Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Intip Pengalaman Mahasiswa UMS Jadi Classification Assistant IFCPF Men’s Asia-Oceania Cup 2025

Intip Pengalaman Mahasiswa UMS Jadi Classification Assistant IFCPF Men’s Asia-Oceania Cup 2025

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
  • visibility 57
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tak selamanya seorang mahasiswa menghabiskan waktu untuk belajar di dalam kelas. Bagi sebagian mahasiswa, praktik langsung di lapangan adalah pengalaman berharga. Mengimplementasikan pelajaran di dunia nyata.

Itulah yang dirasakan Faris Rahman Kusdiana, mahasiswa Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Faris baru-baru ini terpilih sebagai classification assistant dalam International Federation of Cerebral Palsy Football (IFCPF) Men’s Asia-Oceania Cup 2025 yang digelar di Surakarta, Jawa Tengah, 16-22 November 2025.

IFCPF Men’s Asia-Oceania Cup adalah turnamen resmi sepak bola cerebral palsy tingkat regional yang melibatkan negara-negara Asia dan Oseania. “Event ini menjadi momentum penting untuk proses klasifikasi atlet yang akan digunakan untuk kompetisi internasional mendatang,” ujar Faris saat dihubungi melalui WhatsApp, Kamis (20/11).

Tawaran mengikuti IFCPF Men’s Asia-Oceania Cup datang awal Oktober lalu. Ia ditawari posisi sebagai classification assistant. Faris tak mau menyia-nyiakan kesempatan dan mengambil tawaran itu.

Mahasiswa angkatan 2022 itu berkesempatan bekerja di bawah Chief Classifier Dr. Jorge Parra asal Kolombia. Ia juga berkoordinasi dengan classifier profesional lain dari berbagai negara, seperti Carlos Quero dari Argentina, Bram Roberts dari Belanda, dan Dr. Aleksandra Strojna dari Italia.

Faris menuturkan peran classification assistant adalah mendukung proses kualifikasi atlet disabilitas cerebral palsy. Tugas yang ia emban adalah membantu para classifier internasional untuk melakukan asesmen medis, asesmen olahraga, persiapan dokumen, memastikan alur pemeriksaan berjalan lancar, mencatat hasil pemeriksaan, hingga berkoordinasi dengan tim classifier dari komite paralimpiade masing-masing negara.

“Tugas saya juga memastikan standar IFCPF dijalankan dengan tepat,” imbuh mahasiswa kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, itu.

Pemuda 22 tahun itu menghadapi sejumlah tantangan selama mengikuti kegiatan turnamen. Mulai dari menjaga konsistensi kinerja, jadwal yang padat, hingga tuntutan akurasi yang tinggi. Tantangan itu muncul sebab peran tim klasifikasi akan menentukan status kompetitif seorang atlet.

“Saya mengatasinya dengan disiplin waktu, komunikasi aktif dengan para classifier senior, dan memastikan setiap prosedur dijalankan sesuai standar IFCPF,” ujarnya mantap.

Keikutsertaannya sebagai tim medis dalam kompetisi internasional menjadi kesempatan Faris untuk mengimplementasikan sejumlah mata kuliah yang ia pelajari. Antara lain, Fisioterapi Olahraga, Pemeriksaan Muskuloskeletal, dan Neurologi.

Proses klasifikasi atlet pun banyak menggunakan pemeriksaan klinis yang sesuai dengan kompetensi fisioterapi. Mulai dari rentang gerak, tonus atau otot, kontrol motorik, hingga analisis gerak.

Ia yang aktif sebagai ketua Kelompok Studi Sport Physiotherapy UMS ini bercerita mendapatkan pengalaman positif dari turnamen IFCPF. Dirinya memiliki ketertarikan besar pada fisioterapi olahraga.

Faris mengaku telah mengikuti mendalami fisioterapi olahraga atau sport physiotherapy selama kuliah. Ia pernah membuat alat klasifikasi digital yang sempat ia presentasikan di Jepang beberapa waktu lalu. Memperoleh hak atas kekayaan intelektual sekaligus menuntaskan skripsi melalui jalur outcome-based education (OBE).

Baginya, kesempatan bekerja langsung bersama classifier internasional adalah pengalaman langka dan berharga.

