Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » UMS Tambah 5 Guru Besar, Perkuat Riset Teknologi dan Pembangunan Berkelanjutan

UMS Tambah 5 Guru Besar, Perkuat Riset Teknologi dan Pembangunan Berkelanjutan

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • visibility 77
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dalam memperkuat kualitas akademik yang inovatif dan relevan dengan tantangan industri global, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar konferensi pers mengenai rencana pengukuhan terhadap lima guru besar baru, yang terlaksana di Restoran Dapur Solo Senin, Senin (19/1). Kini UMS mencatatkan sebanyak 70 guru besar.

Jumpa pers yang berlangsung dengan khidmat ini menghadirkan para calon guru besar yang memaparkan hasil kontribusi keilmuan mereka di berbagai bidang strategis kepada publik.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Dr. Andy Dwi Bayu Bawono, Ph.D., selaku Sekretaris Universitas. Dalam sambutannya, ia menuturkan rasa syukur terhadap para guru besar yang akan dikukuhkan.

“Alhamdulillah nanti lima orang guru besar baru ini yang akan nanti menyampaikan beberapa hal,” tuturnya.

Guru besar ke-66, Prof. Dr. Suranto, prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, mengusung gagasan inovatif tentang Technopreneurship. Sebuah wadah pemberdayaan bagi para calon lulusan yang memadukan perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan kewirausahaan. Inkubator ini bertujuan menyelaraskan program pembangunan berkelanjutan dalam menjawab permasalahan pengangguran terdidik.

“Hal ini digunakan sebagai metode pembelajaran, sebagai tempat melakukan pemberdayaan. Metode digunakan sebagai skenario pembelajaran, dan sarana sebagai model digunakan penguatan kepada masyarakat dalam pembelajaran,” jelas Suranto.

Suranto berharap, technopreneurship dapat melahirkan lulusan yang mandiri, inovatif, dan berkarakter Islami, serta mampu berdampak pada penurunan pengangguran dan penguatan ekonomi digital.

Guru besar ke-67, Prof. Eko Setiawan, S.T., M.T., Ph.D., dari prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, memaparkan upaya menghadapi risiko jangka panjang yang disebabkan oleh potensi bahaya bencana alam.

Ia menjelaskan, menurut catatan Emergency Events Database (EM-DAT), pada tahun 2024 telah terjadi 393 bencana alam yang mengakibatkan kerugian material dan psikologis. Dalam situasi demikian, konsep masyarakat tangguh terhadap berbagai bencana dapat menekan angka risiko negatif sebuah bencana.

Selanjutnya, guru besar ke-68 Prof. Heru Supriyono, ST, MSc, PhD., dari prodi Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Dalam paparannya, ia mengembangkan instrumentasi dan kendali yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT) yang bertujuan memperkuat pembangunan dalam bidang sains dan teknologi.

Instrumen elektronik merupakan gabungan komponen elektronika, berfungsi dalam mengelola sumber daya sinyal listrik, yang dapat membantu aktivitas manusia dengan waktu singkat dan pada kegiatan yang membutuhkan pemantauan dan pengendalian jarak jauh maupun proses yang berpotensi membahayakan kesehatan dan keselamatan manusia.

Heru menekankan bahwa pengembangan instrumentasi elektronik dan teknologi IoT berpotensi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam memperkuat sains, teknologi, dan hilirisasi riset.

Beralih dari bidang teknologi, guru besar ke-69 UMS, Prof. Dr. Umi Budi Rahayu, SSTFT., M.Kes., prodi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan. Ia berfokus pada treatment fisioterapi neurorestorasi pasca stroke. Keseimbangan menjadi fokus utama dalam neurorestorasi karena dapat memprediksi kemampuan fungsional dan kemandirian berjalan pasien.

Umi telah mengembangkan inovasi berupa alat Personal Balance Feedback (PBF), alat deteksi dan terapi gangguan keseimbangan pasca stroke.

Guru besar ke-70 UMS, Prof. Andri Nirwana. AN, S.TH, M.Ag, Ph.D., dari prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir, Fakultas Agama Islam. Andri, menyoroti persoalan mendasar masyarakat Indonesia. Menurutnya, lemahnya etika publik dapat menyebabkan berbagai permasalahan meskipun peraturan beragama telah ditetapkan.

