Tim Mahasiswa UMS Raih Tiga Penghargaan di Mandalika Essay Competition 9 Lewat Inovasi PasokHub
- account_circle Choiril Amirah Farida
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Inovasi digital untuk memperkuat rantai pasok dan pemberdayaan UMKM mengantarkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih prestasi nasional. Melalui inovasi PasokHub, Tim BrawSuITS berhasil meraih Juara Harapan 1, Gold Medal, dan Best Paper dalam ajang Mandalika Essay Competition 9 (MEC 9) 2026 di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Tim BrawSuITS merupakan kolaborasi mahasiswa lintas perguruan tinggi yang terdiri atas Muhammad Hasbi Assidiqi sebagai ketua dan Alif Galuh Ristika dari UMS, Diah Ayu Rahmadani dari Universitas Brawijaya (UB), serta Anindia Nur Aisyah Fitri dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Prestasi tersebut diraih melalui karya ilmiah berjudul “PasokHub: Rekayasa Sistem Basis Data Terintegrasi untuk Pemberdayaan Rantai Pasok Berkelanjutan di Era Transformasi Bisnis Digital 5.0”. Karya ini mengangkat pemanfaatan teknologi basis data terintegrasi sebagai solusi atas persoalan distribusi barang, transparansi harga, dan pengelolaan persediaan dalam ekosistem perdagangan.
Ketua Tim, Muhammad Hasbi Assidiqi mengungkapkan dalam kompetisi yang mengusung subtema teknologi tersebut, tim mengidentifikasi persoalan pengelolaan rantai pasok, khususnya pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Meskipun digitalisasi pembayaran semakin berkembang, pengelolaan arus barang, harga, dan pelanggan di banyak UMKM masih dilakukan secara manual dan belum terintegrasi.
“Kondisi tersebut diperparah oleh panjangnya rantai distribusi konvensional yang melibatkan produsen atau petani, pengumpul, distributor, hingga pengecer. Akibatnya, muncul inefisiensi distribusi, penumpukan marjin harga, serta risiko kehilangan dan pemborosan pangan berupa food loss dan food waste,” ujarnya, Senin (2/11/2026).
Menjawab persoalan tersebut, PasokHub dirancang sebagai sistem basis data terintegrasi yang menghubungkan berbagai entitas dalam rantai pasok melalui satu platform terpusat. Sistem ini menggunakan arsitektur basis data relasional yang dinormalisasi hingga Third Normal Form (3NF) untuk meminimalkan redundansi data sekaligus meningkatkan konsistensi informasi.
PasokHub memiliki sejumlah fitur unggulan. Pertama, digital traceability yang memungkinkan konsumen melacak perjalanan produk melalui pemindaian Batch ID atau QR Code pada kemasan. Informasi yang ditampilkan mencakup lokasi panen, perjalanan distribusi, hingga transparansi selisih harga atau fair margin.
Kedua, dashboard analitik rantai pasok yang menyajikan visualisasi kinerja, tren penjualan, dan pemetaan distribusi logistik untuk membantu pengambilan keputusan bisnis. Ketiga, fitur manajemen stok otomatis yang mencatat mutasi persediaan secara real-time setiap kali transaksi berlangsung.
“Selain itu, PasokHub dilengkapi sistem keamanan Role-Based Access Control (RBAC) untuk mengatur hak akses informasi berdasarkan peran masing-masing pengguna. Dengan demikian, pengelolaan data bisnis dapat berlangsung lebih terstruktur dan aman,” tambahnya.
Tidak hanya mengandalkan aspek teknologi, pengembangan PasokHub juga dirancang melalui pendekatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan lima unsur, yakni pemerintah, akademisi, komunitas petani dan UMKM, sektor swasta, serta media.
“Pendekatan ini diharapkan dapat membangun ekosistem rantai pasok yang berkelanjutan melalui keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Inovasi PasokHub juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta tujuan ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab,” pungkasnya. (Fika/Humas)
- Penulis: Choiril Amirah Farida
