Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketika Kepedulian Menjadi Gerakan, IMM Sukoharjo Bergerak untuk NTT

Ketika Kepedulian Menjadi Gerakan, IMM Sukoharjo Bergerak untuk NTT

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • visibility 82
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SUKOHARJO, — Bencana tidak pernah datang dengan memilih siapa yang harus merasakan dampaknya. Ketika gempa bumi mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) dan meninggalkan duka bagi masyarakat, persoalan tersebut tidak lagi sekedar menjadi peristiwa geografis yang terjadi jauh dari Sukoharjo. Ia menjadi persoalan kemanusiaan yang mengundang rasa kepedulian dan solidaritas dari berbagai pihak.

Atas dasar itulah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sukoharjo melalui Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di NTT, Rabu (26/8/2026). Aksi tersebut berlangsung di kawasan lampu merah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan melibatkan kader dari seluruh komisariat IMM Sukoharjo.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Hibatulloh Al Mubarok selaku Kepala Bidang SPM IMM Sukoharjo sekaligus Ketua Pelaksana Aksi Galang Dana Kemanusiaan NTT. Dalam pelaksanaannya, kader dari IMM Shabran, IMM Abduh, IMM Pesma, dan IMM Misbach bergerak bersama mengajak masyarakat untuk berpartisipasi membantu saudara-saudara di NTT yang sedang menghadapi dampak bencana.

 

Mahasiswa IMM Sukoharjo melakukan aksi penggalangan dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana di NTT.

 

Keterlibatan seluruh komisariat bukan sekadar persoalan teknis pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian sosial merupakan tanggung jawab bersama. Perbedaan komisariat dan ruang gerak organisasi tidak menjadi batas ketika persoalan yang dihadapi menyangkut kemanusiaan. Para kader melebur dalam satu gerakan untuk merespons kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

Aksi penggalangan dana ini direncanakan berlangsung selama dua hari, yakni pada 26 dan 28 Agustus 2026. Para kader turun langsung ke jalan untuk membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus menyampaikan kondisi yang sedang dihadapi masyarakat NTT.

Berdasarkan pemberitaan detikNews yang mengutip pembaruan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga Rabu (26/8/2026) pukul 05.00 WIB tercatat sebanyak 7.492 kejadian gempa susulan di NTT. Magnitudo terbesar mencapai 6,2, sedangkan magnitudo terkecil tercatat 1,0. Dari jumlah tersebut, sebanyak 143 kejadian dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

Dampak gempa juga menimbulkan banyak korban jiwa. Berdasarkan laporan tersebut, korban meninggal dunia di NTT mencapai 103 orang, yang tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Sikka, Ngada, Ende, dan Manggarai Barat.

Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik. Di balik setiap angka terdapat manusia, keluarga, rumah, dan kehidupan yang berubah akibat bencana alam yang terjadi. Ada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, serta mereka yang harus menghadapi ketidakpastian setelah bencana. Kesadaran terhadap dimensi kemanusiaan inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan IMM Sukoharjo memilih untuk mengambil bagian dalam upaya membantu masyarakat terdampak.

Ketua Pelaksana Aksi Galang Dana Kemanusiaan NTT, Hibatulloh Al Mubarok, mengatakan bahwa aksi tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang terdampak gempa.

“Kami tergerak untuk melakukan aksi ini karena melihat kondisi saudara-saudara kita di NTT yang terdampak bencana gempa bumi. Melalui penggalangan dana ini, kami berharap dapat memberikan manfaat dan meringankan beban mereka,” ujar Hibatulloh.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa gerakan yang dilakukan IMM Sukoharjo berangkat dari kesadaran terhadap kondisi sosial yang terjadi. Kepedulian tidak berhenti pada rasa prihatin ketika melihat kabar bencana, tetapi diterjemahkan dalam bentuk tindakan yang dapat dilakukan dari tempat para kader berada.

