” di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Slogo, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini diikuti guru dari MIM Karanganom, MIM Pantirejo, dan MIM Slogo, serta didukung pendanaan Program Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan (P2AD) UMS.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan menerapkan pembelajaran matematika yang selaras dengan perkembangan kognitif siswa sekolah dasar, sekaligus memperkuat number sense sebagai fondasi kemampuan berhitung dan berpikir logis.

Kegiatan pelatihan dibagi ke dalam tiga sesi utama. Sesi pertama membahas aspek psikologi kognitif anak usia sekolah dasar yang disampaikan oleh Prilya Shanty Andrianie, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Ia menjelaskan bahwa perkembangan kognitif anak berlangsung bertahap dan berimplikasi langsung pada strategi pembelajaran di kelas.

“Kognitif adalah cara anak mengolah informasi, dan setiap tahap perkembangannya berbeda. Pada usia sekolah dasar, anak telah berada pada tahap operasional konkret sehingga sudah mampu memahami hubungan sebab-akibat,” ungkapnya, Rabu (14/1).

Pada sesi kedua diisi oleh Dr. Yulia Maftuhah Hidayati, M.Pd., yang menekankan pentingnya number sense dalam pembelajaran matematika SD/MI. Menurutnya, number sense merupakan fondasi penguasaan operasi hitung dasar dan berperan dalam membentuk kemampuan berpikir kritis serta logis siswa.

Ia menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam penguatan number sense, antara lain dengan menghargai proses berpikir siswa, mendorong siswa menjelaskan pemikirannya secara lisan, serta memberikan waktu berpikir yang cukup sebelum memberikan penilaian.

Sesi ketiga membahas pemanfaatan base ten block sebagai media pembelajaran matematika yang disampaikan oleh Nuqthy Faiziyah, S.Pd., M.Pd. Ia menjelaskan bahwa alat peraga manipulatif dapat membantu siswa memahami konsep matematika yang bersifat abstrak secara lebih konkret.

“Sifat abstrak dalam matematika sering kali menjadi penyebab utama kesulitan belajar siswa. Oleh karena itu, penggunaan alat peraga manipulatif, salah satunya adalah base ten block ini akan memudahkan siswa dalam memahami matematika. Selain itu, pembelajaran perlu difokuskan pada proses berpikir siswa, bukan semata-mata pada hasil akhir,” jelasnya.

Suasana agenda pelatihan pembelajaran berbasis base ten block untuk menguatkan number sense siswa sd/mi

Suasana agenda pelatihan pembelajaran berbasis base ten block untuk menguatkan number sense siswa sd/mi

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para guru aktif berdiskusi dan mengikuti setiap sesi. Dyan Arrayan, S.Pd., salah satu peserta, menilai pelatihan ini memberikan wawasan baru yang aplikatif bagi pembelajaran di kelas.

“Pelatihan ini sangat luar biasa dan memberikan pengalaman serta wawasan baru bagi kami. Materi yang disampaikan sangat aplikatif dan dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Kami juga semakin memahami bahwa pembelajaran matematika dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan yang menarik dan bermakna bagi siswa,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, UMS berharap para guru SD/MI mampu mengimplementasikan pembelajaran matematika yang lebih kontekstual dan konkret, serta berorientasi pada penguatan number sense untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. (Alvian/Humas)

Editor: Hammam Alghazy

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Opening Muhadhoroh Empat Bahasa dan Pelantikan ISTM 2026/2027 Berlangsung Khidmat dan Meriah

    Opening Muhadhoroh Empat Bahasa dan Pelantikan ISTM 2026/2027 Berlangsung Khidmat dan Meriah

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 101
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Blimbingrejo, 25 Juli 2026 — Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa’ Muhammadiyah Blimbingrejo sukses menyelenggarakan Opening Muhadhoroh (Four-Language Oratory Training) yang dirangkaikan dengan Serah Terima Jabatan dan Pelantikan Imarah Syu’unit Tholabat Muhammadiyah (ISTM) Masa Khidmah 2026/2027 pada Sabtu malam (25/7) di Halaman Asrama Putra. Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat, semangat, dan antusiasme seluruh santri, asatidz, serta […]

