Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sinergi MPKSDI, Lazismu, dan GKBI, 356 Kader Muhammadiyah Terima Beasiswa 2026

Sinergi MPKSDI, Lazismu, dan GKBI, 356 Kader Muhammadiyah Terima Beasiswa 2026

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
  • visibility 85
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama LAZISMU Pusat dan PT Gabungan Korporasi Batik Indonesia (GKBI) Investment kembali memperkuat komitmen dalam mendukung keberlanjutan kaderisasi melalui program Beasiswa Kader Muhammadiyah 2026.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian Persyarikatan terhadap pendidikan kader sekaligus upaya menyiapkan generasi penerus yang memiliki kapasitas akademik, integritas, kompetensi, dan komitmen pengabdian kepada masyarakat.

Pentasyarufan Beasiswa Kader Muhammadiyah 2026 berlangsung di Aula Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Yogyakarta, Kamis (20/8). Pada tahun ini, sebanyak 356 kader Muhammadiyah menerima beasiswa dengan total nilai mencapai Rp3 miliar.

Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, mengatakan pemberian beasiswa merupakan bagian dari proses pembinaan kader yang dilakukan secara terencana. Menurutnya, penerima beasiswa dipilih melalui proses seleksi dan pertimbangan yang matang dengan memperhatikan kebutuhan pembinaan serta potensi masing-masing kader.

Ia menegaskan, beasiswa tidak diberikan berdasarkan kedekatan personal, melainkan sebagai bagian dari ikhtiar Persyarikatan dalam mendukung kader yang memiliki kemampuan, talenta, dan kebutuhan untuk mendapatkan dukungan pendidikan.

“Beasiswa kader ini adalah sebuah keniscayaan. Kami membina kader bukan hanya dari segi ideologi, tapi juga memperhatikan mereka yang memiliki kemampuan atau talenta yang kemudian kami beri beasiswa,” ujar Bachtiar, yang akrab disapa Gus Bach.

Sekretaris Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tersebut menjelaskan bahwa proses kaderisasi tidak dapat hanya dilakukan melalui aktivitas organisasi. Pendidikan juga menjadi aspek penting yang harus diperhatikan agar kader memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus menyelesaikan pendidikannya dengan baik.

“Setiap kader perlu diperhatikan secara langsung untuk kesuksesan studinya,” tegasnya.

Menurut Gus Bach, keberadaan kader berkualitas menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan Persyarikatan. Muhammadiyah sebagai gerakan Islam modern membutuhkan kader yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman sekaligus tetap memiliki pijakan nilai dan ideologi yang kuat.

Karena itu, MPKSDI terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat dukungan terhadap pendidikan kader. Sinergi bersama PT GKBI Investment dan LAZISMU menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut.

Ia menilai, peningkatan kualitas pendidikan pada akhirnya akan berkontribusi terhadap kualitas kader yang dihasilkan. Oleh sebab itu, program pentasyarufan beasiswa akan terus diupayakan agar dapat menjangkau kader Muhammadiyah di berbagai wilayah Indonesia.

“Ini adalah program majelis kader untuk menyapa, memperhatikan, dan bentuk cinta kepada para kader. Agar ikatan ini terus terjaga,” ungkapnya.

Gus Bach juga berpesan kepada para penerima beasiswa agar tidak melihat program tersebut hanya dari sisi nominal bantuan yang diterima. Lebih dari itu, beasiswa merupakan simbol perhatian dan kepedulian Persyarikatan terhadap proses pendidikan serta masa depan para kader.

“Saya berpesan kepada para kader yang menerima beasiswa, jangan lihat besaran nominalnya, tapi lihatlah besarnya perhatian Muhammadiyah kepada kalian semua,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menekankan bahwa kaderisasi Muhammadiyah harus berlangsung secara berkesinambungan. Kader yang dipersiapkan tidak hanya dituntut memiliki prestasi akademik, tetapi juga harus mempunyai kompetensi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia mengapresiasi program beasiswa yang digagas MPKSDI karena dinilai tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi penerima, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan Persyarikatan.

