Dosen UMS Bahas Strategi Daya Saing Marketplace ASEAN dalam Visiting Scholar di Thailand
- account_circle Kabar Muhammadiyah
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pemaparan Dosen UMS, Prof. Kussudyarsana, Ph.D
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Persaingan marketplace di kawasan ASEAN tidak hanya ditentukan oleh harga dan keragaman produk, tetapi juga kemampuan platform membangun kepercayaan konsumen, mengintegrasikan layanan pembayaran, serta menciptakan ekosistem bisnis yang saling terhubung. Strategi tersebut menjadi salah satu bahasan Prof. Kussudyarsana, Ph.D., dosen Program studi Manajemen, Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id , dalam Visiting Scholar Program di Shinawatra University, Thailand.
Dalam kegiatan yang diikuti mahasiswa dan akademisi Shinawatra University tersebut Kussudyarsana menyampaikan materi bertajuk “Industrial Competitiveness and Innovation Management”. Paparannya mengulas strategi perusahaan dalam membangun keunggulan kompetitif di pasar ASEAN, faktor yang mendorong dominasi platform marketplace di pasar regional, serta perspektif teoretis untuk memahami dinamika persaingan industri digital.
Sebagai bagian dari pembahasan, dosen yang mengajar pada Program Studi S1 Manajemen, Magister Manajemen, dan S3 Manajemen UMS itu mengangkat lima aspek utama yang dapat memperkuat daya saing marketplace. Kelimanya meliputi keragaman produk (wide product variety), kecepatan dan keandalan pengiriman (delivery speed and reliability), integrasi pembayaran dan pembiayaan (integrated payment and financing strategy), persepsi keamanan (perceived security), serta persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use).
“Kelima aspek tersebut saling berkaitan dalam membangun pengalaman dan kepercayaan konsumen. Keragaman produk memungkinkan konsumen memenuhi berbagai kebutuhan melalui satu platform. Sementara itu, kecepatan pengiriman, kemudahan transaksi, keamanan, dan kenyamanan penggunaan menjadi faktor yang mendorong konsumen untuk terus menggunakan layanan marketplace,” ujarnya, Selasa (3/11/2026).
Selain itu, ia menjelaskan konsep network effects atau efek jejaring sebagai salah satu faktor yang memperkuat posisi marketplace. Semakin banyak konsumen yang menggunakan suatu platform, semakin besar daya tariknya bagi penjual. Sebaliknya, bertambahnya jumlah penjual dan pilihan produk juga mendorong semakin banyak konsumen untuk bergabung. Interaksi tersebut membentuk ekosistem yang dapat memperkuat posisi platform dalam persaingan pasar regional.

Presentasi Materi oleh Dosen UMS, Prof. Kussudyarsana, Ph.D
“Pembahasan tidak hanya berfokus pada strategi perusahaan, tetapi juga dampak pertumbuhan marketplace terhadap perekonomian domestik dan regional. Salah satu isu yang diangkat adalah peluang peningkatan kinerja keuangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui keterlibatan dalam ekosistem perdagangan digital. Di sisi lain, perkembangan marketplace juga membawa perubahan terhadap struktur ketenagakerjaan di Indonesia,” paparnya.
Perspektif tersebut menegaskan pentingnya memastikan pertumbuhan ekonomi digital memberikan manfaat yang lebih merata. Marketplace tidak hanya perlu dilihat sebagai instrumen perluasan pasar, tetapi juga sebagai bagian dari transformasi ekonomi yang berdampak terhadap pelaku usaha, tenaga kerja, dan pola perdagangan masyarakat.
Pada aspek kebijakan, ia menyoroti sejumlah langkah strategis, antara lain penguatan persaingan usaha yang adil, transparansi praktik marketplace, peningkatan kapasitas produksi dan keterampilan digital UMKM, serta dukungan terhadap perdagangan lintas batas ASEAN dan ekspor produk UMKM. Perlindungan konsumen, data pribadi, dan pengguna layanan keuangan digital juga menjadi perhatian dalam membangun ekosistem perdagangan digital yang berkelanjutan.
“Sementara pada tingkat perusahaan, pelaku usaha didorong untuk membangun keunggulan kompetitif melalui peningkatan kualitas, inovasi, dan diferensiasi produk. Penguatan merek lokal serta hubungan jangka panjang dengan pelanggan juga menjadi strategi penting agar UMKM mampu bersaing dan memperluas jangkauan pasar di kawasan ASEAN,” tambahnya.
Visiting Scholar Program tersebut diselenggarakan melalui kerja sama SICS-Shinawatra University dengan APPSMM Indonesia. UMS menjadi bagian dari jejaring APPSMM Indonesia yang turut mendukung pertukaran pengetahuan dan penguatan hubungan akademik antarperguruan tinggi.
Partisipasi Kussudyarsana dalam forum internasional yang digelar pada Selasa (27/10/2026) tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi akademisi UMS dalam memperluas diskursus mengenai daya saing industri, manajemen inovasi, dan perkembangan ekonomi digital di tingkat regional. Ia menyebut kegiatan tersebut juga membuka ruang pertukaran gagasan serta peluang pengembangan kolaborasi akademik antara perguruan tinggi di kawasan ASEAN. (Fika/Humas)
Editor: Gissya titania
- Penulis: Kabar Muhammadiyah
- Editor: Gissya titania