  • UMS Teken Kerja Sama Strategis dengan IPB, APINDO, dan BPJS

    UMS Teken Kerja Sama Strategis dengan IPB, APINDO, dan BPJS

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 101
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif dan berdaya saing global. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara UMS, Institut Pertanian Bogor (IPB), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), dan BPJS Ketenagakerjaan. Kerja sama tersebut dilaksanakan sebagai upaya menghadapi tantangan disrupsi industri dan krisis […]

  • Hari Guru Nasional 2024: Presiden Prabowo Apresiasi Dedikasi Guru, Anugerahkan Guru Hebat Indonesia

    Hari Guru Nasional 2024: Presiden Prabowo Apresiasi Dedikasi Guru, Anugerahkan Guru Hebat Indonesia

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 174
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI merayakan puncak peringatan Hari Guru Nasional 2024 di Jakarta International Velodrome, Jakarta, yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, serta sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih. (28/11/2024) Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan tinggi kepada para guru di […]

  • IPM Lampung Galang Dana Peduli Korban Banjir Sumatera dan Aceh

    IPM Lampung Galang Dana Peduli Korban Banjir Sumatera dan Aceh

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 79
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID LAMPUNG – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Lampung melaksanakan kegiatan penggalangan dana kemanusiaan pada 4–20 Desember 2025. Kegiatan ini melibatkan Pelajar Muhammadiyah se-Provinsi Lampung yang berkolaborasi dengan berbagai organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Penggalangan dana ini bertujuan untuk menghimpun bantuan kemanusiaan bagi masyarakat dan pelajar yang terdampak bencana […]

  • Kader IMM DIY Serukan Keadilan dan Amanah Hadapi Main Hakim Sendiri, Kemiskinan, dan Korupsi

    Kader IMM DIY Serukan Keadilan dan Amanah Hadapi Main Hakim Sendiri, Kemiskinan, dan Korupsi

