Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Persyarikatan » Muchamad Arifin: Jangan Biarkan Jari-Jari Kita Menjadi Musibah bagi Orang Lain

Muchamad Arifin: Jangan Biarkan Jari-Jari Kita Menjadi Musibah bagi Orang Lain

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURABAYA — Satu sentuhan jari di layar telepon genggam dapat menyebarkan inspirasi, menebarkan kebaikan, dan mempererat persaudaraan. Namun, jari yang sama juga dapat melukai orang lain ketika digunakan untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, provokasi, hingga konten yang mengarah pada kekerasan. Karena itu, generasi muda perlu menjadikan ruang digital sebagai tempat menumbuhkan perdamaian, bukan menyemai permusuhan.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchamad Arifin, saat menjadi pemateri pertama dalam kegiatan Digital Peace Creator yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur, Kamis (22/10/2026), di Convention Hall, Jalan Arief Rahman Hakim, Surabaya. Kegiatan ini diikuti 250 pelajar perwakilan dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Mengangkat materi “Kreatif di Dunia Digital, Damai di Dunia Nyata,” Arifin mengajak para pelajar untuk tidak sekadar menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mengambil peran sebagai pencipta konten yang membawa manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, kreativitas generasi muda di ruang digital perlu diarahkan untuk menyebarkan pesan positif, memperkuat toleransi, menghargai perbedaan, dan membangun budaya saling menghormati. Dunia digital semestinya menjadi ruang perjumpaan yang memperluas persahabatan, bukan tempat menyebarkan kebencian dan mempertajam perpecahan.

“Jangan biarkan jari-jari kita menjadi musibah bagi orang lain. Sebelum mengunggah atau membagikan sesuatu, pikirkan dampaknya. Jangan sampai konten yang kita sebarkan melukai orang lain, memicu permusuhan, atau merusak persatuan,” demikian pesan utama yang ditekankan dalam materi tersebut.

Pelajar Jangan Hanya Mengejar Viral, tetapi Harus Menebar Manfaat

Arifin menilai, tantangan literasi digital saat ini tidak cukup dijawab dengan kemampuan menggunakan perangkat teknologi. Pelajar juga perlu memiliki kecakapan untuk memilah informasi, mengenali konten berbahaya, menjaga etika berkomunikasi, serta memahami konsekuensi dari aktivitas mereka di internet.

Menurutnya, konten yang viral belum tentu bermanfaat. Sebaliknya, konten sederhana yang mengandung edukasi, kepedulian sosial, semangat kebangsaan, dan pesan perdamaian dapat memberikan dampak positif apabila dibuat secara kreatif dan disebarkan secara konsisten.

Ia mendorong para pelajar memanfaatkan media sosial untuk berbagi pengetahuan, mengangkat praktik kebaikan di lingkungan sekitar, mengampanyekan antiperundungan, serta membangun pergaulan yang sehat di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas menggunakan teknologi, tetapi juga bijak dalam menentukan apa yang layak dibagikan. Jangan hanya bertanya apakah konten kita akan viral, tetapi tanyakan pula apakah konten itu membawa manfaat bagi orang lain,” menjadi pesan penting dalam ajakan tersebut.

Waspada Ruang Digital yang Dimanfaatkan untuk Menyebarkan Kebencian

Dalam konteks pencegahan radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan, Arifin mengingatkan bahwa ruang digital dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan ideologi kebencian, memengaruhi cara pandang, dan mendorong seseorang membenarkan kekerasan.

Karena itu, pelajar perlu lebih kritis ketika menemukan konten yang mempertentangkan kelompok masyarakat, mengajak membenci pihak lain, membenarkan kekerasan, atau mengarahkan mereka pada interaksi daring yang mencurigakan. Sikap kritis tersebut perlu disertai kebiasaan memeriksa kebenaran informasi dan berdiskusi dengan orang tua, guru, atau pihak tepercaya ketika menemukan sesuatu yang meresahkan.

Arifin juga mengingatkan agar penggunaan gim daring dilakukan secara bijak dan seimbang. Gim dapat menjadi sarana hiburan, tetapi penggunaannya tidak boleh mengganggu pendidikan, kesehatan, hubungan sosial, dan tanggung jawab sehari-hari. Pelajar juga perlu memahami bahwa interaksi di ruang permainan digital tetap membutuhkan kewaspadaan, terutama ketika berhadapan dengan orang yang belum dikenal.

Dari Kreativitas Menuju Gerakan Perdamaian

Melalui Digital Peace Creator, para pelajar diharapkan tidak berhenti sebagai penerima pesan, tetapi berkembang menjadi penggerak perdamaian di lingkungan masing-masing. Mereka dapat memulai dari langkah sederhana: membuat video edukatif, menyebarkan pesan persahabatan, mengampanyekan penghormatan terhadap perbedaan, serta menolak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Pesan tersebut sejalan dengan pentingnya membangun keterlibatan generasi muda dalam upaya pencegahan radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan. Pendekatan ini tidak hanya menekankan kewaspadaan terhadap konten negatif, tetapi juga mendorong hadirnya alternatif konten positif yang dekat dengan kehidupan pelajar.