“Pendekatan ini menempatkan ilmu tafsir sebagai disiplin interdisipliner yang berdialog dengan ilmu sosial kebijakan publik dan studi kebangsaan tanpa kehilangan akar metodologisnya,” ujarnya.

Melalui kajian Ilmu Tafsir, ia berharap dapat berkontribusi memperkuat fondasi etika dalam kehidupan bermasyarakat.

Kontributor: Roselia/Humas

Editor: Muhammad Faisal Dwi Rifqi

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OBA ke-9 Kaltim, Siswa SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin Raih Juara 1 dan Harapan 2

    OBA ke-9 Kaltim, Siswa SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin Raih Juara 1 dan Harapan 2

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 116
    • 0Komentar

    kabarmuh.id, Balikpapan — Prestasi membanggakan ditorehkan siswa SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin dalam Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Dua siswa sekolah tersebut berhasil meraih prestasi dalam ajang kompetisi Bahasa Arab yang digelar di MAN 2 Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara pada Sabtu kemarin (29/08). Adalah Iqbal Arya Ramadhan, siswa kelas XI-C, yang berhasil meraih […]

  • BikersMu Chapter Kendal Gelar Touring Dakwah dan Solidaritas Sosial

    BikersMu Chapter Kendal Gelar Touring Dakwah dan Solidaritas Sosial

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 61
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, KENDAL – Ahad, 15 Juni 2025 menjadi momen penuh berkah bagi komunitas BikersMu Chapter Kendal yang kembali melaksanakan kegiatan touring dakwah dan solidaritas sosial. Kegiatan dimulai dari Masjid Al-Huda, Tlangu, Sukorejo dengan pembagian rompi kepada peserta dan doa bersama untuk keselamatan perjalanan. Rute touring kali ini melintasi berbagai wilayah dengan agenda silaturahmi dan aksi […]

  • Stigma Masih Jadi Penghalang, Guru Besar UMS Tegaskan Pendidikan Inklusif Perlu Sistem yang Lebih Progresif

    Stigma Masih Jadi Penghalang, Guru Besar UMS Tegaskan Pendidikan Inklusif Perlu Sistem yang Lebih Progresif

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 65
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Stigma masih menjadi tembok besar yang membatasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk tumbuh dalam ruang pendidikan yang setara. Meski banyak sekolah telah mengklaim diri sebagai sekolah inklusif, praktiknya masih jauh dari nilai-nilai keberagaman yang adil dan ramah. Isu inilah yang menjadi fokus Prof. Dr. Minsih, S.Ag., M.Pd., yang baru akan dikukuhkan sebagai […]

  • Tim UMS Sabet Dua Medali Perunggu PIMNAS 2025 Berkat Inovasi Pendidikan Inklusif

    Tim UMS Sabet Dua Medali Perunggu PIMNAS 2025 Berkat Inovasi Pendidikan Inklusif

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 46
    • 0Komentar

    KABARMUH,ID. SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 pada 23-27 November 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek di Universitas Hasanuddin, Makassar, tim UMS berhasil meraih dua medali perunggu sekaligus untuk kategori presentasi dan kategori poster. Prestasi ini diraih oleh […]

  • Doktor ke-63 PAI UMS, Ungkap Anomali Retensi Guru di Pesantren

    Doktor ke-63 PAI UMS, Ungkap Anomali Retensi Guru di Pesantren

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 75
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menambah deretan lulusan doktoralnya dengan mengukuhkan Muhammad Nur Latif sebagai doktor ke-63. Ia dinyatakan lulus setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi doktor, sekaligus meraih predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,89. Dalam proses akademiknya, Latif dibimbing oleh Promotor Prof. […]

  • Ketum DPD IMM Kaltim Meyakini Prof Abdul Mu’ti Paling Layak Jadi Menteri Pendidikan

    Ketum DPD IMM Kaltim Meyakini Prof Abdul Mu’ti Paling Layak Jadi Menteri Pendidikan

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 314
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Presiden Republik Indonesia (RI) terpilih 2024 Prabowo Subianto tengah menyusun kabinet pemerintahan untuk tampuk kepemimpinannya selama lima tahun ke depan. Dalam proses penyusunan tersebut tentu terdapat beberapa bidang yang menjadi sorotan dan harus dibenahi. Salah satunya, yaitu sektor pendidikan. Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Timur […]

expand_less