Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Intip Pengalaman Mahasiswa UMS Jadi Classification Assistant IFCPF Men’s Asia-Oceania Cup 2025

Intip Pengalaman Mahasiswa UMS Jadi Classification Assistant IFCPF Men’s Asia-Oceania Cup 2025

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tak selamanya seorang mahasiswa menghabiskan waktu untuk belajar di dalam kelas. Bagi sebagian mahasiswa, praktik langsung di lapangan adalah pengalaman berharga. Mengimplementasikan pelajaran di dunia nyata.

Itulah yang dirasakan Faris Rahman Kusdiana, mahasiswa Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Faris baru-baru ini terpilih sebagai classification assistant dalam International Federation of Cerebral Palsy Football (IFCPF) Men’s Asia-Oceania Cup 2025 yang digelar di Surakarta, Jawa Tengah, 16-22 November 2025.

IFCPF Men’s Asia-Oceania Cup adalah turnamen resmi sepak bola cerebral palsy tingkat regional yang melibatkan negara-negara Asia dan Oseania. “Event ini menjadi momentum penting untuk proses klasifikasi atlet yang akan digunakan untuk kompetisi internasional mendatang,” ujar Faris saat dihubungi melalui WhatsApp, Kamis (20/11).

Tawaran mengikuti IFCPF Men’s Asia-Oceania Cup datang awal Oktober lalu. Ia ditawari posisi sebagai classification assistant. Faris tak mau menyia-nyiakan kesempatan dan mengambil tawaran itu.

Mahasiswa angkatan 2022 itu berkesempatan bekerja di bawah Chief Classifier Dr. Jorge Parra asal Kolombia. Ia juga berkoordinasi dengan classifier profesional lain dari berbagai negara, seperti Carlos Quero dari Argentina, Bram Roberts dari Belanda, dan Dr. Aleksandra Strojna dari Italia.

Faris menuturkan peran classification assistant adalah mendukung proses kualifikasi atlet disabilitas cerebral palsy. Tugas yang ia emban adalah membantu para classifier internasional untuk melakukan asesmen medis, asesmen olahraga, persiapan dokumen, memastikan alur pemeriksaan berjalan lancar, mencatat hasil pemeriksaan, hingga berkoordinasi dengan tim classifier dari komite paralimpiade masing-masing negara.

“Tugas saya juga memastikan standar IFCPF dijalankan dengan tepat,” imbuh mahasiswa kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, itu.

Pemuda 22 tahun itu menghadapi sejumlah tantangan selama mengikuti kegiatan turnamen. Mulai dari menjaga konsistensi kinerja, jadwal yang padat, hingga tuntutan akurasi yang tinggi. Tantangan itu muncul sebab peran tim klasifikasi akan menentukan status kompetitif seorang atlet.

“Saya mengatasinya dengan disiplin waktu, komunikasi aktif dengan para classifier senior, dan memastikan setiap prosedur dijalankan sesuai standar IFCPF,” ujarnya mantap.

Keikutsertaannya sebagai tim medis dalam kompetisi internasional menjadi kesempatan Faris untuk mengimplementasikan sejumlah mata kuliah yang ia pelajari. Antara lain, Fisioterapi Olahraga, Pemeriksaan Muskuloskeletal, dan Neurologi.

Proses klasifikasi atlet pun banyak menggunakan pemeriksaan klinis yang sesuai dengan kompetensi fisioterapi. Mulai dari rentang gerak, tonus atau otot, kontrol motorik, hingga analisis gerak.

Ia yang aktif sebagai ketua Kelompok Studi Sport Physiotherapy UMS ini bercerita mendapatkan pengalaman positif dari turnamen IFCPF. Dirinya memiliki ketertarikan besar pada fisioterapi olahraga.

Faris mengaku telah mengikuti mendalami fisioterapi olahraga atau sport physiotherapy selama kuliah. Ia pernah membuat alat klasifikasi digital yang sempat ia presentasikan di Jepang beberapa waktu lalu. Memperoleh hak atas kekayaan intelektual sekaligus menuntaskan skripsi melalui jalur outcome-based education (OBE).

Baginya, kesempatan bekerja langsung bersama classifier internasional adalah pengalaman langka dan berharga.