Bagi IMM, kepedulian semacam ini tidak berhenti pada rasa iba. Sebagai organisasi mahasiswa yang membawa identitas humanitas, kader dituntut untuk mampu membaca persoalan sosial, memahami kondisi masyarakat, kemudian menghadirkan respons yang nyata. Humanitas dalam gerakan mahasiswa tidak hanya berbicara tentang rasa kemanusiaan, tetapi juga bagaimana manusia ditempatkan sebagai subjek yang harus diperhatikan, dibantu, dan diperjuangkan ketika menghadapi persoalan.

Dalam konteks tersebut, aksi penggalangan dana menjadi salah satu bentuk konkret dari respons kader terhadap realitas sosial. Kader tidak hanya mengamati persoalan dari kejauhan, tetapi turun langsung ke ruang publik untuk mengajak masyarakat terlibat. Mereka membangun komunikasi, menyampaikan informasi, dan membuka ruang partisipasi bagi masyarakat yang ingin membantu.

Keterlibatan kader dari berbagai komisariat juga menjadi ruang pembelajaran bagi para kader. Para kader berhadapan langsung dengan masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Mereka belajar bahwa gerakan sosial membutuhkan kemampuan berkomunikasi, membangun kepercayaan, bekerja sama, dan mengelola kepedulian agar dapat diwujudkan menjadi tindakan yang bermanfaat.

Hal tersebut menjadi penting bagi identitas IMM sebagai organisasi mahasiswa. Intelektualitas kader tidak seharusnya hanya diukur dari kemampuan memahami teori atau menyampaikan gagasan, tetapi juga dari kemampuan membaca realitas dan merespons persoalan yang ada di tengah masyarakat.

Keterlibatan empat komisariat dalam aksi ini juga menunjukkan pentingnya membangun budaya kolaborasi di tubuh IMM. IMM Shabran, IMM Abduh, IMM Pesma, dan IMM Misbach hadir dalam satu gerakan yang sama. Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan tersendiri karena kepedulian yang dibangun secara bersama dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan menciptakan gerakan yang lebih luas.

Seluruh hasil donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) untuk kemudian diteruskan kepada masyarakat terdampak bencana di NTT. Penyaluran melalui lembaga tersebut menjadi bagian dari upaya agar bantuan yang dihimpun dapat dikelola dan disalurkan secara tepat kepada mereka yang membutuhkan.

IMM Sukoharjo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan dalam aksi kemanusiaan tersebut. Setiap bentuk partisipasi menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan yang diberikan bukan hanya memiliki nilai material, tetapi juga menjadi simbol bahwa kepedulian masih tumbuh di tengah masyarakat.

Lebih dari sekadar penggalangan dana, aksi ini menjadi refleksi bahwa identitas intelektual kader IMM memiliki konsekuensi sosial. Kader tidak cukup hanya mampu memahami realitas, tetapi juga perlu memiliki keberanian untuk merespons realitas tersebut. Intelektualitas yang tidak memiliki kepekaan sosial akan kehilangan makna, sementara kepedulian yang tidak disertai kesadaran dan pengelolaan yang baik juga berisiko berhenti sebagai respons sesaat.

Melalui aksi kemanusiaan ini, IMM Sukoharjo berusaha mempertemukan keduanya kesadaran intelektual dan kepedulian kemanusiaan. Dari membaca keadaan, lahir kepedulian dari kepedulian, lahir gerakan dan dari gerakan, diharapkan hadir manfaat bagi masyarakat.

Aksi yang berlangsung pada 26 Agustus tersebut masih akan dilanjutkan pada 28 Agustus 2026. IMM Sukoharjo mengajak masyarakat untuk terus menjaga solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat NTT. Sebab, persoalan kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah, dan kepedulian tidak seharusnya berhenti hanya karena jarak.

Sebab pada akhirnya, menjadi mahasiswa bukan hanya tentang seberapa banyak pengetahuan yang mampu dikumpulkan, tetapi juga tentang bagaimana pengetahuan tersebut digunakan untuk membaca persoalan, membangun kesadaran, dan menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama.

Kontributor: Irsyad Hakim Affandi
Editor: Muhammad Farhan

 

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Pelepasan Touring BikersMu Chapter Surabaya : Semangat Milad Muhammadiyah ke-113 Menggetarkan Jalanan Menuju Malang!”

