Mahasiswa UMS Kembangkan Rehabilitasi Bahu Berbasis AI, Raih Bronze Medal Internasional
- account_circle Choiril Amirah Farida
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Hadirkan inovasi rehabilitasi bahu berbasis Al "Movewall-AI", tim UMS berhasil sabet Bronze Medal pada International Science and Invention Fair (ISIF) 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan inovasi rehabilitasi bahu berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) melalui permainan interaktif. Inovasi bernama ‘MoveWall-AI: Transforming Shoulder Rehabilitation Through AI-Adaptive Interactive Exergaming’ tersebut berhasil meraih Bronze Medal dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2026 di Universitas Indonesia, pada 13-18 Oktober 2026.
Inovasi ini menawarkan pendekatan rehabilitasi bahu yang menggabungkan prinsip latihan fisioterapi, teknologi AI, dan konsep permainan interaktif. Pengembangan tersebut berangkat dari kebutuhan pasien untuk menjalani latihan secara berulang dan konsisten, yang dalam praktiknya berpotensi menimbulkan kejenuhan apabila dilakukan dengan metode yang monoton.
Proses pengembangan inovasi melibatkan kolaborasi mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan. Tim terdiri atas Taqiyyah Nurul ‘Azzah dari Profesi Fisioterapi UMS, Hafidh Erli Nurdin dari S1 Fisioterapi UMS, Sri Kusuma Dewi dari S1 Farmasi UMS, Airlangga Pradana P. dari S1 Teknik Informatika UMS, serta Alfin Andhika M. dari S1 Informatika Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY). Tim mendapatkan pendampingan dari dosen pembimbing Arif Pristianto, SSt.FT., Ftr., M.Fis.
Mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS, Taqiyyah Nurul ‘Azzah menjelaskan bahwa MoveWall-AI dirancang agar pasien dapat menjalani latihan rehabilitasi dengan cara yang lebih menarik tanpa menghilangkan tujuan terapeutiknya. Gagasan tersebut muncul dari upaya mengintegrasikan perkembangan teknologi ke dalam praktik fisioterapi.
“Awalnya, ide MoveWall-AI muncul dari ketertarikan kami untuk mengembangkan inovasi di bidang fisioterapi yang memanfaatkan perkembangan teknologi. Kami melihat bahwa rehabilitasi, khususnya pada pasien dengan gangguan bahu, membutuhkan latihan yang dilakukan secara berulang dan konsisten. Namun, terkadang latihan yang dilakukan secara terus-menerus bisa terasa monoton bagi pasien,” ungkapnya, Senin (2/11/2026).
Dalam penerapannya, MoveWall-AI mengusung konsep permainan memanah dengan target apel yang ditempatkan pada sejumlah posisi dan ketinggian. Pengguna melakukan gerakan bahu untuk mengarahkan panah menuju target. Aktivitas tersebut dirancang agar gerakan yang dilakukan tetap berkaitan dengan kebutuhan latihan rehabilitasi.
Teknologi AI menjadi salah satu komponen utama dalam inovasi tersebut. Sistem dirancang untuk menganalisis gerakan pengguna sekaligus menyesuaikan tingkat kesulitan permainan berdasarkan kemampuan geraknya. Penyesuaian dilakukan melalui perubahan posisi target, mulai dari sudut gerakan yang lebih rendah hingga lebih tinggi, mengikuti perkembangan kemampuan pengguna.
Taqiyyah menjelaskan, pendekatan adaptif tersebut diharapkan dapat membantu pasien menjalani latihan sesuai kemampuan masing-masing. Selain meningkatkan motivasi melalui permainan, sistem ini juga berpotensi membantu fisioterapis memantau perkembangan gerakan pasien. Meski demikian, MoveWall-AI masih memerlukan pengembangan dan pengujian lebih lanjut sebelum dapat diterapkan secara luas.
“Kami perlu menyempurnakan sistem deteksi gerakan, meningkatkan akurasi teknologi AI, serta melakukan pengujian lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. Kami juga ingin nantinya MoveWall-AI dapat diuji secara langsung kepada pasien melalui penelitian klinis. Jadi, inovasi ini benar-benar bisa dibuktikan manfaatnya dan bukan hanya menarik dari sisi teknologi,” jelasnya.
Arif mengapresiasi semangat mahasiswa yang tetap aktif mengembangkan inovasi, berkolaborasi, dan mengikuti kompetisi di tengah kesibukan perkuliahan serta praktik. Menurutnya, capaian tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan tim, tetapi juga mendorong regenerasi mahasiswa yang aktif dalam kompetisi dan pengembangan karya inovatif.
“Kami senang dan bangga dengan para mahasiswa yang tetap aktif dan kreatif berinovasi, berkolaborasi, dan berprestasi di tengah kesibukan kuliah dan praktik. Semoga inovasi dan prestasi ini terus dikembangkan serta menjadi motivasi bagi adik tingkat agar ada regenerasi bagi mahasiswa yang aktif dalam kompetisi,” tuturnya.
Bagi tim, Bronze Medal ISIF 2026 menjadi langkah awal untuk membawa MoveWall-AI menuju pengembangan yang lebih aplikatif. Mereka berharap inovasi tersebut tidak berhenti pada kompetisi, tetapi dapat terus disempurnakan melalui penelitian dan pengujian sehingga berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pasien yang menjalani rehabilitasi bahu. (Alvian/ Humas)
Editor: Choiril Amirah
- Penulis: Choiril Amirah Farida
