Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sekolah di Wilayah 3T dan Terdampak Bencana Jadi Prioritas Revitalisasi 2026

Sekolah di Wilayah 3T dan Terdampak Bencana Jadi Prioritas Revitalisasi 2026

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Pati – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu, aman, dan merata melalui program revitalisasi satuan pendidikan. Pada tahun 2026, fokus revitalisasi diprioritaskan bagi sekolah-sekolah yang terdampak bencana, berada di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), serta satuan pendidikan dengan tingkat kerusakan berat yang memerlukan penanganan segera.

Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat meresmikan revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Pati di SMP Negeri 8 Pati, Minggu (12/4). Menurutnya, revitalisasi bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari kebijakan strategis nasional untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak belajar dalam lingkungan yang aman dan layak.

“Revitalisasi satuan pendidikan kami fokuskan pada sekolah terdampak bencana, daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), serta sekolah yang mengalami kerusakan berat, sebagai upaya memastikan seluruh peserta didik dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan layak,” ujar Mendikdasmen saat meresmikan revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Pati di SMP Negeri 8 Pati, Minggu (12/4).

Kebijakan ini menjadi sangat penting mengingat masih banyak sekolah di berbagai wilayah Indonesia menghadapi tantangan serius, mulai dari kerusakan bangunan akibat usia, dampak cuaca ekstrem, hingga keterbatasan akses pembangunan di kawasan terpencil. Wilayah 3T dan daerah terdampak bencana menjadi perhatian utama karena kondisi sarana yang tidak memadai kerap memengaruhi kualitas proses pembelajaran, keselamatan siswa, serta motivasi belajar.

Pada tahun 2025, program revitalisasi satuan pendidikan didukung anggaran sebesar Rp16,9 triliun dan telah menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Cakupan program meliputi pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, ruang komputer, fasilitas sanitasi, Unit Kesehatan Siswa (UKS), hingga sarana pendukung lain yang menunjang proses belajar mengajar.

Di Kabupaten Pati, implementasi program ini telah dirasakan oleh 90 satuan pendidikan. Kehadiran program revitalisasi menjadi jawaban atas kebutuhan sekolah-sekolah yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur, sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam mempersempit kesenjangan mutu pendidikan antara daerah perkotaan dan wilayah yang lebih rentan.

Salah satu sekolah penerima manfaat adalah SMP Negeri 1 Gembong, Kabupaten Pati, yang mengalami perubahan signifikan setelah mendapatkan bantuan rehabilitasi ruang kelas, pembangunan laboratorium komputer, UKS, dan fasilitas sanitasi. Perubahan tersebut dirasakan langsung oleh seluruh warga sekolah, terutama dalam terciptanya suasana belajar yang lebih nyaman dan aman.

Kepala SMP Negeri 1 Gembong, Istiana, mengisahkan bahwa sebelum revitalisasi, kondisi bangunan sekolah berada dalam keadaan memprihatinkan dan cukup mengganggu kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

“Sebelum direvitalisasi, kondisi bangunan sekolah kami mengalami kerusakan dari lantai hingga atap. Saat hujan, air masuk ke ruang kelas sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi terganggu,” ujarnya.

Setelah program revitalisasi dijalankan, kondisi fisik sekolah berubah secara signifikan. Ruang belajar yang lebih representatif memberi dampak positif terhadap kenyamanan siswa, semangat belajar, serta efektivitas proses pembelajaran.

“Setelah revitalisasi, pembelajaran menjadi jauh lebih aman dan nyaman. Siswa merasa lebih senang berada di sekolah, dan suasana belajar menjadi lebih kondusif,” tambahnya.
Apresiasi juga disampaikan pihak sekolah atas perhatian pemerintah yang dinilai sangat membantu dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dalam menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak dan berkualitas,” tuturnya.

Ia berharap keberlanjutan program ini dapat menjangkau lebih banyak sekolah di berbagai wilayah Indonesia, khususnya yang masih menghadapi persoalan serupa.

“Kami berharap program ini dapat merata di seluruh Indonesia, sehingga seluruh peserta didik dapat belajar dengan aman tanpa kekhawatiran terhadap kondisi bangunan sekolah,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat sektor pendidikan di daerah.

“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat. Bantuan revitalisasi ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Pati,” ujarnya.