    “Pelepasan Touring BikersMu Chapter Surabaya : Semangat Milad Muhammadiyah ke-113 Menggetarkan Jalanan Menuju Malang!”

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 31
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURABAYA – Pada tanggal 5 Oktober 2025 Dalam rangka Semarak Milad Muhammadiyah ke-113 dan Launching BikersMu Chapter Surabaya, para anggota BikersMu diberangkatkan dalam sebuah touring yang penuh semangat dan kebersamaan dari Gedung Dakwah Muhammadiyah PDM Surabaya menuju Taman Rekreasi Sengkaling Malang, pada Ahad pagi. Pelepasan para bikers dilakukan dengan penuh khidmat oleh Ketua Pimpinan Daerah […]

  • UMS Gelar Kajian Tarjih Online: Bahas Fikih Makanan Halal dalam Perspektif Tarjih

    UMS Gelar Kajian Tarjih Online: Bahas Fikih Makanan Halal dalam Perspektif Tarjih

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan Kajian Tarjih Online dengan tema “Fikih Makanan Halal Perspektif Tarjih” pada Selasa (11/11). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Isman, S.H.I., S.H., M.H., dengan fokus pada Kompilasi Fatwa Tarjih tentang makanan halal. Isu yang dibahas meliputi: 1. Ekstrak kalajengking dan lintah dalam obat medis 2. Konsumsi laron, […]

  • Gelombang Panas Global Kian Ekstrem, Guru Besar UMS: Indonesia Perlu Bersiap dengan Adaptasi Iklim, Bukan Sekadar Waspada

    Gelombang Panas Global Kian Ekstrem, Guru Besar UMS: Indonesia Perlu Bersiap dengan Adaptasi Iklim, Bukan Sekadar Waspada

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 50
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Gelombang panas ekstrem yang melanda berbagai negara di Eropa dalam beberapa pekan terakhir kembali memunculkan kekhawatiran dunia terhadap dampak nyata perubahan iklim. Suhu yang menembus lebih dari 40 derajat Celsius menyebabkan kebakaran hutan, gangguan kesehatan, hingga terganggunya aktivitas masyarakat. Fenomena tersebut juga memunculkan pertanyaan di Indonesia: apakah kondisi serupa dapat terjadi di […]

  • UMS Terima Studi Banding Universitas Garut, Perkuat Inovasi Pendidikan Jasmani Berbasis OBE

    UMS Terima Studi Banding Universitas Garut, Perkuat Inovasi Pendidikan Jasmani Berbasis OBE

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 72
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan komitmennya sebagai rujukan pengembangan pendidikan tinggi dengan menerima kunjungan studi banding dari Universitas Garut pada Kamis (23/4). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS lantai 8 ini menegaskan peran strategis UMS dalam penguatan kualitas Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjasorkes). Wakil […]

  • Titah Pertama Sang Pencipta

    Titah Pertama Sang Pencipta

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Ibnu Masngud, Kader IMM Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS 2021 Seberapa Agung Allah Di Hatimu? Tidakkah cukup menjadi motivasi bagi seorang yang dianugerahi status “mahasiswa” bahwa kata pertama yang diturunkan sang pencipta dalam kitab terakhir-Nya adalah Iqra (bacalah!). Perintah itu turun di tengah kecarut-marutan masyarakat jahiliah dengan segala problemnya, baik dari aspek sosial […]

  • Rektor UMS Silaturahmi dengan Wartawan, Perkuat Sinergi Pemberitaan Positif

    Rektor UMS Silaturahmi dengan Wartawan, Perkuat Sinergi Pemberitaan Positif

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 64
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., bersama jajaran Wakil Rektor menggelar silaturahmi bersama wartawan dari berbagai media. Kegiatan yang berlangsung di salah satu rumah makan di kawasan Pabelan, Kartasura, ini menjadi momentum apresiasi UMS atas peran media dalam menyebarluaskan informasi kegiatan kampus kepada masyarakat. Harun menyampaikan kembali […]

expand_less