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 74
    • 0Komentar

    KABARMUH. ID, BANTUL — Khutbah Salat Jumat di Masjid Al- Musannif, 50 Tabligh Institute, Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jumat (31/7), mengangkat keresahan atas maraknya aksi main hakim sendiri, himpitan ekonomi yang menghimpit masyarakat, dan praktik korupsi yang dinilai tak kunjung surut.  Bertajuk “Antara Keadilan, Kesabaran, dan Amanah: Menyikapi Main Hakim Sendiri, Himpitan Ekonomi, dan Korupsi”, khutbah disampaikan oleh Dafa Isandi Ananto, S.Hum., Sekretaris DPD IMM DIY Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat yang juga mahasiswa Magister Antropologi Universitas Gadjah Mada menegaskan tiga persoalan tersebut yang saling berkelindan dan berakar pada dua nilai dasar Islam, yakni keadilan dan amanah. Ia mengawali dengan menyoroti bahaya tindakan main hakim sendiri atau vigilantisme yang belakangan terjadi di tengah masyarakat, seperti kasus pengeroyokan terhadap terduga pencuri hingga tindak kekerasan massa lainnya. “Perbuatan main hakim sendiri, betapapun kemarahan yang mendasarinya bisa dipahami, tentu tidak dibenarkan dalam Islam. Penegakan hukum adalah hak dan kewajiban otoritas yang berwenang, bukan hak perorangan atau kerumunan,” ujarnya mengutip QS. An-Nisa ayat 58 tentang kewajiban menetapkan hukum secara adil. Meski demikian, Dafa mengajak jamaah untuk jujur melihat akar persoalan. Menurutnya, tidak sedikit kasus pencurian kecil di masyarakat berawal dari desakan kebutuhan hidup, bukan semata niat jahat. “Ini bukan pembenaran atas perbuatan mencuri, karena mencuri tetap haram dan harus dipertanggungjawabkan. Namun memahami sebabnya, penting agar penyelesaiannya menyentuh akar permasalahan, bukan berhenti pada amarah sesaat,” katanya, mencontohkan kebijakan Khalifah Umar bin Khattab r.a. yang menangguhkan hukuman potong tangan bagi pencuri saat terjadi paceklik. Ia mengingatkan kaidah fikih dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih, yang artinya “mencegah kerusakan lebih diutamakan daripada mendatangkan kemaslahatan.” Hal tersebut sebagai dasar pentingnya peran pemerintah, ulama, dan masyarakat untuk membuka lapangan kerja layak serta menghadirkan jaring pengaman sosial, bukan sekadar menghukum gejala di permukaan. Kedua, Dafa membahas himpitan ekonomi yang dihadapi banyak keluarga akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan terbatasnya lapangan kerja. Ia mengajak jamaah untuk menguatkan ikhtiar yang halal sekaligus tawakal, mengutip QS. At-Talaq ayat 2-3 tentang jalan keluar dan rezeki tak terduga bagi siapa saja yang bertakwa. “Himpitan ekonomi tidak boleh dijadikan alasan untuk menempuh jalan haram, baik itu mencuri, menipu, berutang riba, apalagi terlibat korupsi. Justru dalam kesempitan itulah keimanan seseorang diuji,” tegasnya. Ketiga, Dafa menyoroti praktik korupsi yang menurutnya justru memperparah kesulitan ekonomi rakyat kecil karena dana yang seharusnya sampai kepada yang membutuhkan diselewengkan oleh pihak yang mengkhianati amanah. “Korupsi bukan hanya pelanggaran hukum negara, tetapi juga dosa besar di hadapan Allah karena merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah dan penzaliman terhadap hak-hak rakyat,” tegasnya. Ia membedakan akar dua persoalan tersebut. Jika pencurian kecil oleh rakyat kerap lahir dari desakan kebutuhan hidup, korupsi oleh sebagian pejabat atau pemegang amanah umumnya lahir dari keserakahan dan rasa tidak pernah cukup. “Memutus mata rantai kemiskinan struktural, pencurian kecil, hingga aksi main hakim sendiri harus dimulai dari akar paling atas, yakni memberantas korupsi serta menegakkan amanah,” ujarnya. Di penghujung khutbah, Dafa mengajak jamaah untuk menahan diri dari tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan permasalahan hukum kepada pihak berwenang, sembari mendesak aparat keamanan meningkatkan kesiapsiagaan 24 jam. Ia juga mengajak untuk menguatkan ikhtiar halal di tengah kesulitan ekonomi, menjauhi dan melawan praktik korupsi sekecil apa pun mulai dari diri sendiri. Selain itu, selalu memperbanyak doa kepada Allah SWT agar hadirnya pemimpin yang amanah, serta memperkuat ta’awun atau saling membantu antar sesama, khususnya di masa-masa sulit seperti sekarang. Kontributor: Faisal Editor: Muhammad Farhan

  • MOU Lazismu dengan LPP PWM Jateng Wujudkan Sistem Kaderisasi Ulama Jawa Tengah

    MOU Lazismu dengan LPP PWM Jateng Wujudkan Sistem Kaderisasi Ulama Jawa Tengah

    • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 244
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, Kendal – Rapat Koordinasi Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) dan Mudir Pesantren Muhammadiyah se-Jawa Tengah yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom Patean Kendal pada hari Sabtu-Ahad, 18-19 November 2023/4-5 Jumadil Awal 1445 H berjalan dengan lancar. Acara tersebut mengambil tema “Kaderisasi Ulama dan Kemandiran Ekonomi Pesantren Muhammadiyah Jawa Tengah”, sesuai visi dan misi […]

expand_less