Selain penguatan infrastruktur, Kemendikdasmen juga menekankan pentingnya pemanfaatan data yang akurat sebagai dasar penyusunan perencanaan program. Pendekatan berbasis data ini menjadi kunci agar revitalisasi dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan menjawab kebutuhan paling mendesak di lapangan.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, program revitalisasi satuan pendidikan diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari agenda besar pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Sekolah yang aman, nyaman, dan layak bukan hanya menghadirkan kualitas pembelajaran yang lebih baik, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing di masa depan.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Raih Omzet Puluhan Juta dari Kelomang, Mahasiswa Arsitektur UMS Ini Juga Punya Bakat Karya Seni yang Unik

    Raih Omzet Puluhan Juta dari Kelomang, Mahasiswa Arsitektur UMS Ini Juga Punya Bakat Karya Seni yang Unik

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Siapa sangka, dari kunjungan santai ke pantai di Gunungkidul, Rifan Susanto, mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), justru menemukan ide bisnis yang kini menghasilkan omzet hingga Rp 38 juta per bulan. Berawal dari keisengan membawa pulang kelomang, hewan kecil bercangkang, Rifan kini menjadi pelaku usaha yang dikenal melalui brand Kelovemang. […]

  • Pelatihan Excel untuk Guru TK ‘Aisyiyah, UMS Dorong Tata Kelola Keuangan Akuntabel

    Pelatihan Excel untuk Guru TK ‘Aisyiyah, UMS Dorong Tata Kelola Keuangan Akuntabel

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUMH.ID, SURAKARTA – Majelis Pembinaan Kader (MPK) ‘Aisyiyah Cabang Kartasura bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan pelatihan pengelolaan keuangan berbasis Excel, Sabtu (4/10) di Lab. Komputer/Bahasa Gedung I Lantai 4 Kampus 1 UMS. Kegiatan ini diikuti oleh 38 guru dari BA, PAUD, dan TK ‘Aisyiyah se-Cabang Kartasura. Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Kartasura, Warits […]

  • SD Muhammadiyah 5 Samarinda Terus Bertumbuh, Miliki 1.111 Siswa dan Terpaksa Menolak Pendaftar Baru

    SD Muhammadiyah 5 Samarinda Terus Bertumbuh, Miliki 1.111 Siswa dan Terpaksa Menolak Pendaftar Baru

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 13
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Kepercayaan masyarakat terhadap SD Muhammadiyah 5 Samarinda terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah yang dipimpin Andi Muhammad Narto, S.H., S.Pd., M.H. itu berhasil menerima 215 murid baru yang terbagi dalam 7 rombongan belajar (rombel). Saat ini jumlah keseluruhan peserta didik mencapai 1.111 siswa, didukung oleh 86 guru […]

  • Mencari Jalan Pemilu Tanpa Money Politic

    Mencari Jalan Pemilu Tanpa Money Politic

    • calendar_month Sabtu, 10 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Oleh: Rendy Nanda Saputra Ketua Umum PK IMM FAI UMY Pesta Demokrasi di Indonesia dilaksanakan selama 5 tahun sekali. Diwaktu tersebut kalangan migran berbondong-bondong untuk pulang dengan niatan ikut serta dalam pemilihan dan sekalian berkunjung ke keluarga dikampung akantetapi, ada juga yang tidak memilih pulang dengan cara pindah TPS atau memilih golput. Pemilihan umum selayaknya […]

  • UMS Dorong Pendampingan Psikososial Berkelanjutan untuk Korban Bencana Alam

    UMS Dorong Pendampingan Psikososial Berkelanjutan untuk Korban Bencana Alam

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA – Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyoroti pentingnya psikoedukasi bagi penyintas bencana di tengah meningkatnya kejadian banjir, gempa, dan erupsi yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia belakangan ini. Hal tersebut disampaikan oleh Dosen Psikologi UMS, Fajar Ruddin, S.Psi., M.Sc., M.A. Fajar menjelaskan bahwa bencana alam merupakan stressor besar yang memicu tekanan psikologis, […]

  • Perkaya Praktikum Sekolah, UMS Latih Guru Biologi Ekstraksi DNA hingga Elektroforesis

    Perkaya Praktikum Sekolah, UMS Latih Guru Biologi Ekstraksi DNA hingga Elektroforesis

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar workshop series sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat dalam Rencana Pengembangan Program Studi (RPPS) yang berkolaborasi dengan Pengembangan Individual Dosen (PID). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dr. Triastuti Rahayu, M.Si., Erma Musbita Tyastuti, M.Si., dan Yasir Sidiq, M.Sc., […]

expand_less