“Beasiswa ini tentunya bukan sekadar hak, tetapi juga sebuah amanah yang besar. Bagi Muhammadiyah, ini adalah investasi yang luar biasa untuk mempersiapkan kader-kader yang unggul dan berkualitas,” kata Salmah.

Salmah mengingatkan bahwa para penerima beasiswa memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kemampuan diri. Pengembangan kapasitas tersebut tidak boleh berhenti pada pencapaian akademik, tetapi harus diwujudkan dalam kontribusi nyata di tengah masyarakat dan kehidupan Persyarikatan.

Menurutnya, setidaknya terdapat empat kompetensi utama yang perlu dikembangkan oleh kader Muhammadiyah, yakni kompetensi pendidikan, keagamaan, kemasyarakatan, dan kepemimpinan.

“Para kader harus mampu menguasai bidang studinya secara total dan tidak setengah-setengah. Hal ini karena kader Muhammadiyah harus hadir di masyarakat, mendampingi masyarakat, dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Salmah juga mengingatkan kembali pesan KH Ahmad Dahlan mengenai pentingnya mengembalikan ilmu dan keahlian yang diperoleh untuk kepentingan Persyarikatan.

“Jadilah guru, tapi kembalilah kepada Muhammadiyah. Jadilah master, insinyur, dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah,” tuturnya.

Pesan tersebut, lanjut Salmah, mengandung makna bahwa keberhasilan kader tidak semata-mata diukur dari pencapaian pendidikan maupun kesuksesan profesi. Ilmu, keahlian, dan pengalaman yang diperoleh harus mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat serta memperkuat gerakan dakwah Muhammadiyah.

Selain kompetensi, Salmah menekankan pentingnya integritas dan karakter kepemimpinan dalam diri setiap kader. Nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah ﷺ yang tercermin dalam sifat siddiq, tabligh, amanah, dan fatonah (STAF) harus menjadi landasan dalam menjalankan pengabdian.

“Minimal harus paham STAF, yaitu siddiq, tabligh, amanah, dan fatonah. Dengan itulah kami berharap dakwah Persyarikatan akan terus mencerahkan. Tingkatkan integritas, karena dengan integritas yang tinggi, Persyarikatan Muhammadiyah akan terus dipercaya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Program Beasiswa Kader Muhammadiyah 2026 dengan demikian tidak hanya dimaknai sebagai bantuan untuk meringankan biaya pendidikan. Program tersebut menjadi bagian dari strategi kaderisasi Muhammadiyah dalam membangun sumber daya insani yang unggul, berintegritas, memiliki kompetensi, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Sinergi antara MPKSDI, LAZISMU, dan PT GKBI Investment diharapkan dapat terus berkembang sehingga dukungan terhadap pendidikan kader semakin luas. Para penerima beasiswa pun diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memaksimalkan potensi, menyelesaikan pendidikan dengan baik, serta mengabdikan ilmu dan keahliannya bagi masyarakat dan Persyarikatan.

Dengan lahirnya kader-kader yang berilmu, berintegritas, memiliki kemampuan kepemimpinan, dan siap mengabdikan kompetensinya, Muhammadiyah diharapkan semakin kuat dalam melanjutkan amal usaha, dakwah, serta estafet perjuangan Persyarikatan di masa mendatang.

