Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Jejak Alumni UMS Membumikan Islam Berkemajuan dan Gerakan Perempuan Berdaya

Jejak Alumni UMS Membumikan Islam Berkemajuan dan Gerakan Perempuan Berdaya

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Semangat Raden Ajeng Kartini tak pernah benar-benar usai. Ia hidup dalam denyut gerakan perempuan masa kini. Salah satunya tercermin dalam sosok Ninin Karlina, S.Ud., alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) figur inspiratif Muhammadiyah ‘Aisyiyah Solo Raya yang terus menghidupkan nilai-nilai emansipasi dalam wajah yang lebih kontekstual dan progresif.

Ninin juga menerima penghargaan dari Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., sebagai apresiasi dan dedikasi kemanusiaan, perdamaian, dan pemberdayaan perempuan pada momentum rangkaian Hari Jadi ke-66 UMS lalu. Pengakuan ini bukan sekadar simbolik, melainkan refleksi dari perjalanan panjang aktivismenya di tingkat lokal hingga global.

Ninin bukan hanya aktivis organisasi, tetapi juga aktor perubahan sosial. Kiprahnya menjangkau berbagai sektor, mulai dari isu keberagaman, gender, hingga penanganan bencana. Salah satu pencapaian pentingnya adalah saat ia terpilih sebagai penerima beasiswa International Visitor Leadership Program (IVLP) tahun 2021 dengan fokus Empowering Muslim Women as Peacemaker and Agent of Change di Amerika Serikat.

Pengalaman internasional tersebut memperkaya perspektifnya dalam membaca realitas global, sekaligus memperkuat komitmennya untuk menghadirkan Islam yang ramah, inklusif, dan berkemajuan di tingkat akar rumput.

“Saya fokus di isu-isu perdamaian, kesetaraan, dan kemanusiaan, baik dalam lingkup persyarikatan Muhammadiyah, umat, maupun bangsa,” ujarnya saat dimintai keterangan, Senin, (20/4).

Bagi Ninin, Muhammadiyah sebenarnya telah selesai secara ideologis dalam memandang keberagaman. Ia merujuk pada dokumen-dokumen resmi seperti Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah yang telah mengafirmasi pentingnya nilai toleransi dan kebhinekaan.

“Tantangannya bukan lagi pada wacana, tetapi bagaimana implementasinya di tengah masyarakat yang terus berubah,” jelasnya.

Aktivitas Alumni UMS pada Youth Training for Peace Solo

Dalam konteks ini, Ninin melihat pentingnya pendekatan baru dalam dakwah, yang tidak hanya normatif, tetapi juga adaptif terhadap dinamika generasi dan budaya.

Alih-alih bertumpu pada pendekatan elitis, Ninin justru menyoroti kekuatan dakwah kultural di tingkat grassroot. Menurutnya, praktik dakwah yang humanis dan membumi justru lebih efektif dilakukan oleh kader di ranting dan cabang.

Dari mimbar kecil hingga interaksi sosial sehari-hari, nilai-nilai Islam berkemajuan disampaikan dengan cara yang menyentuh sisi kemanusiaan, bukan sekadar retorika. Salah satu langkah progresif yang dilakukan Ninin adalah saat memimpin Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Sukoharjo dengan mendobrak stigma domestifikasi perempuan dalam organisasi.

Selama ini, perempuan seringkali diposisikan pada peran domestik, bahkan dalam ruang organisasi. Ninin menolak pola tersebut.

“Nasyiatul ‘Aisyiyah tidak hanya soal konsumsi. Kader kami harus tampil di panggung, menjadi pemimpin, intelektual, dan profesional,” tegasnya.

Transformasi ini membuahkan hasil. Kader Nasyiatul ‘Aisyiyah di Sukoharjo kini tampil lebih percaya diri, aktif dalam berbagai bidang, dan mampu mengelola organisasi secara profesional.

Di tahun kedua kepemimpinannya, Ninin mulai memperkenalkan isu-isu yang sebelumnya dianggap sensitif, seperti gender dan feminisme.

Melalui kolaborasi dengan akademisi dan tokoh perempuan, ia menghadirkan diskursus eco-feminism serta menginisiasi program lingkungan seperti Eko-Pesantren yang mengedukasi santri tentang gaya hidup ramah lingkungan, termasuk penggunaan pembalut kain sebagai alternatif berkelanjutan.

“Kalau bukan sekarang kita mulai, kapan lagi?” ujarnya. Meski sempat menghadapi resistensi, ia memandangnya sebagai bagian dari proses edukasi sosial.

Di tengah kesenjangan generasi, Ninin menghadirkan pendekatan yang cair. Ia menggabungkan nilai tradisional dengan gaya komunikasi kekinian. Rapat organisasi digelar di ruang-ruang yang dekat dengan Gen Z, seperti kafe atau ruang kreatif, tanpa meninggalkan adab terhadap generasi senior.

Hasilnya, 12 cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah di Sukoharjo yang sebelumnya pasif kini kembali aktif dan produktif. Tidak berhenti pada wacana, Ninin juga menghasilkan produk konkret berupa SOP Penanganan dan Pencegahan Kekerasan Seksual di lingkungan Muhammadiyah.

Selain itu, langkah untuk bekerja sama dengan lembaga seperti LBH APIK dan Rahimah, menjadi salah satu terobosan penting yang bahkan mendapat apresiasi dari Kementerian Agama wilayah.

