Tim PKM-PM HealSpace UMS Serahkan Keberlanjutan Program Pemberdayaan Disabilitas Mental di Sambi, Boyolali
KABARMUH.ID; SURAKARTA – Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) HealSpace Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan keberlanjutan program Green Heal Project bagi Komunitas Disabilitas Karya Manunggal di Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan keberlanjutan program bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan mitra komunitas di Kantor Kecamatan Sambi, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Sambi Dony Mahendra, S.STP., M.Si., Kepala Desa Demangan sekaligus Pembina Komunitas Karya Manunggal Rosyid Setyawan, Ketua Komunitas Disabilitas Karya Manunggal Bayu Ristanto, serta Dosen Pembimbing PKM-PM UMS Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D.
Turut hadir Ketua Tim HealSpace UMS Abqory Anis Subekti bersama anggota tim lintas disiplin, yakni Alimul Chakim, Za’iimatur Rif’ah Mufida, Nayla Fauziah, dan Amalia Dian Firzayani.
Penutupan pendampingan lapangan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni berakhirnya kegiatan mahasiswa. Melalui penandatanganan surat persetujuan keberlanjutan, Tim HealSpace UMS menyerahkan pengelolaan dan pengembangan program kepada mitra serta pemerintah setempat agar inovasi yang telah dibangun dapat terus dimanfaatkan secara mandiri.
Ketua Tim PKM-PM HealSpace UMS, Abqory Anis Subekti, mengatakan sejak awal Green Heal Project dirancang agar dapat dilanjutkan oleh masyarakat setelah masa pendampingan mahasiswa selesai.
“Program Green Heal Project kami rancang agar benar-benar mandiri secara sistem dan mudah dikelola oleh mitra. Penutupan kemarin esensinya adalah penyerahan estafet kebermanfaatan. Kami sangat bersyukur karena inovasi yang kami rintis kini secara resmi dilanjutkan dan dijaga pertumbuhannya oleh masyarakat dan pemerintah setempat,” ungkapnya, Senin, (24/8/2026).
Program tersebut mengembangkan terapi hortikultura sekaligus aktivitas produktif yang melibatkan anggota komunitas disabilitas mental. Sejumlah inovasi yang telah dikembangkan di antaranya produksi pupuk organik vermikompos dan sistem irigasi mandiri yang dapat dikelola oleh anggota komunitas.
Keberlanjutan program juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kecamatan Sambi dan Pemerintah Desa Demangan. Pemerintah setempat berkomitmen melakukan tindak lanjut melalui pendampingan struktural dengan melibatkan dinas terkait dan pemangku kepentingan lainnya.
Camat Sambi, Dony Mahendra, mengapresiasi kontribusi Tim PKM-PM HealSpace UMS dalam membuka ruang pemberdayaan bagi kelompok disabilitas di wilayahnya.
“Inisiatif dari adik-adik UMS ini sudah membukakan jalan yang sangat baik bagi pemberdayaan kelompok rentan di Kecamatan Sambi. Pemerintah kecamatan bersama pihak desa tentu akan mengawal ini. Kami akan mengintegrasikan program ini dengan pembinaan dari Dinas Pertanian agar kemandirian yang sudah terbangun di Komunitas Karya Manunggal semakin kokoh,” jelasnya.
Menurutnya, keberlanjutan program menjadi penting agar hasil pendampingan tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan. Kolaborasi antara komunitas, pemerintah desa, kecamatan, dan pihak terkait diharapkan mampu memperluas manfaat program sekaligus meningkatkan kapasitas produksi yang telah dirintis.
Sementara itu, Ketua Komunitas Disabilitas Karya Manunggal, Bayu Ristanto, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan Tim HealSpace UMS. Ia mengatakan anggota komunitas siap melanjutkan pengelolaan Green Heal Project secara mandiri.
Dosen Pembimbing PKM-PM HealSpace UMS, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., menilai kesepakatan keberlanjutan tersebut menjadi salah satu capaian penting dari program pengabdian yang telah dilakukan.
“Puncak tertinggi dari sebuah pengabdian masyarakat adalah ketika program tersebut tidak lagi bergantung pada inisiatornya, melainkan berhasil tumbuh berakar menjadi budaya dan denyut nadi kemandirian masyarakat itu sendiri,” ujarnya.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, Tim PKM-PM HealSpace UMS berharap Green Heal Project dapat terus berkembang sebagai model pemberdayaan yang mengintegrasikan aktivitas produktif, lingkungan, dan dukungan sosial bagi penyandang disabilitas mental di Kecamatan Sambi.
Kontributor: Fika/Humas
Editor: Nurul Fahri



