Tim HATTA UMS Meraih Tiga Penghargaan Dalam Ajang Adiyc 2026
- account_circle Nurul Fahri Friyanda
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Delegasi UMS dari Tim HATTA sukses meraih berbagai penghargaan "Best Creative Content II" dan "Honorable Mention III" pada ajang Ahmad Dahlan International Youth Camp (ADIYC) 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID; SURAKARTA – Delegasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergabung dalam Tim HATTA menorehkan prestasi dalam ajang Ahmad Dahlan International Youth Camp (ADIYC) 2026. Berkolaborasi dengan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, tim tersebut berhasil meraih tiga penghargaan dalam kegiatan yang berlangsung pada 27-29 Oktober 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Pujon Hill Camp Ground.
Tiga penghargaan yang diraih meliputi First Winner Best FGD Category Parallel Sub-Theme FGD, Honorable Mention III Digital Poster Competition, serta Best Creative Content II Creative Content Competition (Reels/Shorts). Prestasi tersebut diperoleh melalui gagasan inovasi platform digital lintas budaya, pengolahan sampah untuk mendukung ketahanan pangan, serta karya video kreatif selama kegiatan.
Tim tersebut terdiri atas Sela Fika Salsabilah, mahasiswa Program Studi Gizi; Muhammad Rama Pratama, mahasiswa Program Studi Sains Informasi Geografi; dan Nasywa Athiyyatinnaja, mahasiswa Program Studi Hukum. Tim mendapatkan pendampingan dari dosen pembimbing Dr. Choirul Amin, S.Si., M.M.
Ketua tim, Sela, menjelaskan keikutsertaan mereka dalam ADIYC 2026 berawal dari penunjukan sebagai delegasi fakultas masing-masing. Selain menjadi kesempatan untuk membawa nama fakultas, kegiatan tersebut juga membuka ruang interaksi dan kolaborasi dengan peserta dari berbagai negara.
“Kami bertiga mengikuti ADIYC karena memang ditunjuk sebagai delegasi fakultas masing-masing. Selain itu, kami juga sangat antusias untuk mengikuti camp tersebut karena pasti akan bertemu dan berinteraksi dengan teman-teman yang berbeda negara,” jelasnya, Sabtu (7/11/2026).
Dalam Digital Poster Competition, tim mengembangkan gagasan Nexss: Digital Platform Innovation for Intercultural Cross-Border Project for Skill Exchange and Humanitarian Dialogue. Inovasi tersebut menawarkan platform digital yang memungkinkan masyarakat internasional melakukan pertukaran keterampilan tanpa batas geografis sekaligus membuka ruang dialog kemanusiaan lintas budaya.
Sementara itu, dalam kategori Focus Group Discussion (FGD), tim mengangkat gagasan Optimalisasi Maggot dan Aquaponik untuk Mengatasi Masalah Food Waste dan Climate Change, yang menghubungkan pengelolaan sampah makanan dengan pemanfaatan maggot dan sistem aquaponik untuk mendukung ketahanan pangan. Penghargaan ketiga diraih melalui video vlog yang mendokumentasikan pengalaman selama kegiatan.
Rama Prathama, salah satu anggota tim mengungkapkan persiapan kompetisi dilakukan melalui latihan presentasi menggunakan bahasa Inggris dan diskusi untuk merumuskan gagasan. Hal tersebut menjadi penting karena seluruh rangkaian kegiatan ADIYC menggunakan bahasa Inggris. “Saya latihan untuk presentasi menggunakan bahasa Inggris karena kegiatan 100 persen menggunakan bahasa Inggris. Saya juga melakukan brainstorming ide-ide yang akan digunakan untuk perlombaan, seperti poster digital dan Forum Group Discussion,” ungkapnya.
Menurut Rama, pengalaman mengikuti ADIYC 2026 tidak hanya memberikan pencapaian dalam kompetisi, tetapi juga membuka perspektif baru mengenai pentingnya terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Interaksi dengan delegasi dari berbagai perguruan tinggi dan negara membuatnya menyadari masih banyak hal yang dapat dipelajari.
“Prestasi yang diraih kemarin memberikan makna bahwa saya masih punya banyak ruang untuk bertumbuh. Melihat berbagai delegasi ADIYC dari berbagai kampus dan negara menunjukkan bahwa banyak hal yang masih bisa ditingkatkan dan dipelajari kedepannya,” tuturnya.
Melalui capaian tersebut, partisipasi mahasiswa UMS dalam ADIYC 2026 menjadi ruang untuk memperluas pengalaman internasional, mengasah kemampuan komunikasi lintas budaya, serta membangun kolaborasi dalam menghasilkan gagasan inovatif. Pengalaman ini sekaligus menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi dan berkontribusi dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.
Kontributor: Alvian/Humas
Editor: Nurul Fahri
- Penulis: Nurul Fahri Friyanda
