Dukung Literasi Anak dengan Disleksia, Tim PKM-PM UMS Gandeng Guru dan Orang Tua di SD Negeri Nayu Barat 1
KABARMUH.ID; SURAKARTA – Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar sosialisasi dan workshop pendampingan bertajuk Sahabat Disleksia di SD Negeri Nayu Barat 1 Surakarta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru dan orang tua dalam mendampingi anak dengan disleksia melalui pendekatan multisensori dan teknologi digital.
Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi erat antara jajaran guru, staf pendidik, serta para orang tua/wali murid di SD Negeri Nayu Barat 1 Surakarta. Kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah krusial dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya pendampingan membaca sejak fase awal pada anak berkebutuhan khusus, khususnya anak dengan kondisi disleksia. Berdasarkan hasil observasi dan asesmen awal yang dilakukan oleh tim PKM-PM UMS, sebanyak 14 siswa di SD Negeri Nayu Barat 1 Surakarta teridentifikasi mengalami tantangan disleksia, seperti kesulitan mengenali huruf, mengeja, hingga penurunan tingkat fokus akibat banyaknya distraksi saat pembelajaran di kelas reguler.
Tim PKM-PM UMS diketuai oleh Ela Fitriana dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) bersama anggota tim yaitu Aisyah Aditya Wulandari (Pendidikan Teknik Informatika), Shandy Yusril Fadlullah (Pendidikan Teknik Informatika), Inggar Widya Firstiyani (PGSD), dan Puput Rahmawati (Psikologi), menghadirkan solusi inovatif berbasis teknologi digital dan metode psikoedukasi multisensori. Program ini turut didampingi oleh dosen pembimbing dari prodi PGSD yaitu Ika Candra Sayekti, S.Pd., M.Pd.
“Pendidikan inklusif tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan membutuhkan kolaborasi harmonis antara guru di kelas dan orang tua di rumah. Melalui sosialisasi program Sahabat Disleksia ini, kami ingin menyatukan pemahaman dan langkah dalam mengimplementasikan metode multisensori yang mengintegrasikan indra penglihatan, pendengaran, perabaan, serta gerakan kinestetik siswa,”, tutur Ela sebagai ketua tim, Senin (24/8/2026).
Dalam sesi paparan materi, Senin (20/7/2026), tim mempresentasikan rangkaian media pembelajaran adaptif yang dirancang khusus untuk merangsang kemampuan literasi dan motorik anak disleksia. Media tersebut meliputi Fun Motion (penggunaan pasir edukasi dan plastisin untuk motorik halus), Rainbow Book, Phoneme Adventure berbasis Augmented Reality (AR) dan flashcard interaktif, serta media interaktif Alphabet Adventure Box.
“Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran tim PKM-PM UMS dengan program Sahabat Disleksia ini. Kehadiran media berbasis Augmented Reality dan pendekatan multisensori ini menjadi jawaban atas tantangan yang kami hadapi di sekolah rujukan inklusi ni, di mana keterbatasan media dan metode adaptif selama ini cukup menyulitkan guru,” kata Wahyu Ratnawati, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Sekolah SDN Nayu Barat 1 Surakarta.
Sosialisasi ini sendiri berfokus pada peningkatan kesadaran tentang pentingnya pendampingan membaca sejak dini bagi anak disleksia, pelatihan pembelajaran interaktif bagi guru dan orang tua, pelatihan penggunaan media Augmented Reality, flashcard Phono Bright, dan Alphabet Adventure Box, serta pendampingan pemantauan perkembangan membaca dan fokus siswa melalui buku panduan Self-Motion.
Para orang tua murid yang hadir terlihat sangat antusias dan aktif berdiskusi mengenai penanganan anak saat belajar di rumah. Kegiatan dilanjutkan dengan peragaan langsung penggunaan media AR oleh tim kepada para guru dan orang tua, sehingga mereka mendapatkan gambaran riil mengenai cara membimbing anak secara mandiri.
Sebagai langkah keberlanjutan program, tim PKM-PM UMS bersama pihak sekolah merencanakan pembentukan tim pelaksana dan pengawas antara guru dan orang tua murid, serta menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Surakarta dan Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (PLDPI) agar model pembelajaran Sahabat Disleksia ini dapat terus diterapkan secara berkelanjutan.
Kontributor: Maysali/Humas
Editor: Nurul Fahri



