Majelis Tabligh PWM Kaltim Konsisten Hidupkan Dakwah Melalui Pengajian Ahad
Dakwah pencerahan terus dirawat melalui pengajian rutin yang terbuka untuk masyarakat.
Pengajian pekanan Masjid Ad-Da’wah Muhammadiyah Samarinda kembali digelar oleh Majelis Tabligh PWM Kalimantan Timur, Ahad (1/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam menjalankan dakwah dan pembinaan umat secara berkesinambungan.
Pengajian yang berlangsung di Pusat Dakwah Muhammadiyah Kaltim ini menghadirkan Ustadz Agus Suwarto Edi, M.Sos., Wakil Ketua Majelis Tabligh PWM Kaltim. Ia menyampaikan materi bertema “Menjemput Cahaya Ramadan” sebagai bentuk penguatan kesiapan jamaah menghadapi bulan suci.
Menurut Ustadz Agus, pengajian rutin merupakan amanah yang secara tegas tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah. “Pengajian bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi jantung dakwah Muhammadiyah dalam membina umat agar memahami dan mengamalkan Islam secara benar,” ujarnya.
Ia menambahkan, masjid dalam tradisi Muhammadiyah tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat pembinaan, pencerahan, dan penguatan ideologi keislaman. Oleh karena itu, pengajian Ahad ini dirancang terbuka dan berkelanjutan.
Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga aplikatif. Jamaah diajak mempersiapkan Ramadan dengan ilmu, taubat, kesiapan mental, fisik, serta perencanaan amal. Hal ini dinilai sejalan dengan semangat dakwah Muhammadiyah yang mencerahkan dan berkemajuan.
Pengajian ini diikuti oleh jamaah Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, serta masyarakat umum yang selama ini menjadikan Masjid Ad-Da’wah sebagai pusat kegiatan keislaman. Suasana pengajian berlangsung khidmat dan penuh perhatian.
Majelis Tabligh PWM Kaltim menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara konsisten setiap Ahad. Harapannya, pengajian rutin ini mampu memperkuat kualitas keislaman jamaah sekaligus menjaga kesinambungan dakwah Muhammadiyah di Kalimantan Timur.
Dengan pengajian yang terstruktur dan berkesinambungan, Muhammadiyah berharap umat Islam tidak hanya bersemangat secara musiman, tetapi memiliki kesadaran beragama yang kuat dan berkelanjutan sepanjang waktu.
(ay.1)



