PCIM Maroko Perkuat Potensi Kader Dai Internasional Bersama Majelis Tabligh PP Muhammadiyah
- account_circle Kabar Muhammadiyah
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, Yogyakarta – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Maroko memperkuat sinergi dakwah internasional melalui silaturahmi dengan Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Tabligh Institute, Yogyakarta, Sabtu (17/10/2026). Pertemuan ini membahas pemetaan potensi kader, pengembangan dakwah lintas negara, serta penguatan kaderisasi dai Muhammadiyah untuk menjawab tantangan dakwah global.
Ketua PCIM Maroko, M. Faisal Maulana, memaparkan persebaran kader Muhammadiyah yang tengah menempuh pendidikan di Maroko beserta potensi mereka dalam bidang tabligh. Menurutnya, para kader memiliki modal strategis berupa penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris dan Prancis, selain bahasa Arab yang digunakan secara luas di Maroko.
Kemampuan tersebut menjadi peluang besar bagi Muhammadiyah untuk memperluas jangkauan dakwah hingga tingkat internasional. Dengan dukungan kapasitas bahasa dan pengalaman akademik di lingkungan multikultural, kader Muhammadiyah di Maroko berpotensi menjadi penghubung dakwah Islam berkemajuan dengan masyarakat global.
“Potensi kader Muhammadiyah di Maroko perlu dipetakan dan dikembangkan secara terarah. Penguasaan bahasa asing, pengalaman belajar di lingkungan internasional, serta kapasitas keilmuan mereka merupakan modal penting untuk memperluas kontribusi dakwah Muhammadiyah di tingkat global,” demikian arah pengembangan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I., mendorong PCIM Maroko untuk melakukan pemetaan terhadap kader yang masih menempuh pendidikan maupun para alumni. Pemetaan ini dinilai penting untuk mengidentifikasi sumber daya manusia yang memiliki potensi dan kesiapan berkontribusi dalam pengembangan dakwah serta kaderisasi dai Muhammadiyah.
Menurutnya, tantangan dakwah pada masa kini menuntut kehadiran dai yang tidak hanya memiliki landasan keilmuan agama yang kuat, tetapi juga mampu membaca perkembangan zaman dan memahami persoalan umat. Karena itu, proses kaderisasi perlu diarahkan untuk membentuk dai yang berwawasan luas, adaptif, dan mampu menyampaikan pesan Islam secara relevan di berbagai lingkungan sosial dan budaya.
Penguatan kader dai internasional juga membutuhkan langkah berkelanjutan, mulai dari pendataan potensi kader, pengembangan kompetensi, hingga penyusunan pola pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan dakwah di berbagai negara.
Dalam konteks tersebut, Maroko memiliki peluang untuk menjadi salah satu basis pengembangan kader dai Muhammadiyah. Keberadaan kader di lingkungan pendidikan internasional, ditunjang kemampuan bahasa dan pengalaman lintas budaya, dapat menjadi kekuatan strategis bagi perluasan dakwah Muhammadiyah.
Melalui silaturahmi ini, PCIM Maroko dan Majelis Tabligh PP Muhammadiyah diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam mengoptimalkan potensi kader. Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk menyiapkan dai yang berilmu, berkemajuan, dan mampu membawa pesan Islam yang mencerahkan melampaui batas negara.
- Penulis: Kabar Muhammadiyah