Pengalaman itu juga menumbuhkan semangat Faris untuk menekuni sport physiotherapy sebagai pilihan pengembangan karier di masa depannya. “Saya ingin belajar lebih dalam mengenai sistem klasifikasi sepak bola cerebral palsy karena ini berkaitan dengan pengembangan profesi saya di masa depan,” tutup dia. (Gede/Humas)

Editor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IPM Harus Menjadi Teladan

    IPM Harus Menjadi Teladan

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 393
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Ponorogo – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Ponorogo kembali berupaya menunjukkan eksistensinya. Dalam rangka pergantian kepengurusan, PD IPM Ponorogo menggelar Musyawarah Daerah (Musyda) IPM XXIII dengan mengusung tema “Inklusivitas Gerakan Menuju Era Baru IPM Ponorogo Maju dan Berkeadaban”. Bertempat di Sekolah Dasar Muhammadiyah Terpadu, (2-3/3/2024). Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa pihak terkait, di […]

  • SUMU Fasilitasi Pertemuan Prof. Abdul Fattah El-Awaisi dan Fadli Zon: Sinergi Ilmu dan Budaya untuk Pembebasan Baitul Maqdis

    SUMU Fasilitasi Pertemuan Prof. Abdul Fattah El-Awaisi dan Fadli Zon: Sinergi Ilmu dan Budaya untuk Pembebasan Baitul Maqdis

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) memfasilitasi pertemuan strategis antara Prof. Dr. Abdul Fattah El-Awaisi, akademisi terkemuka asal Palestina dan pelopor kajian Ilmu Pembebasan Baitul Maqdis, dengan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, di Museum Nasional Indonesia, Jakarta (22/10/25). Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Saladin Camp: Daurah Ilmiah Pembebasan Baitul Maqdis, sebuah […]

  • Manhaj tarjih Muhammadiyah dikaji dalam penguatan AIK bagi guru IMBS Samarinda

    Manhaj tarjih Muhammadiyah dikaji dalam penguatan AIK bagi guru IMBS Samarinda

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 76
    • 0Komentar

      Pendalaman manhaj tarjih Muhammadiyah menjadi sorotan utama dalam kegiatan Penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang digelar IMBS Samarinda di UMKT, 19–21 Februari 2026. Sebanyak 123 guru dari tiga sekolah Muhammadiyah mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Kepala SMA Istiqamah Muhammadiyah Samarinda, Arip Saripuddin, S.Pd.I., M.A., Ph.D., yang juga Sekretaris Majelis Tarjih PWM Kaltim, menjelaskan bahwa […]

  • Syiar Dakwah Muhammadiyah Lampung Hingga Pelosok Dente Teladas Tulang Bawang

    Syiar Dakwah Muhammadiyah Lampung Hingga Pelosok Dente Teladas Tulang Bawang

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tulang Bawang – Syiar dan Dakwah Muhammadiyah hadir hingga pelosok Dente Teladas Kabupaten Tulang Bawang. Lokasi tersebut ada di ujung timur Kabupaten Tulang Bawang, jadi tempat yang bisa dibilang pelosok karena untuk sampai ke tempat tersebut harus melalui Jalan Lintas Timur Lampung, lalu menyusuri jalan terjal dan bergejolak hingga mengarungi sungai dengan penyebarangan Hasan […]

  • Kekufuran Bani Israil sebagai Renungan Setiap Insan, UMS Gelar Kajian Tafsir Al-Baqarah Ayat 60-66

    Kekufuran Bani Israil sebagai Renungan Setiap Insan, UMS Gelar Kajian Tafsir Al-Baqarah Ayat 60-66

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 71
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Kajian Tafsir Al-Qur’an, bersama Dr. Ainur Rha’in Bakrun, S.Th.I, M.Th., sebagai narasumber. Kali ini, pembahasan merefleksikan sejarah Bani Israil untuk dijadikan sebagai pelajaran dalam menjalani kehidupan. Rhain-begitu sapaan akrabnya, memaparkan tafsir surat Al-Baqarah ayat 60-66, yang secara garis besar membahas tentang nikmat-nikmat yang didurhakai oleh Bani Israil, […]

  • Tokoh Lintas Iman dan Pemda Apresiasi Capaian Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi

    Tokoh Lintas Iman dan Pemda Apresiasi Capaian Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi

    • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 69
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banyuwangi — Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi, Jawa Timur, menutup program Inisiatif Bersama untuk Aksi Keagamaan yang Strategis (Joint Initiative for Strategic Religious Action) yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah & Nasyiatul Aisyiyah, setelah perjalanannya sejak 2022 hingga 2025 mendorong kolaborasi lintas iman yang peduli terhadap pelestarian lingkungan. Penutupan dilaksanakan di Balai Desa Gelagahagung, yang dihadiri 45 […]

expand_less