BeritaFeaturedInspirasi

Penguatan Literasi Melalui Gerakan MENTARI (Muhammadiyah Membaca Setiap Hari)

KABARMUH.ID, TASIKMALAYA – Dalam upaya serius meningkatkan mutu pendidikan dan membentuk lingkungan akademik yang unggul, sebuah inisiatif kolaboratif yang signifikan telah diluncurkan. Kegiatan ini, yang sukses diselenggarakan pada Sabtu, 22 November 2025, merupakan hasil kerja sama strategis yang digawangi oleh beberapa pilar utama dalam organisasi Muhammadiyah Jawa Barat: LPP (Lembaga Pengembangan Pesantren), LBSO (Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga), serta MPI (Majelis Pustaka dan Informasi) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Barat.

 

Tujuan dan Latar Belakang Program

Gerakan ini, yang diberi nama MENTARI (Muhammadiyah Membaca Setiap Hari), secara fundamental bertujuan untuk memotivasi dan menarik minat baca guru, siswa, serta seluruh civitas akademika di lingkungan pendidikan Muhammadiyah. Dengan menguatkan budaya literasi, diharapkan institusi-institusi pendidikan ini dapat menghasilkan output yang unggul dan memiliki daya saing tinggi. Hal ini, pada gilirannya, diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pesantren-pesantren dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) lainnya, khususnya di wilayah Jawa Barat.
Sebelum pelaksanaan di Tasikmalaya, sinergi antara LPP, MPI, dan LBSO ini telah menunjukkan komitmen nyata mereka dengan mengadakan kegiatan serupa di beberapa lokasi, termasuk di Pondok Pesantren Darul Arqam Garut dan beberapa pesantren terkemuka lainnya di Jawa Barat. Keberhasilan awal ini menjadi landasan kuat untuk terus memperluas jangkauan program.

Kolaborasi di Kota Tasikmalaya

Pada kesempatan ini, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat menjalin kolaborasi erat dengan Pesantren Amanah Muhammadiyah Kota Tasikmalaya yang dengan sukarela bersedia menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan penting ini. Pemilihan lokasi ini didasari atas komitmen pesantren terhadap peningkatan mutu pendidikan. Selain itu, kolaborasi ini juga melibatkan partisipasi aktif dari Pesantren Al-Furqon Muhammadiyah Singaparna, yang turut mengirimkan beberapa asatidz dan asatidzah terbaiknya sebagai delegasi untuk menyerap ilmu dan strategi implementasi program MENTARI.
Antusiasme terhadap gerakan literasi ini sangat tinggi, terbukti dengan kehadiran bapak dan ibu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) dari wilayah Priangan Timur. Bahkan, kegiatan ini semakin diperkuat dengan partisipasi aktif dari beberapa delegasi PDA dari Kota Bandung dan Karawang, menunjukkan bahwa kebutuhan untuk memperkuat literasi adalah isu regional yang mendesak dan menarik perhatian dari berbagai daerah.

Narasumber dan Wawasan yang Ditawarkan

Untuk memastikan transfer pengetahuan yang maksimal pada hari itu, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang sangat kompeten di bidangnya.

Pak Suherman, Pustakawan Profesional: Beliau adalah sosok inspiratif yang pernah mendapatkan penghargaan sebagai Pustakawan Terbaik se-Asia Tenggara. Dalam sesi pertama, Pak Suherman tidak hanya memaparkan pentingnya literasi dalam membentuk peradaban, tetapi juga berbagi pengalaman berharga yang mengantar beliau meraih penghargaan internasional tersebut. Pengalaman dan wawasan yang dibagikan ini berhasil membuat seluruh peserta antusias menyimak setiap pemaparan dan mendorong mereka untuk meniru semangat literasi profesional.

Ust. Taofik Yusmansyah, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 8 Antapani, Bandung: Beliau adalah praktisi pendidikan yang sukses menjalankan program literasi di sekolahnya. Ust. Taofik menjelaskan secara detail mengenai regulasi, program, dan kiat-kiat praktis dalam menjalankan Gerakan Mentari di tingkat lembaga pendidikan. Fokus utamanya adalah bagaimana pemangku kebijakan tertinggi di suatu lembaga (seperti Mudir Ma’had) dan pimpinan lainnya dapat secara efektif mengawal dan memantau program ini agar berjalan secara konsisten dan mencapai sasaran yang ditetapkan, yaitu terbentuknya kebiasaan membaca yang kuat.

Mekanisme Program MENTARI:

Siklus Bulanan Penuh Aksi
Ust. Taofik juga menjelaskan bentuk nyata pelaksanaan program MENTARI di lapangan. Program ini dirancang dengan siklus satu bulan penuh:
Minggu 1 & 2: Fokus utama adalah membaca intensif, di mana siswa maupun guru wajib mengalokasikan waktu khusus untuk menyelami buku dan materi bacaan terpilih.
Minggu 3: Waktu didedikasikan untuk menulis review atau ulasan hasil bacaan, sebuah proses penting untuk menginternalisasi materi dan melatih kemampuan berpikir analitis.
Minggu 4: Puncaknya adalah presentasi dan diskusi hasil bacaan. Ini menjadi ajang bagi peserta untuk menguji pemahaman, melatih kemampuan komunikasi, serta membangun budaya berbagi pengetahuan.

Hasil dan Komitmen Masa Depan

Kegiatan yang berlangsung intensif ini berjalan penuh dengan wawasan, mulai dari sosialisasi detail MENTARI, pelatihan teknik review buku yang efektif, strategi pelaksanaan di lingkungan pesantren, hingga pengenalan d-Library atau perpustakaan digital sebagai penunjang akses literasi.
Tiga hasil penting yang berhasil dicapai dan menjadi komitmen bersama adalah:
1. Terbentuknya Tim Penggerak Literasi Pesantren yang akan menjadi motor utama gerakan di masing-masing institusi.
2. Adanya Draf Program Kerja Literasi yang terstruktur dan siap diimplementasikan untuk periode mendatang.
3. Adanya Komitmen Rencana Tindak Lanjut untuk terus memperkuat gerakan literasi di lingkungan pesantren, memastikan keberlanjutan program ini.

Antusiasme peserta, baik dari ibu-ibu PDA maupun bapak-bapak PDM/AUM, menunjukkan bahwa kegiatan ini sukses dan sangat dibutuhkan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan PDA, PDM, maupun seluruh AUM yang hadir dapat segera menerapkan program MENTARI, memperbaiki mutu pendidikan, meningkatkan kapasitas literasi, dan membentuk lingkungan yang literasinya kuat. Tujuan akhirnya adalah menciptakan keunggulan komparatif yang unik dan menjadi percontohan bagi provinsi-provinsi lain.

Kontributor: Aeger Kemal Mubarok

Editor: Muhammad Faisal Dwi Rifqi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button