Pengalaman itu juga menumbuhkan semangat Faris untuk menekuni sport physiotherapy sebagai pilihan pengembangan karier di masa depannya. “Saya ingin belajar lebih dalam mengenai sistem klasifikasi sepak bola cerebral palsy karena ini berkaitan dengan pengembangan profesi saya di masa depan,” tutup dia. (Gede/Humas)

Editor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KKN MAS 78 Sukses Laksanakan Program “From Soil to Soul: Lahan Bernyawa dan Cinta Hutan” Bersama Anak Pramuka SMP 1 Pusako

    KKN MAS 78 Sukses Laksanakan Program “From Soil to Soul: Lahan Bernyawa dan Cinta Hutan” Bersama Anak Pramuka SMP 1 Pusako

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Benayah, 1 September 2025 — Kelompok 78 Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAs) berhasil melaksanakan program kerja bertajuk “From Soil to Soul: Lahan Bernyawa dan Cinta Hutan” yang melibatkan anak-anak Pramuka SMP 1 Pusako. Program ini diselenggarakan dengan tujuan menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap alam dan hutan, sekaligus mengurangi ketergantungan mereka pada gadget. Kegiatan […]

  • Modernisasi Pendidikan Islam dalam Gagasan dan Gerakan K.H. Ahmad Dahlan

    Modernisasi Pendidikan Islam dalam Gagasan dan Gerakan K.H. Ahmad Dahlan

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Oleh: Kukuh Prakosa Agustian, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu K.H. Ahmad Dahlan adalah salah satu tokoh pembaharu Islam paling berpengaruh di Indonesia, terutama dalam bidang pendidikan. Ia lahir di Kauman, Yogyakarta, pada tahun 1868 dengan nama kecil Muhammad Darwis. Sejak kecil, ia hidup di lingkungan keluarga religius dan mendapat pendidikan agama secara tradisional. Perjalanan intelektualnya berkembang pesat […]

  • Kategori Jurus di POMNAS XIX 2025 Tampilkan Harmoni dan Kreativitas

    Kategori Jurus di POMNAS XIX 2025 Tampilkan Harmoni dan Kreativitas

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    KABAR MUH.ID, SURAKARTA – Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025 kembali menghadirkan pesona cabang pencak silat melalui kategori jurus yang fokus pada ketepatan gerakan. Berbeda dengan kategori tanding, kategori ini menempatkan estetika, ketepatan teknik, kreativitas dan harmoni gerak sebagai inti penilaian. Technical Delegate, Dr. Haris Nugroho, S.Pd., M.Or., menjelaskan bahwa terdapat empat jenis kategori […]

  • Superflu Masuk Indonesia, Ini Penjelasan Epidemiolog UMS

    Superflu Masuk Indonesia, Ini Penjelasan Epidemiolog UMS

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 38
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fenomena “Super Flu” sedang ramai menjadi perhatian publik sebenarnya merujuk pada varian virus influenza tipe A subvarian H3N2 dengan subclade K. Subclade K merupakan varian baru yang pertama kali teridentifikasi oleh Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025. Pakar Epidemiologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan bahwa fenomena […]

  • Kingdom Casino – Kokemusta salamannopeaa pelaamista Suomessa

    Kingdom Casino – Kokemusta salamannopeaa pelaamista Suomessa

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Kingdom Casinolla emme ole Suomessa vain näkymien takia – haluamme tarjota erinomaisen pelikokemuksen, jossa jokaisen pelaajan nopeuden tarpeet tyydytetään. Laajan pelivalikoiman ja edistyneen teknologian ansiosta Casino Kingdom takaa huippuluokan nopeuden laadusta tinkimättä. Alustamme intuitiivinen muotoilu yhdistettynä ensiluokkaiseen turvallisuuteen ja reiluuteen luo tasapainon, jota pelaajat varmasti arvostavat. Mutta mikä todella erottaa meidät tällä digitaalisella alalla? Vertaansa […]

  • Mahasiswa UMS Latih Warga Sentono Kembangkan Nugget Tempe Ayam Sehat Bernilai Jual

    Mahasiswa UMS Latih Warga Sentono Kembangkan Nugget Tempe Ayam Sehat Bernilai Jual

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 26
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan pelatihan pembuatan nugget tempe ayam bagi warga Desa Sentono, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Penguatan Desa Wirausaha Berbasis Komoditas Tempe melalui Digitalisasi, yang didanai Belmawa melalui Program […]

expand_less