Dalam refleksinya menyambut Hari Kartini, Ninin menyampaikan pandangan tegas namun reflektif. “Perempuan itu harus feminis. Lawan kita adalah patriarki, bukan laki-laki,” ungkapnya.

Baginya, menjadi perempuan Muhammadiyah berarti melawan segala bentuk ketidakadilan seperti marginalisasi, subordinasi, kekerasan, hingga stigma sosial, karena hal tersebut tidak sejalan dengan nilai Islam berkemajuan. Namun, perjuangan itu tetap harus dibarengi dengan manajemen diri yang baik, antara peran domestik dan publik, serta dukungan lingkungan yang sehat.

Di era yang serba kompleks, Ninin menegaskan bahwa perempuan harus terus bertumbuh. “Upgrade diri tidak harus selalu lewat pendidikan formal. Forum, diskusi, dan ruang berbagi adalah tempat belajar yang luar biasa,” pesannya.

Semangat itulah yang menjadikan Ninin sebagai representasi Kartini masa kini, bukan hanya berbicara tentang kesetaraan, tetapi juga menghadirkannya dalam aksi nyata.

Dari Solo Raya, jejaknya menegaskan bahwa perempuan berkemajuan bukan sekadar konsep, melainkan gerakan hidup yang terus menyala. (Fika/Humas)

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bangun PAUD Ramah Anak, Tim UMS Perkuat Media Digital Storybook Anti-Perundungan

    Bangun PAUD Ramah Anak, Tim UMS Perkuat Media Digital Storybook Anti-Perundungan

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 66
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Upaya pencegahan perundungan perlu dimulai sejak usia dini melalui pembelajaran yang ramah anak dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Berangkat dari kepedulian terhadap fenomena tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menyelenggarakan program penguatan karakter anti-perundungan berbasis digital storybook bagi guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten […]

  • Sukses Digelar, Semnas dan FGD Jurnalistik Profetik Memuat Nilai-Nilai Keislaman

    Sukses Digelar, Semnas dan FGD Jurnalistik Profetik Memuat Nilai-Nilai Keislaman

    • calendar_month Minggu, 28 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 204
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, Ponorogo – Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo Jawa Timur menjadi tuan rumah Seminar Nasional “Jurnalisme Profetik Perspektif Islam Berkemajuan” yang diselenggarakan oleh MPID Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Sabtu (26/1/24). Ada sejumlah agenda inti yang akan dibahas dalam acara tersebut. Di antaranya, Seminar Nasional yang akan […]

  • UMS Beri Beasiswa S2 Penuh untuk Lulusan Difabel Psikologi, Tegaskan Komitmen sebagai Kampus Inklusif

    UMS Beri Beasiswa S2 Penuh untuk Lulusan Difabel Psikologi, Tegaskan Komitmen sebagai Kampus Inklusif

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 69
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus inklusif dengan memberikan beasiswa magister 100 persen kepada salah satu lulusan dengan kondisi difabel, Muhammad Arief Raharjo, S.Psi., untuk melanjutkan studi S2 di Program Studi Psikologi sesuai Surat Keputusan Rektor No.: 42/KEP-R/2026. Keputusan tersebut sebelumnya juga telah diumumkan langsung oleh Rektor UMS, Prof. […]

  • Kajian Ahad Pagi PRM Pendoworejo: Mengingat dan Mempersiapkan Kematian

    Kajian Ahad Pagi PRM Pendoworejo: Mengingat dan Mempersiapkan Kematian

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 131
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kulon Progo – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pendoworejo menggelar Kajian Ahad Pagi pada Minggu (19/1/2025) bertempat di Rumah Makan Iwak Kalen Salam Rindu. Kajian yang terbuka untuk umum ini menghadirkan Ustaz Fakhrudin AM, S.IP. sebagai pemateri dan dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat serta warga sekitar. Dalam kajian yang berlangsung dari pukul 06.00 hingga 07.00 […]

  • PAWAI TA’ARUF DAN BAZAR UMKM, SEMARKKAN PEMBUKAAN MUSYDA PD PEMUDA MUHAMMADIYAH DAN NASYIATUL AISYIYAH BANYUMAS

    PAWAI TA’ARUF DAN BAZAR UMKM, SEMARKKAN PEMBUKAAN MUSYDA PD PEMUDA MUHAMMADIYAH DAN NASYIATUL AISYIYAH BANYUMAS

    • calendar_month Senin, 27 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 356
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, Banyumas – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah Banyumas menggelar pawai ta’aruf dengan start-finish bertempat di SD Muhammadiyah Rawalo Banyumas dalam rangka menyambut Musyawarah Daerah, Sabtu (25/11/2023/11 Jumadil Awal 1445 H). Peserta pawai ta’aruf secara resmi diberangkatkan oleh Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah Banyumas dengan iringan drumband Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah […]

  • The 1st Muhammadiyah Games, UMS Jadi Tuan Rumah Cabor Pencak Silat

    The 1st Muhammadiyah Games, UMS Jadi Tuan Rumah Cabor Pencak Silat

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 66
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id ditunjuk sebagai tuan rumah kompetisi Muhammadiyah (MU) Games Cabang Olahraga (Cabor) Pencak Silat. Ajang bergengsi tingkat nasional ini akan diselenggarakan pada tanggal 14-19 Mei 2026 mendatang di Edutorium K.H Ahmad Dahlan UMS. MU Games sebuah kompetisi olahraga yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat (PP) […]

expand_less