IMM Muhammad Abduh FAI UMS Sukses Gelar Sekolah Tarjih 2026
- account_circle Amtsal Ajhar
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, KARTASURA – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Muhammad Abduh Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta sukses menggelar Sekolah Tarjih pada Sabtu–Ahad (10–11/10/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Antara Kebijakan Negara dan Kemaslahatan Umat: Bagaimana Tarjih Muhammadiyah Memandangnya?”
Muhammad Al Fathin selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa Sekolah Tarjih mengajarkan bagaimana etika bernegara dari perspektif manhaj Muhammadiyah.
“Sekolah Tarjih 2026 ini membahas bagaimana etika bernegara, bagaimana kebijakan negara dari sudut manhaj Muhammadiyah, etika bernegara dan tinjauan dari maqashid syariah, yang di mana bisa kita terapkan di kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya, Senin (12/10/2026).
Ia juga menambahkan bahwa Sekolah Tarjih 2026 dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai etika bernegara, kebijakan negara dalam perspektif manhaj Muhammadiyah, serta tinjauan maqashid syariah. Pemahaman tersebut diharapkan tidak hanya menjadi landasan dalam memahami hubungan agama dan negara, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sosial masyarakat guna mewujudkan kehidupan yang berkeadaban, berkeadilan, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Sementara itu, Ketua Umum IMM FAI UMS, Handito Putro, menegaskan pentingnya menanamkan kesadaran politik di tengah masyarakat dengan berlandaskan perspektif Muhammadiyah. Menurutnya, kesadaran politik tersebut perlu dibangun agar masyarakat mampu memahami dinamika politik secara kritis, bijaksana, dan berorientasi pada nilai-nilai keislaman serta kemaslahatan umat dan bangsa.
“Sekarang ini kita perlu menanamkan kesadaran politik, dengan memandang dari perspektif Muhammadiyah, agar kita bisa memahami dinamika politik secara kritis dan bijaksana,” ungkapnya.
Kegiatan Sekolah Tarjih ini tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga diwarnai dengan Focus Group Discussion (FGD) melalui debat aktif, penyetoran ayat-ayat perkaderan, dan pembuatan video dakwah yang mengangkat berbagai tema.
Salah satu peserta Sekolah Tarjih, Inast Nailus Syahidah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut memberikan banyak wawasan dan memperdalam pemahaman agama.
“Menurutku, Sekolah Tarjih adalah tempat yang sangat bermanfaat untuk memperdalam pemahaman agama, bukan sekadar menghafal, tetapi memahami dengan bijak.
Selama mengikuti pembelajaran, aku mendapatkan banyak hal berharga. Materi etika bernegara mengajarkanku bagaimana menjadi warga negara yang baik sekaligus tetap menjaga prinsip-prinsip keagamaan. Materi ushul fikih membantuku memahami dasar-dasar penentuan hukum agar tidak mudah terombang-ambing oleh pendapat yang belum jelas sumbernya. Sedangkan materi etika dan regulasi hukum menyadarkanku bahwa hukum itu harus ditegakkan dengan keadilan, kehati-hatian, dan tidak merugikan pihak lain.
Semoga ilmu yang aku dapat bisa aku amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Editor : Amtsal Ajhar
- Penulis: Amtsal Ajhar