Mahasiswa Profesi Fisioterapis UMS Gelar Edukasi Skrining Postur Skoliosis dan Forward Head pada Remaja di 5 Posyandu Tawangsari
KABARMUH.ID; SURAKARTA – Mahasiswa Profesi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan edukasi kesehatan postur tubuh sekaligus skrining postur pada remaja di beberapa Posyandu Remaja yang berada di Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo. Program ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan postur yang baik sejak usia dini.
Mengusung tema “Edukasi Kesehatan Postur Tubuh, Forward Head Posture (FHP) dan Skoliosis pada Remaja,”. Mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS menyelenggarakan di lima Posyandu Remaja, diantaranya Lorok, Tambakboyo, Pojok, Kateguhan, dan Kedungjambal.
Reza Ghani Abdul Azis, S.Kes., selaku ketua kelompok mahasiswa UMS mengatakan bahwa diselenggarakannya kegiatan ini sebagai respons terhadap meningkatnya penggunaan gadget dan aktivitas belajar dalam posisi duduk yang berlangsung dalam waktu lama sehingga berpotensi mempengaruhi kualitas postur tubuh remaja.
“Pentingnya menjaga postur tubuh yang benar saat duduk, berdiri, belajar, menggunakan gadget, maupun melakukan aktivitas sehari-hari,” jelasnya, Senin (3/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Reza mengatakan bahwa peserta mendapat pemeriksaan postur tubuh secara langsung. Pengecekan tersebut menggunakan dua media yang berbeda, yaitu digital scoliometer dan web angle fasio.
“Skrining skoliosis dilakukan menggunakan digital scoliometer untuk mengukur kemungkinan adanya rotasi batang tubuh, sedangkan pemeriksaan forward head posture dilakukan menggunakan web angle visio guna mengetahui derajat perubahan posisi kepala dan leher,” ujarnya.
Bidan Desa Kedungjambal, Tri Rahayu, mengapresiasi diselenggarakannya kegiatan tersebut. Menurutnya, skrining postur sangat penting agar remaja memahami kondisi postur tubuh yang normal sehingga mampu melakukan upaya pencegahan sejak dini.
“Kegiatan ini sangat penting agar remaja memahami postur tubuh yang normal. Kolaborasi dengan mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS juga sangat baik karena materi yang disampaikan mudah dipahami oleh peserta” tuturnya.
Senada dengan itu, Rina Witanti merasa senang mendapat wawasan baru dari mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS. Ia berharap agar kegiatan edukasi yang serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Materi mengenai skoliosis dan Forward Head Posture sangat bermanfaat bagi remaja. Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena memberikan pengetahuan yang sangat berguna bagi mereka,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan Posyandu Remaja diharapkan dapat terus berlanjut sebagai langkah nyata dalam membangun generasi muda yang lebih peduli terhadap kesehatan sistem gerak.
Kontributor: Affiq/Humas
Editor: Nurul Fahri