Arifin mengajak peserta memandang jempol dan perangkat digital yang mereka miliki sebagai sarana untuk menghadirkan perubahan. Setiap unggahan, komentar, dan pesan yang dibagikan merupakan pilihan yang memiliki konsekuensi bagi diri sendiri maupun orang lain.

Sebab, satu jari dapat menyebarkan kebencian, tetapi satu jari juga dapat memulai kebaikan. Generasi muda memiliki kesempatan untuk menentukan arah ruang digital: menjadikannya tempat yang penuh permusuhan atau ruang yang mencerahkan, menggembirakan, dan mendamaikan.

Melalui kreativitas yang bertanggung jawab, para pelajar diharapkan mampu menjadi pelopor perdamaian digital sekaligus menjaga kehidupan nyata tetap harmonis di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

Tentang kegiatan: Digital Peace Creator merupakan kegiatan BNPT RI bersama FKPT Jawa Timur yang melibatkan pelajar untuk memperkuat literasi digital dan mendorong kreativitas dalam mendukung pencegahan radikalisme serta ekstremisme berbasis kekerasan.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Green Iduladha 2026: Lentera Hijau Indonesia, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, dan Eco Enzyme Nusantara Dorong Revolusi Kurban Ramah Lingkungan

    Green Iduladha 2026: Lentera Hijau Indonesia, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, dan Eco Enzyme Nusantara Dorong Revolusi Kurban Ramah Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 94
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Jelang Iduladha 1447 Hijriah, isu limbah kurban kembali menjadi perhatian. Bau menyengat dari darah dan jeroan, area penyembelihan yang kurang higienis, hingga pembuangan limbah organik ke sungai masih menjadi persoalan tahunan di berbagai daerah. Di tengah situasi itu, Lentera Hijau Indonesia bersama Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) dan Eco […]

  • Peningkatan Kesejahteraan Psikologis Karyawan RS Islam Aminah Blitar Melalui PMM Tematik Masyarakat Industri

    Peningkatan Kesejahteraan Psikologis Karyawan RS Islam Aminah Blitar Melalui PMM Tematik Masyarakat Industri

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 253
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID,  Malang – Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) merupakan suatu kegiatan yang wajib dilakukan oleh mahasiswa/mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu program kuliah dalam bentuk pengabdian pada masyarakat. Kegiatan ini sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari saat berkuliah secara nyata pada masyarakat dan mampu memberi kebermanfataan luas. Dalam pelaksanaannya, […]

  • FAI UMS Perluas Jejaring Akademik Nasional melalui MoU Multipihak PPPAII

    FAI UMS Perluas Jejaring Akademik Nasional melalui MoU Multipihak PPPAII

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 93
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperluas jejaring akademik nasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) multipihak yang diinisiasi Perkumpulan Program Studi Pendidikan Agama Islam Indonesia (PPPAII). Penandatanganan tersebut berlangsung dalam rangkaian Annual International Conference on Islamic Religious Education (AICIRE) 2026 di Bandung, Selasa (15/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, FAI […]

  • Prof. Harun Joko Prayitno Ajak Taruna Akmil Jadi SDM Unggul dan Berdampak bagi Bangsa

    Prof. Harun Joko Prayitno Ajak Taruna Akmil Jadi SDM Unggul dan Berdampak bagi Bangsa

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Plt. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., memberikan orasi ilmiah dalam prosesi Wisuda Sarjana Terapan Taruna Akademi Militer (Akmil) Magelang, Kamis (10/7). Dalam pidatonya yang mewakili Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Harun menyampaikan pesan mendalam […]

  • Dosen UMS dan Yonsei University Berkolaborasi Kembangkan Model Pendeteksi Ujaran Kebencian

    Dosen UMS dan Yonsei University Berkolaborasi Kembangkan Model Pendeteksi Ujaran Kebencian

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 81
    • 10Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dosen Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Endang Wahyu Pamungkas, S.Kom., M.Kom., Ph.D. baru-baru ini melakukan penelitian untuk mengembangkan model pendeteksi kebencian di media sosial. Pria yang akrab disapa Dadang itu berkolaborasi dengan Profesor Min Song dari Yonsei University, Korea Selatan, dan mahasiswa postdoctoral Yonsei University, Arida Ferti Syafiandini. Penelitian tersebut bertajuk […]

  • Perkuat Kepemimpinan Organisasi, Anggota Pimpinan PP ‘Aisyiyah Antusias Ikuti Baitul Arqam

    Perkuat Kepemimpinan Organisasi, Anggota Pimpinan PP ‘Aisyiyah Antusias Ikuti Baitul Arqam

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 51
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Depok – Perkuat ideologi dan kepemimpinan kader, Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah menggelar Baitul Arqam di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen – Depok, pada 22-24 Agustus 2025. Dengan mengangkat tema ‘Reaktualisasi Gerakan Perempuan Islam Berkemajuan untuk Mencerahkan Peradaban Bangsa’, ‘Aisyiyah melalui Baitul Arqam berupaya mencetak kader-kader yang tidak hanya militan secara ideologis, tetapi […]

expand_less