[Tim Media MPKSDI PP Muh]

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhammadiyah dan RCDS Inggris Perkuat Dialog Iman, Ketahanan Iklim, dan Kolaborasi Kemanusiaan Global

    Muhammadiyah dan RCDS Inggris Perkuat Dialog Iman, Ketahanan Iklim, dan Kolaborasi Kemanusiaan Global

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 51
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, konflik geopolitik, dan polarisasi global, Muhammadiyah menerima kunjungan delegasi Royal College of Defence Studies (RCDS) Inggris dalam forum strategis bertema Interfaith Engagement, Climate Resilience, and Humanitarian Collaboration di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Pertemuan ini mempertemukan tokoh keagamaan, diplomat, pejabat sipil, dan perwira tinggi […]

  • Musyda Sukses Digelar, IPM Ponorogo Tunjukkan Eksistensinya

    Musyda Sukses Digelar, IPM Ponorogo Tunjukkan Eksistensinya

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 319
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Ponorogo – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Ponorogo kembali berupaya menunjukkan eksistensinya. Dalam rangka pergantian kepengurusan, PD IPM Ponorogo menggelar Musyawarah Daerah (Musyda) IPM XXIII dengan mengusung tema “Inklusivitas Gerakan Menuju Era Baru IPM Ponorogo Maju dan Berkeadaban”. Bertempat di Sekolah Dasar Muhammadiyah Terpadu, (2-3/3/2024). Selain menjadi sarana pergantian kepengurusan, Musyda kali ini […]

  • Kunjungi Biorekator Kapal Selam, LPP PWM Jateng Siap Kolaborasi wujudkan Pesantren Solusi Sampah

    Kunjungi Biorekator Kapal Selam, LPP PWM Jateng Siap Kolaborasi wujudkan Pesantren Solusi Sampah

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 213
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Pati – Pesantren sebagai tempat pengembangan Masyarakat adalah bagian tugas dari lembaga pesantren. Dalam kunjungannya Lembaga Pengembangan Pesantren PWM Jawa Tengah di hari terakhir pasca rakerwil LPP ke Tlogowungu tempat BKS berada (Ahad, 20/8/2023). Rombongan yang berjumlah 10 mobil dengan 40 orang dipimpin langsung ketua LPP KH. M. Irzal Farholi dan PWM Jateng KH. […]

  • Peringati Hari Kusta Sedunia, FK UMS Gelar Diskusi Penyakit Kusta Ajak Masyarakat Ubah Stigma Menuju Empati

    Peringati Hari Kusta Sedunia, FK UMS Gelar Diskusi Penyakit Kusta Ajak Masyarakat Ubah Stigma Menuju Empati

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 60
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Indonesia menduduki peringkat ketiga tertinggi dengan kasus penyakit kusta dengan total 12.798 kasus baru terutama pada daerah-daerah tropis. Menjawab hal tersebut, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan seminar online kesehatan dalam rangka memperingati hari kusta sedunia sekaligus meningkatkan pemahaman kepada masyarakat mengenai kusta. Seminar yang terlaksana pada Senin (26/1) mengangkat […]

  • Pesantren Marjinal Muhammadiyah, Menerangi Jalan Anak Pemulung

    Pesantren Marjinal Muhammadiyah, Menerangi Jalan Anak Pemulung

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 42
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tangerang Selatan – Sekitar 80 anak dari komunitas pemulung dan panti asuhan di sekitar Pamulang, Tangerang Selatan mengikuti kegiatan Pesantren Marjinal yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada Sabtu (15/3/2025). Bertempat di Perguruan Muhammadiyah Setiabudi, acara bertajuk Pesantren Jalan Cahaya ini bertujuan memberikan pemahaman keislaman kepada anak-anak marjinal. Kegiatan […]

  • Silaturahim Bersama Lazismu dan Karyawan AUM Kutai Kartanegara

    Silaturahim Bersama Lazismu dan Karyawan AUM Kutai Kartanegara

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.151
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, KUKAR – Lazismu Kutai Kartanegara Mengadakan Silahturahim bersama Karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Se- Kecamatan Tenggarong dalam rangka Syawalan yang dilaksanakan pada Sabtu, 13 Juni 2020, kegiatan ini dihadiri oleh  PDM Kutai Kartanegara, Kepala TK ABA 1-3, Kepala SD SMP SMA Muhammadiyah beserta para guru. Dengan adanya kegiatan ini Lazismu Kutai Kartanegara tetap memperhatikan […]

expand_less