Silaturahmi PCIM Maroko ke MPKSDI PP Muhammadiyah Bahas Penguatan Kader dan Pengembangan Gerakan Dakwah Persyarikatan di Maroko
- account_circle Kabar Muhammadiyah
- calendar_month 15 jam yang lalu
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, Yogyakarta – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kerajaan Maroko memperkuat kaderisasi dan pengembangan gerakan dakwah melalui silaturahmi dengan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Jumat (16/10/2026).
Rombongan PCIM Maroko dipimpin Ketua PCIM Maroko, M. Faisal Maulana, dan diterima Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, MPA, didampingi Wakil Ketua MPKSDI, Dr. Muthohharun Jinan, M.Ag., serta Anggota Bidang Pembinaan Kader, Ahmad Nubail, Lc., M.A.
Dalam pertemuan tersebut, M. Faisal Maulana menyampaikan laporan mengenai persebaran kader Muhammadiyah di Maroko beserta kondisi dan kebutuhan pembinaan mereka. Laporan ini menjadi langkah awal untuk memetakan potensi kader sekaligus merumuskan strategi pengaderan yang sesuai dengan dinamika gerakan Muhammadiyah di lingkungan internasional.
PCIM Maroko juga memaparkan perkembangan program kaderisasi yang telah dan sedang dijalankan. Pada Juli 2026, PCIM Maroko telah menyelenggarakan Baitul Arqam. Sementara itu, penyusunan kurikulum pengaderan tengah dilakukan dengan rencana pelaksanaan mulai November 2026.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman keislaman dan kemuhammadiyahan sekaligus membangun solidaritas dan komitmen kader dalam menggerakkan dakwah Persyarikatan di Maroko.
“Kaderisasi menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan gerakan Muhammadiyah. Karena itu, kami berupaya membangun sistem pengaderan yang terarah agar kader tidak hanya memahami nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan, tetapi juga memiliki kesiapan untuk mengembangkan dakwah di lingkungan tempat mereka berada,” ungkap Ketua PCIM Maroko, M. Faisal Maulana.
Menanggapi paparan tersebut, Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, memberikan arahan mengenai pentingnya pelaksanaan pengaderan secara maksimal dan berkelanjutan. Menurutnya, pengaderan perlu berjalan beriringan dengan upaya memperkenalkan Muhammadiyah kepada masyarakat lokal agar keberadaan organisasi semakin dikenal dan memberikan manfaat nyata.
“Pengaderan tidak boleh berhenti pada pelaksanaan Baitul Arqam, pelatihan, atau diskusi. Kader perlu memperoleh ruang untuk terlibat langsung dalam kegiatan organisasi dan kehidupan masyarakat. Melalui pengalaman tersebut, kapasitas kepemimpinan, tanggung jawab, dan komitmen kader terhadap Persyarikatan dapat terus berkembang,” jelas Bachtiar Dwi Kurniawan.
Selain penguatan internal, MPKSDI PP Muhammadiyah mendorong PCIM Maroko untuk memperluas hubungan dan membangun kemitraan dengan berbagai pihak di tingkat lokal. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat penerimaan masyarakat terhadap Muhammadiyah sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan gerakan dakwah.
Keterlibatan kader dalam kehidupan sosial masyarakat juga menjadi bagian penting dari proses pengaderan. Dengan demikian, kaderisasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan pemahaman ideologis, tetapi juga pada pembentukan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan pengabdian sosial.
Dalam konteks gerakan Muhammadiyah di luar negeri, kader dituntut mampu membawa nilai-nilai Islam berkemajuan melalui pendekatan yang inklusif, dialogis, dan sesuai dengan kondisi masyarakat setempat. Penguatan kemitraan lokal menjadi salah satu jalan untuk memastikan dakwah tidak hanya berpusat pada aktivitas internal organisasi, tetapi juga menghadirkan kontribusi sosial yang lebih luas.
Melalui silaturahmi ini, PCIM Maroko dan MPKSDI PP Muhammadiyah diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam merancang pola pembinaan kader yang terarah dan berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk melahirkan kader yang berintegritas, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta mampu mengembangkan dakwah Islam berkemajuan di tengah masyarakat internasional.
- Penulis: Kabar Muhammadiyah